Pagi itu, Sam sedang berjalan bersama Dewa. Mereka rencananya sebelum masuk kelas, mau ke tempat latihan klub tae kwon do. Karena kemarin Dewa memang sudah janji mau mengantar Sam, tapi Dewa kaget karena Sam mengingatkan janjinya itu.
“ nah ini Tristan, dia ketua tim tae kwon do disini.” Kata Dewa memperkenalkan, cowo di depan mereka berdua. Kebetulan cowo itu, baru saja membuka ruang latihan.
“ Tristan, ini Sam siswa pindahan dari Bali.” Kata Dewa.
“ Dewa, memangnya dia mau masuk klub?” tanya Tristan.
“ iya gw mau masuk..
“ masih terima kan?” tanya Sam, datar.
“ lo sudah pernah latihan tae kwon do?” tanya Tristan.
“ sudah, kebetulan sekolah di Bali, gw juga masuk ekskul tae kwon do.” Jawab Sam, datar.
“ lalu lo sudah sabuk apa?” tanya Tristan.
“ sabuk biru.” Jawab Sam datar.
“ hm.. oke kalau begitu, besok kita mulai latihan.” Kata Tristan.
“ oke!” jawab Sam.
“ ya udah aku dan Sam balik ke kelas dulu.” Kata Dewa.
“ oke siip.” Kata Tristan.
“ oiya, lo sudah gak perlu gw temani lagi.” Kata Tristan, melirik ke Sam.
“ ah gak juga bro, kamu tetap teman ku, bukan untuk bodyguard.” Kata Dewa, tersenyum.
Sam dan Dewa berjalan ke kelas lagi, saat hampir bertemu dengan geng preman sekolah, Dewa menarik tangan Sam, mengambil jalan lain.
“ kenapa lo gak biarkan kita jalan di depan mereka?” tanya Sam.
“ gw gak mau kamu berantem sama mereka.” Jawab Dewa.
“ justru memang itu yang gw mau.” Kata Sam dingin.
“ kamu dan Tristan sama.” Kata Dewa.
“ itu karena geng begitu, harus diberi pelajaran.” Kata Sam, lalu berjalan ke depan.
Kring… kring…
“ wa, lo duluan masuk!” kata Sam.
“ oke siip!” kata Dewa, lalu masuk ke dalam kelas. Sedangkan Sam, duduk di bangku samping kelas mereka.
“ selamat pagi tante..
“ selamat pagi sayang…
“ ada apa tante?” tanya Sam.
“ Sam, sebentar pulang sekolah ke rumah tante ya! Makan siang, bisakan?” jawab tante Widya.
“ oiya tante, nanti aku kesana.” Jawab Sam.
“ iya kebetulan makan siang nanti Arjuna pulang, makanya tante mau kamu kesini.” Kata tante Widya senang.
“ iya tante.”
“ oke gitu aja, sampai ketemu ya!” kata tante Widya pamit.
Lalu telpon ditutup…
“ huffttt… gw harus ketemu cowo itu lagi.” Kata sam datar.
Lalu Sam masuk ke dalam kelas, Sam duduk dibangkunya. Jam pelajaran dimulai, siswa semua belajar dengan tenang.
___________________________________
Sebelum jam pulang, Sam minta ijin keluar ke toilet. Suasana lorong sepi, halaman taman juga sepi, karena siswa masih belajar. Karena itu, suara teriak minta tolong, dari arah gudang belakang, sangat terdengar.
Ternyata ada cewe, sedang dibully sama empat cowo yang tidak tahu malu..
“ tolong hentikan!” teriak cewe, yang sudah terpojok..
“ biarkan gw pergi!” mohon cewe itu lagi..
“ ah … menghentikan?
“ lo gak sadar, gara-gara hasutan lo, gw putus sama Erna!!” teriak cowo bernama Roy.
“ gw yakin lo lakuin itu, karena lo suka kan sama gw, nah sekarang gw siap jadi milikmu manis!” kata Roy yang mendekat, cewe itu segera mundur..
Tapi terlambat, Hendra sudah menarik tangan cewe itu …
“ Shinta, mau kemana lo?” tanya David, yang sudah berdiri didepannya.
Belum sempat cewe itu menjawab, Yudhi menarik dagunya, lalu melumat bibirnya dengan paksa.
Tiba-tiba lemparan kayu dari tangan seseorang, membuat kepala David dan Yudhi kena, dan mereka terjatuh pingsan.
“ siapa itu?” teriak hendra dan Roy, bersamaan karena kaget.
“ tolong gw!!” teriak Shinta, yang masih dipegang oleh Hendra.
“ DIAM!!!” teriak Roy, lalu menampar Shinta dengan keras, sehingga Shinta langsung pusing.
“ woi banci, kalau berani lawan gw!” teriak orang yang tadi melempar, dan tidak lain adalah Sam yang berdiri di depan mereka.
“ wah cewe songong ini, harus diberi pelajaran!” kata Roy, yang sudah emosi.
Roy baru bersiap dengan kuda-kuda menyerangnya, Sam melompat, dan menerjang perut, lalu wajah Roy, sehingga Roy terjatuh.
Hendra melepaskan genggamannya, lalu mendorong Shinta. Hendra membantu Roy, David, dan Yudhi. Sebenarnya dia ingin menghajar Sam, cuma dia takut kalah dari perempuan itu.
Shinta yang sudah ketakutan sekali, mencoba lari diikuti oleh Sam. Sampai diruang UKS, Shinta pingsan. Petugas UKS menggendong Shinta, dan meletakkan diatas ranjang.
“ Sam, bagaimana ini bisa terjadi?” tanya ibu Rita, baru diketahui adalah walikelas Shinta, walikelas X IPS 3.
Terlihat, Shinta memang berantakan. Wajahnya merah lebam, kedua tangannya juga lebam, pakaiannya kotor.
“ ibu bawa ponsel?” tanya Sam datar.
“ iya bawa!” jawab ibu Rita, bingung.
“ saya pinjam!” kata Sam lagi.
Dengan ragu-ragu ibu Rita menyerahkan ponselnya kepada Sam. Sam mengentik dilayar, lalu menggesernya, dan sepertinya dia mengirim sesuatu. Setelah itu, memberikan kepada ibu Rita.
“ kalau ibu mau tahu jawaban dari pertanyaan ibu, ibu lihat saja video yang tadi saya kirim.” Kata Sam.
Ibu Rita bingung, tapi dia tetap melakukan apa yang dikatakan Sam..
“ Ibu saya permisi pulang dulu.” Kata Sam, lalu keluar dari ruang rawat UKS.
Ibu Rita hanya mengangguk, lalu Sam keluar. Dia ke toilet, saat masih di toilet, bel pulang berbunyi. Selesai, Sam kembali ke kelas, yang sudah sepi, hanya beberapa anak, termasuk Raka dan Dewa.
“ lo kemana saja? Lama sekali di toilet..” tanya Raka.
“ sorry!” kata Sam, yang merapikan buku-bukunya.
“ oiya Sam, tugas Biologi halaman 65, kamu kerjakan semua, lusa tugas dikumpul.” Kata Dewa.
“ oke, thanks.” Kata Sam.
“ ya sudah, kita keluar sama-sama!” ajak Raka.
Kemudian mereka keluar dari kelas bersama-sama, lalu berjalan ke parkiran, lalu mereka berpisah. Raka dan Dewa pulang bersama, pake mobil pribadi milik Dewa, karena mereka berdua sahabatan. Sedangkan Sam, pastinya pake motor Kawasaki miliknya.
Sam melihat arlojinya, jam 1.30 siang. Sam memutuskan pulang dulu ganti pakaian, lalu ke rumah keluarga Hutama.
__________________________________
Dari SMS Ken, Sam mendapat info alamat rumah Hutama. Sesuai dengan alamat yang diberikan, Sam masuk ke dalam kompleks perumahan mewah dan elit, dan tiba di salah satu rumah mewah, seperti istana.
“ permisi pak, apa benar ini rumah keluarga Hutama?” tanya Sam, yang berdiri di depan pagar.
“ ya betul, nona cari siapa?” tanya pak satpam, depan rumah.
Belum juga Sam jawab, tiba-tiba klakson mobil sport Ferari, yang terparkir depan pagar, seketika itu Sam kaget, begitu juga satpam
“ permisi nona!” kata satpam, lalu membuka pagar, agar mobil bisa masuk.
Tiba-tiba seseorang keluar dari mobil, lalu berdiri didepan Sam, Arjuna kaget, saat melihat gaya berpakaian Sam.
“ kenapa? Ada yang aneh?” tanya Sam datar.
“ gak, gw senang saja lihat lo.” Jawab Arjuna.
“ kalau gaya dia begini terus, yang ada mama pikir-pikir lagi.” Bathin Arjuna.
“ huffttt..
“ lalu kita mau masuk atau mau disini saja?” tanya Sam datar.
“ oiya, sorry..
“ ya sudah ayo kita masuk!” ajak Arjuna, lalu tersenyum.
Mobil sport masuk, lalu diikuti oleh motor Kawasaki merah milik Sam. Rumah itu memang sangat luas, seperti istana, dimana ada halaman luas, parkiran yang luas. Parkiran itu, full dengan koleksi mobil-mobil mewah, berbagai tipe. Rumah itu juga, memiliki taman bunga indah, dimana ada berbagai jenis bunga.
Memasuki rumah istana itu, tante Widya berdiri di depan pintu dan menyambut Arjuna dan Sam.
“ selamat siang tante!” sapa Sam ramah.
“ hufftt..
“ kalau gw sikapnya dingin tanpa ekspresi, giliran nyokap bokap gw ramah.” Bathin Arjuna, derita anak tiri…
“ Selamat siang sayang, aduh tambah cantik aja kamu!” puji tante Widya senang.
“ ah… mama buta kali ya!”
“ gaya gitu dibilang cantik, yang ada preman iya..” bathin Arjuna, ngomel.
Tidak sadar Arjuna menatap bingung ke arah mamanya, lalu ke arah Sam…
“ Kenapa? Kalau gak suka gaya gw, kakak cari aja yang lain.” Bisik Sam, dingin.
“ kalian sudah dekat ya? Buktinya sudah saling bisik-bisik..” canda tante Widya.
“ gak…
“ iya mama, kan sudah seharusnya dekat, dia kan calon istri Arjuna.” Kata Arjuna, lalu masuk ke dalam rumah.
“ apaan istri? Gak bakalan gw mau sama cowo songong.” Bathin Sam.
“ em… mama suka kalau kalian sudah dekat.”
“ ya sudah masuk yuk Sam!” kata tante Widya, ajak Sam masuk.
“ makanan sudah siap!” kata tante Widya lagi.
Arjuna melepaskan jasnya, dan meletakkan di atas sofa ruang tamu. Lalu duduk di depan meja makan, disebelahnya duduk Sam. Tante Widya sengaja menyuruh Sam duduk di situ, supaya dekat dengan Arjuna.
Sepanjang makan, suasana hangat, sesekali tante Widya bicara kepada Sam, atau kepada Arjuna. Walaupun sikap Sam kepada Arjuna dingin, tapi kepada tante Widya Sam sangat ramah.
Selesai makan, Sam duduk di ruang keluarga bersama Arjuna. Mereka saling mengobrol, Arjuna senang, ya walaupun Sam selalu menjawab dengan nada dingin, dan wajah datarnya.
“ ma, Ar balik ke kantor dulu!” kata Arjuna, lalu berdiri.
“ kalau begitu, Sam juga balik tante!” kata Sam.
“ loh kok cepat sekali? Tante masih ingin ngobrol sama Sam.” Kata tante Widya, kecewa.
“ Sam banyak PR tante, nanti kalau ada waktu, Sam ke sini lagi.” Kata Sam, yang kasihan sama tante Widya.
Dari obrolan tadi, Sam tangkap kalau tante Widya kesepian di rumah sendiri. Sam mengerti, tante Widya cuma punya anak tunggal, dan anaknya sibuk.
“ oiya nanti Arjuna saja yang antar Sam pulang!” minta tante Widya.
“ gak perlu tante, Sam bawa motor, jadi Sam baliknya dengan motor saja.” Kata Sam, menolak secara halus.
“ o, okelah kalau begitu.” Kata tante Widya.
Motor Sam berjalan di depan, lalu diikuti oleh mobil sport milik Arjuna. Keluar sampai di gerbang, lalu Sam pamit dengan satpam. Saat sudah di depan gerbang, segera Sam menaikan suara mesin, dan memacu kecepatannya.
“ cewe itu memang benar-benar gila!” kata Arjuna, senyum.