Bell istirahat berbunyi, sejak 4 preman sekolah itu diskors, karena video yang diberikan Sam kepada ibu Rita. Mereka hanya diskors, tapi tidak dikeluarkan, karena mereka dikelas ujian. tiga minggu lagi UTS, dan 2 bulan lagi UN.
Sekolah jadi aman, karena 4 preman itu sudah tidak ada. Kantin juga bisa aman, dan menikmati bangku-bangku di dalam kantin.
Sam sedang duduk, menikmati jus sirsaknya sambil membaca buku. Ya persiapan UTS dan ujian nasional yang samakin dekat, menuntut semua siswa kelas XII untuk belajar lebih giat. Apalagi try out, yang mereka harus laksanakan.
Sam, rajin banget lo belajar!” kata Tristan, yang duduk disedapn Sam, sambil meletakkan makanan dan minumannya.
“ gak juga, cuma persiapan UTS.” Kata Sam.
“ oiya, sebentar sore ada latihan ekstra buat yang ikut pertandingan.” Info Tristan.
“ latihan ekstra?” tanya Sam.
“ iya Sam, lo lupa? Kalau pertandingan dua hari lagi, jadi lo harus persiapan.” Jawab Tristan.
“ oiya..
“ lo juga harus persiapan.” Kata Sam.
“ gw selalu persiapan.” Kata Tristan, semangat.
“ cuma satu yang gw belum persiapan..
Sam menatap Tristan..
“ Sam, gw bisa minta tolong?” tanya Tristan, agak ragu.
“ minta tolong apaan?” tanya Sam, balik.
“ lo and Dewa jadi guru privat gw.” jawab Tristan,
“ jujur aja gw memang anak IPA, tapi Matematika dan Fisika gw payah banget..
“ Dewa kan pernah bilang sama gw, kalau lo jago Matematika dan Fisika. Sedangkan Dewa jago Kimia jadi pas lah kalau kalian berdua bantuin gw belajar.” Kata Tristan.
“ Please bantuin gw!” mohon Tristan.
“ gw gak mau gak lulus, gw pengen kuliah.” Kata Tristan lagi.
“ oke gw pasti bantuin lo belajar.” Kata Sam.
“ siip, thank you..
“ kita nanti belajar dirumah gw saja.” Kata Tristan, bersyukur.
“ oke, lo sudah bilang Dewa?” tanya Sam.
“ gw sudah bilang dia..
“ oiya belajarnya mulai minggu depan saja, sesudah kita pertandingan.” Kata Tristan.
“ terserah lo saja.” Kata Sam.
Bell masuk sudah berbunyi, Sam dan Tristan kembali ke kelas mereka masing-masing. Ya kelas Sam dan Tristan berbeda..
______________________________
Sejak kejadian di skeatpark, Arjuna tidak pernah datang ke rumah Sam. Arjuna juga berhenti meminta mamanya, mengundang Sam makan siang dirumahnya. Tapi karena tidak ada komunikasi dari Sam lagi, Arjuna jadi sering marah-marah tidak jelas di kantor. Dia jadi sering badmood, wajahnya selalu dingin.
“ bro, kalau lo terus terusan marah-marah gak jelas begini, lebih baik lo pergi ke rumah Ken saja.” Kata Josh, yang tadi dihubungi Arjuna, gara-gara badmood.
“ tapi Josh, kalau gw kesana , sama saja dia tetap jutek.” Kata Arjuna pesimis.
“ Ar, lo kenapa sih? Tumben lo pesimis begini sama cewek..
“ mana Arjuna yang playboy, yang selalu semangat tebar pesona, yang selalu semangat mengejar wanita..” kata Josh, memberikan semangat.
“ oke, gw ke rumah Ken!” kata Arjuna, yang sebenarnya kesal dengan Josh, karena dia tidak tahu bagaimana susahnya kejar Sam.
“ siip, gitu dong, semangat!” kata Josh, semangat.
“ bukan semangat, tapi lebih karena gw kesal sama diri gw sendiri, karena jadi bodoh.” Kata Arjuna, BT.
Sepulang kerja, Arjuna berniat ke rumah Sam. Dia melajukan mobil sport Ferari nya, dengan kecepatan tinggi.
“ masa gw datang dengan tangan kosong, gw lebih baik singgah di minimarket dulu.” Kata Arjuna.
Arjuna memparkirkan mobilnya di salah satu minimarket di dekat kompleks rumah Sam. Setelah memilih dan membayar beberapa makanan, yang Arjuna tahu kesukaan Sam. Lalu Arjuna keluar dari minimarket, tapi saat keluar…
“ gw kayak kenal cewek yang sedang duduk dan dengar lagu.” Kata Arjuna, saat melihat cewek yang nongkrong di cafeteria minimarket. Dia sedang makan, sambil dengar lagu lewat headphone.
Arjuna segera berjalan mendekati cewek itu, tapi cewek itu tidak sadar. Dan betul itu cewek yang beberapa hari tidak dia temui, tapi sukses membuat dia badmood, sehingga membuat dia selalu saja emosi yang tidak jelas.
“ Sam!!” sapa Arjuna, yang akhirnya menyapa..
Sam melepaskan headphone nya, lalu memandang Arjuna. Arjuna duduk di samping Sam..
“ kak Arjuna? Kakak sedang apa disini?” tanya Sam, datar.
“ dia selalu begitu, datar tanpa ekspresi..
“ apa dia gak kaget? Kalau calon suaminya sedang menyapanya tadi..huffttt..” bathin Arjuna, berharap Sam tidak sedatar itu.
“ kebetulan kakak baru pulang kerja, lalu lapar jadi singgah beli makanan.” Bohong Arjuna.
“ kak Arjuna makan!”
“ aku temani..” kata Sam datar.
“ ah.. beneran dia bilang temani??
“ jangan-jangan dia rindu sama gw..
“ baguslah, ada titik terang dari perjodohan ini.” Bathin Arjuna, senang.
Arjuna membuka plastik, lalu mengambil roti sandwich, yang awalnya ingin dia berikan kepada Sam, tapi akhirnya dia yang makan.
“ kalau bukan karena kak Ken, mungkin gw sudah jalan tinggalin laki-laki playboy ini.” Bathin Sam.
“ lo gak makan?” tanya Arjuna.
“ aku sudah makan.” Jawab Sam, sekali lagi dengan nada datarnya.
“ lihat sekarang dia jadi pusat perhatian cewek-cewek yang duduk disini.” Bathin Sam, yang memperhatikan sekitarnya.
Arjuna memang terlihat tampan, padahal dia sudah tidak memakai dasi, dan kedua lengan kemejanya sudah digulung. Rambutnya sudah tidak rapi lagi, tapi tetap saja dia mencuri perhatian semua cewek yang ada di sekitarnya.
“ kalau suatu hari dia memiliki istri, pasti setiap pergi berdua kemana saja, istrinya jadi BT dan marah-marah gak jelas sama semua cewek..” bathin Sam, tiba-tiba senyum terukir diwajahnya, karena membayangkan Arjuna jadi korban omelan istrinya nanti.
“ ternyata kalau lo tersenyum, lebih cantik.” Kata Arjuna, mengagumi.
“ apa kakak suka memuji semua cewek dengan pujian yang sama?” tanya Sam.
“ gak, cuma baru lo saja.” Jawab Arjuna.
“ o, kalau begitu makasih sudah dipuji.” Kata Sam.
“ sama-sama.” Kata Arjuna, tersenyum.
“ kakak sudah selesai makan?” tanya Sam.
“ sudah selesai.” Jawab Arjuna,
“ kenapa lo mau pulang?” tanya Arjuna.
“ iya kak.” Jawab Sam.
“ kalau begitu gw antar lo pulang!” kata Arjuna.
“ makasih kak, tapi aku bawa motor.” Kata Sam.
“ ya sudah gw temani dari belakang, lagian gak baik juga kalau cewek pulang sendiri kan.” Kata Arjuna.
“ gak papa kak, aku bisa jaga diri.” Kata Sam, menghargai niat baik Arjuna.
“ kakak pulang saja istirahat.” Kata Sam.
Lalu Sam berdiri dari kursinya dan berjalan ke parkiran, dimana motornya terparkir. Arjuna cuma bisa memandang Sam saja, yang sudah mengenderai motornya.
‘ aku berharap hatimu akan terbuka, dan menerima perjodohan ini..’
________________________________________
Pagi itu, Sam sedang menikmati sarapannya, bersama kakaknya dan mamanya..
“ Sam, rambut lo belum lo cat hitam?” tanya Ken.
“ pihak sekolah sudah menghubungi kakak, cuma gara-gara rambut lo yang belum juga cat hitam.” Kata Ken lagi, yang marah cuma gara-gara kepsek telpon.
“ iya kak, nanti kalau Sam ada waktu.” Jawab Sam.
“ kalau ada waktu? Sam, kapan lo ada waktu, pokoknya kakak gak mau tahu, dalam minggu ini rambut sudah harus warna hitam!” perintah Ken, tanpa bantahan.
Kalian pasti sudah tahu diawal bab, kalau rambut panjang Sam, disebelah bawa tuh berwarna warni.
“ huffttt.. iya kak, nanti gw cat, mungkin hari Sabtu aku ke salon.” Kata Sam, malas berdebat pagi-pagi.
“ oiya Sam, mama mau tanya serius sama kamu.” Kata mama tiba-tiba serius.
“ apaan ma?” tanya Sam.
“ lulus SMA ini, kamu mau kuliah dimana?” tanya mama.
“ Sam mau ambil fakultas teknik jurusan sipil, di Bali.” Jawab Sam.
“ di Bali?” kaget mama
“ ngapain di jauh-jauh disana Sam? Disini juga ada jurusan itu.” Kata mama.
“ tapi ma, impian Sam dari dulu tuh kuliah disana.” Kata Sam, keras kepala.
“ tapi Sam..
“ mama, kak Ken please kali ini ikut kemauan Sam!” mohon Sam.
“ karena ini berkaitan dengan masa depan yang Sam pilih..” kata Sam lagi.
“ tapi kalau kamu kuliah di Bali, kamu tinggal sama siapa?” tanya mama khawatir.
“ Ma, Sam bisa tinggal sendiri, dirumah kita yang dulu..” jawab Sam, yakin.
Mama memandang Ken, mama Arini berpikir sejenak..
“ okelah, mama percaya sama kamu!” kata mama, yang sebenarnya pasrah saja sama keputusan Sam.
“ siip mama!” kata Sam, senang.
“ kalau begitu Sam pergi sekolah dulu!” pamit Sam, lalu berdiri dari kursinya.
“ Sam, hati-hati!” pesan mama.
“ jangan balap!” tambah Ken.
“ iya siap!” kata Sam, lalu keluar.
Setelah melihat Sam keluar, dan suara motor yang jalan meninggalkan pekarangan rumah..
“ mama, kita harus cepat tunangkan Sam dengan Arjuna sebelum Sam pindah ke Bali.” Kata Ken.
“ iya mama setuju..
“ tapi Ken, kamu tahu sendiri kalau adikmu itu berikan waktu 6 bulan untuk mengenal Arjuna.” Kata mama.
“ bagaimana caranya bicara dengan Sam? Sedangkan Sam sepertinya tidak suka Arjuna.” Kata mama frustasi.
“ Ken ada ide..
“ tapi kita harus bicara sama keluarganya Arjuna.” Kata Ken.
“ oke, besok kita bicara saat makan siang saja. Nanti mama hubungi tante Widya.” Kata mama.
“ oke mama, mama WA Ken saja, kalau sudah bertemu dengan keluarga Arjuna.” Kata Ken.
“ oke Ken!” kata mama.
“ mama berharap idemu ini berhasil..
‘ Sam, lo suka atau tidak suka..
‘ wasiat papa harus terlaksana..