Hari ini, Sam bisa menikmati tidurnya. Karena hari ini, ada kegiatan guru-guru jadi sekolah diliburkan. Sam menikmati tidurnya, karena kelelahan dengan latihan tae kwon do pertamanya, disekolah yang berbeda. Bukan karena alas an tidak pernah latihan, cuma karena ujian di awal pertemuan, akhirnya Sam dipilih ikut pertandingan antar sekolah.
Diruang makan, Sam menikmati sarapannya. Tidak ada yang menemaninya, mama dan kakaknya sudah pergi kerja. Mereka memang sengaja tidak membangunkan Sam, karena Sam sudah memberitahukan mama dan kakaknya dari kemarin malam.
Kring…kring…kring
“ ya ma, ada apa?” tanya Sam, sambil mengunyah roti isi telur.
“ Sam, siang ini kamu ke tante Widya ya!” jawab mama.
“ He.. ngapain ma?” tanya Sam.
“ tante Widya minta tolong antar makan siang ke kantornya Arjuna.” Jawab mama.
“ Hi… mama!! Memangnya mereka gak ada sopir buat ngantarin?” kata Sam sebel.
“ Sam gak mau!” tolak Sam.
“ Sam, sudah jangan ngomel deh!” kata mama.
“ tante Widya kan minta tolong sama kamu, kamu nurut saja.” Kata mama lagi.
“ ya udah, iya..iya Sam antarin.” Kata Sam kesal, tapi pasrah.
Lalu telpon ditutup, mood Sam langsung berubah. Berubah jadi badmood, tidak tahu kenapa dia merasa kalau ini pasti rencana mamanya dan tante Widya.
Siang itu, Sam langsung ke rumah Hutama. Dari rumah, Sam langsung ke kantor Arjuna. Gedung kantor pusat Hutama Group, sangat besar, dan tinggi. Suasana kantor juga ramai, buktinya arena parkiran besar itu, penuh dengan mobil mobil yang terparkir.
Setelah Sam parkikan motornya, Sam masuk dan berjalan ke arah meja receptionis. Di meja itu, ada cewek dan cowok. Cowok terlihat tampan, dan ceweknya juga cantik, cuma sayang pakaiannya seksi, dan make up nya menor.
“ Selamat siang mba, mas!” sapa Sam.
“ Selamat siang, ada yang bisa saya bantu dek?” tanya masnya, sedangkan yang cewe menatap Sam dari atas ke bawa.
Tapi Sam cuek saja…
“ mas, saya bisa bertemu dengan pak Arjuna Hutama? Kebetulan saya disuruh datang sama dia.” Jawab Sam.
“ memang ade sudah ada janji? Ade siapanya pak Arjuna?” tanya cewe sinis.
“ saya sudah janji.” Jawab Sam dingin.
Seketika cewe itu diam, aura dingin Sam bikin dia merinding…
“ ade naik ke lantai 30!” kata cowo ramah.
“ makasih mas.” Kata Sam.
Di depan lift ram, banyak yang menunggu. Saat pintu lift terbuka, Sam segera masuk, walaupun ramai. Karena dia tidak mau menunggu, dia justru ingin cepat-cepat pergi.
Ting …
Pintu lift terbuka, suasana tidak terlalu ramai, seperti dibawa. Sam segera mencari ruang CEO itu, ternyata ruangan itu, berada di tengah. Di depan ruangan itu, ada seorang sekretaris cantik, dia sedang sibuk di depan komputernya.
“ permisi mba, selamat siang!” sapa Sam.
“ iya selamat siang dek!” sapa balik sekretaris itu, dimana namanya Aulia, tertera di namtek yang dia pakai.
“ mba Aulia, saya mau bertemu pak Arjuna, apa dia ada?” tanya Sam.
“ panggil Mimi saja…” kata sekretaris itu ramah..
“ apa ade yang bernama Sam?” tanya Mimi.
“ iya mba betul sekali.” Jawab Sam.
“ oiya, tadi ibu Widya sudah menelpon memberitahukan kalau ade Sam datang.” Kata Mimi.
“ oiya mba.” Kata Sam, ramah.
“ kalau begitu silahkan masuk! Pak Arjuna ada di dalam.” Kata Mimi, mempersilahkan.
Sam segera membuka pintu, Sam terkejut karena Arjuna sedang berciuman panas. Sam memutuskan untuk duduk saja di sofa tamu, dan memandang Arjuna yang sedang berciuman panas, lihat saja sampai asyik begitu, sehingga tidak memperhatikan Sam yang sedang nonton adegan +17. Sam memutuskan mengambil headphone nya, yang ada di dalam tas ranselnya, lalu memutar musik, setelah headphone itu di pasang di kedua telinganya.
Bertapa terkejutnya Arjuna, saat metanya menangkap tatapan mata Sam, yang sedang menonton aksinya. Segera Arjuna mendorong wanita itu, wanita yang tidak terima itu, ikutan kaget karena melihat Sam yang duduk dan memperhatikan kancing kemejanya yang sudah terbuka, nyaris semua.
Buru-buru mereka berdua, merapikan kemeja mereka. Cewe itu menatap sinis ke arah Sam, Sam menatap datar ke arah mereka berdua.
“ siapa kamu? Ngapain kamu disini?” ketus cewe itu.
“ gak, gw cuma…
“ tenang saja kak, gw gak peduli.” Kata Sam datar.
“ lagian aku datang ke sini, cuma buat antarin makan siang kakak.” Kata Sam lagi, lalu berdiri.
“ lo mau kemana?” tanya Arjuna.
“ gw mau pulang.” Kata Sam, lalu berjalan ke pintu. Tapi ternyata Arjuna sudah berdiri di depan pintu, dia segera mengunci pintu.
“ kak buka!” suruh Sam.
“ lo harus temani gw makan!” perintah Arjuna.
“ suruh saja Mawar!” kata Sam.
“ tapi gw mau lo, lo kan calon istri gw.” Kata Arjuna.
“ sudah ganti, Mawar.” Kata Sam.
“ lo cemburu?” tanya Arjuna, berharap.
“ dalam mimpi kakak saja!”
“ buka pintunya kak!” suruh Sam.
“ gak bisa!”
“ lo tetap disini!” titah Arjuna.
“ hufft…
“ kalau begini terus, bisa besok gw pulang. Mau lawan dia, entar dia lapor mama lagi. Gw harus cari cara…
“ Sam, ayo mikir!!” bathin Sam, lebih kepada diri sendiri..
“ oke kak, gw ngalah, gw tetap disini.” Kata Sam, tiba-tiba.
“ nah gitu dong!” kata Arjuna, senang.
“ tapi kakak buka dulu pintunya!
“ gw mau ke toilet dulu..” kata Sam.
Arjuna membuka pintu …
“ kenapa? Lo kebelet karena adegan panas tadi?” ganggu Arjuna.
“ kak Ar, aku sama sekali gak terganggu dengan adegan itu. Mataku memang melihat, tapi pikiranku ke tempat lain.” jawab Sam dingin,
“ oke kak!” sambung Sam lagi.
Lalu Sam keluar, kemudian Sam menutup pintu lagi. Sedangkan Arjuna masih bengong, dengan jawaban Sam tadi.
“ mba Mimi, maaf mengganggu!” kata Sam, yang melihat Mimi sekretaris Arjuna, sedang sibuk.
“ iya gak papa, ada apa ya?” tanya Mimi.
“ kak, tadi pak Arjuna minta saya memanggil cewe yang bernama Mawar, yang tadi keluar dari ruangan.” Jawab Sam,
“ apa mba bisa membantu saya memanggil cewe yang bernama Mawar itu?” tanya Sam lagi.
“ oiya bisa, nanti saya panggilkan.” Kata Mimi.
“ makasih mba.” Kata Sam, lalu pergi ke toilet, maksudnya mencari toilet.
Sam sudah keluar dari toilet, dia bejalan keluar, kembali ke ruang CEO, saat berdiri di depan ruang CEO, Sam melihat Mawar masuk ke dalam ruangan, Arjuna menatap bingung.
“ kak Arjuna, nanti kak Mawar temani kakak makan, aku permisi dulu kak!” kata Sam.
Lalu melambaikan tangan ke arah Arjuna, sedangkan Mawar tersenyum sumringa. Sedangkan wajah Arjuna, jangan bilang lagi, wajah dingin, marah bercampur jadi satu.
_________________________________
“ Ken, gila ade lo bener-bener sudah kerjain gw hari ini!” kesal Arjuna.
Sore itu, sepulang kerja. Arjuna langsung menghubungi Ken, untuk ketemuan di café biasa.
“ Ar, tumben lo bisa kalah dari adik Ken, ada apa kawan?” tanya Josh, sahabat Ken dan Arjuna.
“ apa pesona lo sudah luntur? Atau pesona lo gak mempan di adiknya Ken?” tambah Ken
Ken dan Josh sedang menertawakan Arjuna, karena ulah Sam. Arjuna sepanjang hari badmood, dia kesal sekali dengan Sam, sampai-sampai semua orang di kantor dimarahi.
“ Ken, ade lo luar biasa!” kata Josh.
“ pesona dia yang dingin, bisa taklukan playboy…
“ bayangkan saja, Arjuna segitu cintanya sama adik lo yang dingin itu..” kata Josh, salut. Tapi masih ketawa, begitu juga Ken yang bangga sama adiknya, tapi masih tertawa dengan sikap kesalnya Arjuna.
“ kalian berdua dari tadi ketawa!” kesal Arjuna,
“ apa yang lucu?” tambah Arjuna , dingin..
“ sudah Ar, ade gw emang gitu, kalau gak suka orang, dia bisa kerjain orang itu. Apalagi tadi lo bilang, kalau lo maksa dia temani lo makan..
“ dia itu paling benci dipaksa, nyokap gw aja pernah dikerjain sama dia..
“ apalagi cuma lo aja, yang memang dia gak suka.” Kata Ken.
“ makanya sikap lo yang suka memaksa dan seenaknya itu, harus lo hilangkan.” Kata Josh, yang memang mengenal sahabatnya itu.
“ iya Ar, gw kan sudah pernah bilang sama lo, kalau ade gw itu aneh..
“ dia itu beda, dengan cewe pada umumnya..
“ mana ada cewe yang aura dingin kayak patung es, dan datar tanpa ekspresi..
“ ya cuma ade gw saja..
Arjuna memukul meja, dia sangat kesal. Baru kali ini, ada perempuan yang cuek dan dingin sama dia, bahkan menolaknya. Dua sahabatnya cuma bisa menghibur Arjuna, tapi Ken di dalam hatinya berharap sifat playboy dan cepat bosan sama perempuan, bisa hilang dari Arjuna. Karena Ken, tidak mau adiknya dipermainkan, bahkan sampai patah hati. Karena sudah cukup kesedian Sam, saat papanya meninggal, yang berhasil mengubah Sam jadi orang berbeda.