Angin sore berhembus pelan di desa karang jati,desa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk kota.
Rumah-rumah kayu berdiri rapuh,sebagian miring di makan usia.salah satunya adalah rumah keluarga Yanto-tempat segala cerita kelam ini bermula.
yanto duduk di depan rumah,memandangi langit yang mulai berubah jingga.nafasnya berat.di dalam rumah,ia bisa mendengar suara batuk ibunya yang semakin parah.
sementara adiknya, Rini,masih tidur demam di kamarnya.
Yanto(berbisik pada dirinya sendiri):"aku harus cari uang...kalau nggak,ibu dan rini bisa mati kelaparan."
Pikiran yanto penuh dengan kecemasan,utang keluarga mereka semakin menupuk.Ayah mereka sudah lama meninggal karena kecelakaan kerja.setelah itu,yanto menjadi tulang punggung keluarga,namun pekerjaanya sebagai kuli bangunan tak cukup untuk membayar utang dan biaya berobat.
sore itu,dua orang penagih utang datang.suara ketukan keras di pintu,membuat rini terbangun dan ibu tersentak.
Penagih utang:"Yan!keluar! utang ibumu sudah telat tiga bulan.kalau nggak bisa bayar kami tarik rumah ini!"
Yanto keluar dengan tangan gemetar.
Yanto:"pak,saya mohon kasih saya waktu seminggu lagi.saya lagi cari kerja tambahan."
Penagih utang(dingin):"seminggu terakhir kamu bilang begitu.besok sore,uang harus ada.kalau tidak,siap-siap kamu lihat adikmu tidur di tanah."
para penagih utang pergi,meninggalkan ancaman menggantung di udara.Yanto terdiam,rahangnya mengeras. malam itu,ia duduk di samping lampu minyak,memandangi wajah lemah ibunya dan rini yang tertidur.
Ibu(lirih):" Nak..sudahlah.kalau mereka mau ambil rumah ini,biarkan.ibu nggak mau kamu terus menderita."
Yanto (menggeleng):" Tidak bu,aku nggak bakal biarin rumah ini hilang.aku janji.
Itulah malam pertama yanto mulai berpikir tentang jalan pintas.tentang rumor-rumor gelap soal pesugihan di gunung merapi kecil.
Tentang raja goib yang bisa memberi emas...
dengan harga nyawa...
Dan malam itu,pikiranya semakin keras.
membisik:
" kalau jalan biasa nggak bisa nolong keluarga....mungkin jalan setan bisa.."