Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Omad Cj7
«Mas, sarapan sudah siap,» kata Tindy sambil melongok ke arah kamar. Tindy tersenyum tipis. Tapi senyuman Tindy bukanlah senyuman kebanggaan karena memiliki suami tampan seperti Haryo. « Tindy mengangkat bahu, lalu duduk di antara anak-anaknya, sarapan nasi soto ayam yang dia masak sendiri sejak sehabis subuh tadi, karena pembantu sedang tidak masuk kerja. ».«Karena apa?»Wajah Tindy muram. « Tidak,» kata Tindy, pura-pura tak peduli. Tindy hanya tersenyum mendengarkan celoteh anak-anaknya. Hanya karena mereka bertiga Tindy bisa menjalani hidupnya.«Tidak, tak pernah,» sambung Tindy sambil berlalu. » «Hati-hati Mas,» teriak Tindy».» » Tindy menghela nafas, dan menghembuskannya dengan kasar, lalu kembali ke ruang makan. » «Ibu sudah selesai, setelah membereskan meja, kalian boleh bersiap-siap, Ibu malah belum dandan,» kata Tindy sambil berdiri. » Tindy tersenyum lebar.«Ibu kan tidak pandai berdandan,» kata Tindy sambil berlalu. Tindy masuk ke kamarnya, dan bersiap untuk pergi ke kampus, tempat dia mengajar.«Apa kamu masih suka rumah itu?»«Tentu saja aku suka, cuma harus ada beberapa yang diubah.«Uangnya?»«.«Bukankah aku juga selalu ada disini hampir setiap malam?»«Mengapa Mas tidak mau berterus terang saja sekalian, supaya Mas tidak harus sembunyi-sembunyi». «Nanti kita bicarakan lagi saja, ini aku sudah hampir sampai».«Lagi ngomongin apa nih?»Tindy sedang mematut dirinya didepan cermin. « Jadi kita semua yang harus membereskan rumah,» kata Tindy, «Iya Bu, kami tahu kok. » Tindy tersenyum sambil sekali lagi merapikan dandanannya. Saat itu Tindy baru mulai kuliah di sebuah perguruan tinggi.Tindy terkejut, yang menyapa adalah seorang laki-laki berbadan tegap dan berwajah ganteng. Tindy mengawasi laki-laki ganteng bertubuh kekar itu dengan seksama. Memang Tindy agak lupa, tapi wajah itu seperti dikenalnya. «Kamu Hendri bukan?» Tindy mencoba menebak.«Kamu kuliah disini ?» tanya Tindy sambil terus menatap Hendri. « Kamu semakin cantik Tindy,» kata Hendri. «Hih, baru ketemu sudah merayu,» kata Tindy sambil tersipu. » » «Aku heran, mengapa kita baru ketemu hari ini,» kata Tindy.ic_default
Karena kamu suka Pernikahan · Dokter & Kampus, mungkin kamu suka ini juga:
Pernikahan