.....
25 Maret 2026
Seorang laki laki dengan kemeja kotak kotaknya terduduk lemas , ia baru saja di berhentikan kerja karena tidak sengaja melakukan kesalahan ditempat kerjanya,lebih tepatnya rekan sesama kerja diri nya yang sudah dianggap sahabat bahkan saudara olehnya yang melaporkan kesalahan yang tidak di sengaja kepada atasan.
Ia tidak mungkin pulang kerumahnya , ibu sudah mengabarkan kepada tetangga bahwa hari ini ia akan di angkat menjadi karyawan tetap dan akan berkesempatan naik jabatan.
"Apa sebaiknya aku mati saja" ucapnya lemah. Saat ini ia berada di lantai atas gedung kosong .
Nyalinya tidak cukup berani untuk terjun, ia merasakan bagaimana rasanya membayangkan sakit jatuh dari atas ketinggian.
Kring!! Kring!!
Perhatian nya teralihkan ke pada benda unik berukiran kayu jati yang berada tepat di dalam tas kerjanya.
"Punya siapa ini?" Ucapnya bermonolog.
Ia tidak punya jam weker tersebut ,apalagi kuno begini.
19:02 ,waktu yang ditunjukkan arah jam tersebut. Ia mengurungkan niatnya untuk membuang jam yang menurut nya unik ,sedikit tertarik dengan jam itu dengan ukiran indahnya yang bahkan belum tentu ada di jual di toko toko jam lainnya.
"Jangan mati,perbaiki"
Ia menoleh ,kosong,tidak ada siapa siapa.
Dengan cepat ia menuruni anak tangga menuju lantai bawah, niatnya untuk bunuh diri buyar sudah,ia lebih takut dengan suara yang ia dengar.
"Nak ,ngapain kamu diatas sana" ucap bapak bapak kira kira berumur 40 tahunan dengan helm kerja proyeknya.
"Edward"
Arthur terkejut ,paman liam teman ayah yang sudah tiada tiga tahun yang lalu karena serangan jantung,kenapa sekarang berdiri tepat di depannya?
"Ku rasa aku salah orang,tapi kau mirip sekali dengan sahabat masa sekolah ku dulu" ucap paman liam tertawa.
"Hati hati nak ,lagi ada pekerjaan" ucapnya berlanjut pergi menemui sesama rekan kerjanya.
Arthur memandang aneh dengan semuanya, gedung ini sudah lama kosong karena masalah sengketa tanah yang akibatnya terbengkalai,kenapa sekarang dibangun kembali dan kenapa paman liam mengenalinya sebagai ayah dan bahkan tidak mengenalinya sebagai anak ayah dan paling membingungkan paman liam sudah tidak ada kenapa baru saja berbicara dengannya.
Aneh....
................The Passage Of Time..........
24 Oktober 1992
Seminggu tepat sejak perjuangan Afa untuk tinggal dan berharap bersekolah disekolah yang sama dengan ibu nya , yah walaupun ibu masih sering curiga dengannya,tapi setidaknya nenek nya yang mendukungnya dan mempercayai semua cerita Afa.
"Benar gak sih yang kamu bilang" ucap ibu di setiap perjalanan mereka.
Afa mengangguk.
Suasana tentram ,indah , tidak banyak polusi udara dan lucu saja Afa yang sudah lulus beberapa tahun lalu dan menggunakan kembali seragam abu abu.
Tidak ada yang menarik kecuali bel sekolah yang masih menggunakan besi dan beberapa murid yang berlari kecil.
"Jangan bertingkah,diam dan tenang" ucap ibu memperingati.
Afa hanya diam duduk di sebelah ibu nya,setelah memperkenalkan diri. Ibu nya menulis dengan hati hati ,sampai mata Afa menangkap dimana ibu nya baru saja menghapus tulisan yang baru saja di tulis dan mencatat kembali tulisan baru tanpa mengganti buku yang lain.
Afa melirik ke dalam laci meja dan buku itu hanya ada tiga ,sedangkan mata pelajaran hari ini ada lima. Afa meneteskan air matanya , hidup ibu tidak seperti diri nya di masa depan ,ia pernah membentak ibu karena hanya dibelikan buku lembar tipis.
............
"Cepat pulang" ucap ibu tergesa gesa,ketika bel sekolah berbunyi.
"Sabar Bu ,kita gak dikejar kejar" ucap Afa santai.
"Ya sudah ,aku duluan" ucap ibu berlari keluar kelas.
Afa mengikuti ibu nya yang berlari tergesa gesa,hingga di sebuah gang kecil ibu dan satu perempuan dengan rambut ikat satu memasukkan buku buku yang di pegang nya ke dalam tas yang ibu gunakan, ia juga tergesa gesa seperti takut terlambat.
Mata Afa melotot ketika perempuan itu menegakkan kepalanya
Afa menggeleng keheranan, ibu pernah cerita jika ia anak tunggal dan tidak memiliki saudara kandung,nenek juga dan Afa sendiri menyaksikan semuanya. Dirumah itu hanya di huni nenek dan ibu nya,lalu siapa orang ini yang mirip dengan ibu
Tapi melihat kejadian langsung di depan matanya,Afa lagi lagi terdiam. Ibu hanya menutupi semuanya. Seberapa banyak rahasia sebenarnya yang ibu sembunyikan...
..........the Passage Of Time.............
27 juli 2026
Suara riuh memenuhi lapangan SMA Pancasila di siang hari itu, gadis dengan rambut pendek dan tubuh berisi dengan bobot hampir 70 kg itu menyatakan cinta ke pada salah satu murid yang terkenal dengan ke tampanan dan prestasi nya dibidang olahraga.
"Gue ,suka sama lo Raja" teriaknya keras sambil memegang tempat yang isinya coklat berbentuk hati itu.
Perasaan yang ia sembunyikan selama awal ia menginjakkan kaki nya di SMA Pancasila,hingga tinggal dua bulan kelulusan ia baru berani menyatakan perasaannya di depan cowok ini.
Raja menerima coklat pemberian perempuan di depan nya,sebelum akhirnya coklat itu dilempar jatuh ke tanah dengan isi yang berhambur ,membuat semua orang yang menyaksikan terkejut tak terkecuali Nima perempuan yang menyatakan cinta nya itu.
Brea satu satu nya Sahabat Nima gadis cantik dengan lesung pipi itu tidak terima dengan perlakuan Raja kepada sahabatnya.
Nima semakin sakit hati ketika ia melihat dengan matanya sendiri ,Raja menarik Brea.
"Gue masih cinta sama lo" ucap Raja yang berada disana Nima masih berdiri kaku.
Mereka pernah menjalin hubungan satu sama lain, dan mereka putus tanpa tau sebabnya ,Nima yang juga beberapa kali bertanya namun Brea tetap diam mengalihkan topik tanpa mau memberi tau informasi kenapa hubungan mereka berakhir.
Brea melepaskan genggaman tangan Raja dari tangannya.
"Ayo" ucapnya marah sambil menggandeng tangan Nima untuk pergi dari sana.
Kekacauan yang di buatnya sendiri membuat diri nya tidak fokus selama mata pelajaran,ia malu,bagaimana diri nya bertemu dengan Raja. Dan satu sekolah juga tau dia siapa, babi yang tidak tau diri.
"Bu,permisi ke toilet" ucap Nima. Ia benar benar tidak fokus.
"Silahkan" ucap guru bahasa indonesia itu dengan ramah.
Brea juga ikutan bersalah ,gara gara diri nya jadi seperti ini.
Nima hanya duduk diatas kloset dan menangis, malu bercampur kesal jadi satu. Kenapa ia bodoh dengan berani tanpa sadar diri melakukan hal barusan.
Cermin di depannya seolah olah berkata "hai sadar diri ,lihat tubuh besar mu dan bandingkan dengan Raja" ,ya menertawakannya lebih tepatnya.
Kring!!!
Nima menoleh ke arah sudut wastafel,jam dengan ukiran kayu jati itu berada disana.
"Siapa yang membawa weker kuno begini ke sekolah".ucapnya tanpa mempedulikan dan mencuci kembali wajahnya.
"Mau memperbaiki?" .
Nima terkejut melotot jam itu bersuara , tapi detik berikutnya ia berjalan keluar kamar mandi,hanya perasaannya saja, mana ada weker bisa berbicara.
................
Nima memutuskan untuk pulang lebih awal ,ia memejamkan matanya.
"Gue mau pindah sekolah" ,lirihnya pasrah.
"Kak,dicari itu sama temannya ",Mira adek perempuan nya yang baru saja masuk SMP itu.
"Bisa gak sih ketuk dulu baru masuk" ucap Nima yang terkejut ,karena adiknya masuk tiba tiba.
"Brea?" Tanya Nima.
Mana tau saja sahabatnya khawatir,dan Brea teman yang sering datang ke rumahnya.
"Bukan,cowok"
Jawaban Mira membuat Nima spontan keluar dan menuruni anak tangga ,hingga
"Raja?" Ucap Nima bingung.
Bukannya baru saja ia menolak nya dan menjadi penyebab mengapa Nima tidak fokus saat pelajaran.
"Maaf,gue gak maksud begitu, nanti malam lo sibuk" tanya Raja.
Nima yang memang dasarnya kecintaan walaupun ditolak ,spontan menggelengkan kepala.
Raja tersenyum "gue mau ngajak Lo nonton,hitung hitung permintaan maaf gue tadi di sekolah".
Nima mengangguk setuju , senyumannya terukir jelas hingga Raja hilang dari tatapannya.
Suatu keajaiban bagi seorang Nima nonton berdua bersama Raja.
Tampilan terbaik Nima ia berikan malam itu , jam 19:00 janji Raja untuk menjemputnya namun tidak ada tanda tanda laki laki itu datang, Nima menunggu di depan rumahnya .
Cafe analis , Raja mengirimi nya pesan jika dia tidak bisa menjemput Nima karena kemacetan yang panjang ,akibatnya Raja menyuruh Nima untuk menunggunya di cafe dan ia akan menyusul. Nima bukan gadis yang manja,tidak masalah bagi nya,Raja yang Menawarkan dari awal ingin menjemputnya,ia bisa pergi sendiri.
Waktu menunjukkan pukul 21:00 wib ,Raja juga tidak muncul bahkan makanan di depannya sudah dingin sejak dari tadi. Nima mencoba menghubungi Raja,namun tidak ada balasan.
Nima kesal,seharusnya dia tidak langsung menerima ajakan Raja.Raja hanya mempermainkannya.
"Lo bego atau apa ya,Lo udah janji sama Nima ,kalau Nima tau bagaimana". teriakan perempuan marah yang suaranya Nima hafal sekali.
Di seberang jalan ,Brea dan Raja sedang bertengkar dan mereka sedang berdua,terlihat Brea menangis lalu di tenangin Raja.
Wah,pemandangan apa barusan.
Suara kendaraan lalu lalang tidak membuat penglihatan Nima kurang jelas,ia meneteskan air mata , walau bagaimanapun mereka pernah menjalin hubungan .
Ia merasa kesal dengan diri nya. Bahkan ia merasa di khianati oleh dua orang yang sangat ia cinta dan sayangi. Sahabat dan pria yang ia suka berpelukan di depan matanya.
Nima diam,mendengarkan percakapan mereka.
"Kenapa harus takut,gue gak mau,lo yang maksa nyuruh gue nonton sama sahabat Lo itu" ucap Raja tidak terima.
"Lo tega! ,Nima itu gadis baik,gue gak mau dia sakit hati ja" ucap Brea menahan tangis.
"Udah gue bilang ,gue gak suka sama dia,kita bisa balikan diam diam" ucap Raja.
Detik itu juga mata Brea menangkap objek di belakang Raja ,diam sambil mengusap air matanya.
Brea melototkan matanya,belum sempat Brea memberi penjelasan,Nima berlari menjauh ,hingga Brea kehilangan jejak.
12:00 AM
Ditemukan tubuh seorang wanita tergeletak dengan banyak darah di area kepala, menurut laporan wanita tersebut bunuh diri dan terjun dari lantai atas sebuah apartemen.
Perempuan dengan baju berwarna merah jambu dan tas yang senada dengan warna bajunya jatuh dengan kepala yang lebih dulu ke sunyinya aspal.
Kring!!!
Nima Anastasia Laksani meninggal di usia 18 tahun .
.........