Sebagaimana manusia ditakdirkan dengan membawa buku catatan takdir masing-masing yang tanpa bisa dibuka pun dibaca lembar demi lembarnya melainkan hanya dapat dilalui. Zoya merasakan itu. Mungkin juga Abi. Dan atau mungkin juga Valery yang belum dapat begitu mengerti apa yang telah terjadi di dalam kehidupan ini.
Zoya telah berjanji di dalam hati, tanpa ada seorang pun yang dapat mengusik janji itu, bahwa dirinya akan melakukan yang terbaik demi banyak orang meski sekali pun dirinya sendiri tidak baik-baik saja ketika menjalani semua dan menghadapi semuanya.
Abi, sebagai seorang pria sejati, dan juga sebagai seorang suami yang bertanggung jawab juga setia, dirinya pun adalah seorang anak yang tentu pada hakikatnya akan kembali pada jiwa baktinya terhadap kedua orang tuanya.
Zoya tida