Dear love
Semesta mempertemukan manusia dengan caranya
Memuja dengan ribuan doa
Kemudian tenggelam dalam kegelapan dunia
***
"Maraka" panggil lelaki bersurai coklat itu kepada anak laki - laki yang sedang asik bermain basket itu
"Oi"
"Ada projerct baru dan ini handout-nya" jelasnya sambil memberikan lembaran kertas itu
Lembaran itu bersampulkan dengan tulisan Bangsa Collaboration's Project membuatnya menyerngit heran. Ini adalah tahun keduanya berada di sekolah ini tapi untuk ikut serta dalam projek ini rasanya ia tak yakin. Acara ini sudah menjadi acara tahunan wajib SMA Bangsa (Harapan dan Nusa) dan skalanya pun nasional.
Berlebihan melibatkan dirinya - batinnya
"Bengong aja lu" ucap lelaki itu membuyarkan lamunannya
"Kok gue sih? Perasaan gue gaada gawe coba" herannya
"TERUS YANG SERING WIRA WIRI IKUT TOUR INTERNASIONAL SELAMA INI SIAPA HA?!!" sautnya sewot
"Apaan sih lu nying" jawab Maraka
"Udah deh gausah banyak mikir. Ntar sore jam 6 lo ikut rapat. Awas lo nggak dateng. Gue gantung lo di pohon cabenya pak Imran" ancam lelaki itu
"Halah males gue" acuhnya
"Heh. Gue yang tanggung jawab sama lo tau ga! Jangan nyusahin gue. Oke. Gue beliin deh semangka 5 biji" ucapnya sambil menaikkan alisanya
Mendengar kata - kata semangka, jiwa malas Maraka mendadak goyah. Jangan lupakan buah bulat kesukaan lelaki satu ini. Ingat baik - baik!! Ngebujuk anak pak Jatayu tuh pake semangka kualitas no 1 dia bakal dengan senang hati melakukan pekerjaannya. Ah selama halal. Dia nggak mau namanya masuk berita kriminal cuma gara - fara iming iming semangka.
"Sekali lagi, lo janji apa. Ngomong yang bener dong" diam diam Maraka mengambil handphonenya dan menekan tombol record
"Gue. Javier Fallah Sutedja berjanji beliin semangka paling manis kek gue 5 biji Maraka anaknya pak Jatayu kalo dia ikut partisipasi plesss acara ini sukses" ucap lelaki bernama Javier itu dengan percaya diri
"Okeyyyy" ucap Maraka puas sambil menghentikan recordnya
"a***y direkam dong. Ga percaya lo sama gue?!! Kapan coba gue bohong sama lu??!!" ucapnya ngegas
"Kali aja lo lupa" ucapnya sambil tertawa
"Serah lo. Seraaahh. Dah gue mau ke kantor guru dulu. JANGAN LUPA. NTAR SORE. AWAS LO NGGAK DATENG. GUE OBRAK ABRIK RUMAH LO!" ucap Javi sambil meninggalkan Mark di lapangan sendirian
Setelah kepergian Javier, Maraka masih di lapangan basket menikmati angin dibawah pohon beringin itu. Ia melirik handout yang diberikan kepadanya itu. Sepertinya tahun ini jadwalnya akan bertambah padat, belum lagi pekerjaan diluar yang sedang ia kerjakan. Ia kemudian beranjak untuk berganti baju dan mengikuti kelasnya selanjutnya.
****
SMA Harapan Bangsa saat ini sedang kacau. Seluruh siswanya dibuat panik dengan pengumuman panitia hari ini. Hal ini karena pemilihan panitia di SMA mereka ditentukan oleh sekolah, bahkan OSIS tidak dapat ikut campur. Semua siswa bisa saja menjadi panitia dalam acara ini, bahkan mereka yang belum ikut organisasi saja tetap memiliki kemungkinan juga untuk diterima. Itu karena sekolah ini telah membuat aturan yang mewajibkan mereka mengikuti kegiatan di luar mapun di dalam sekolah sejak kelas 10, kegiatan itu kemudian akan dimasukkan resume untuk kenaikan kelas, secara tidak langsung sekolah ini memaksa anak didiknya untuk bersosialiasi dengan orang lain, baik ikut dalam kegiatan sosial, komunitas, serta lainnya, minimal tiap siswa ikut berpatisipasi minimal 2 kegiatan.
Alula pun tak luput dari rasa khawatir, sejak pagi bahkan dia terus berdo'a agar namanya tidak ada dalam daftar. Baginya ikut dalam projek ini sama saja dengan bunuh diri. Panitia akan bekerja keras selama 6 bulan penuh disela kegiatan sekolah mereka, ya meskipun seluruh OSIS memengang garda terdepan tetap saja. Itu akan melelahkan.
"Lun"
"Luna"
"LUN" senggol Rene gemas karena panggilannya terabaikan
"Aduh gue deg deg an nih" ucapnya khawatir
"Liat tuh sekeliling. Banyak temennya" ucap Rene melihat sekeliling
Seluruh kelas saat ini bergulat dengan dirinya masing - masing terhilat jelas mereka sedang khawatir,
"entahlah mereka khawatir tidak diterima atau malah takut namanya terdapat dalam daftar itu" batin Alula
hingga akhirnya suara bel pelajaran pertama berbunyi membuat mereka kembali ke dunia.
***
Pelajaran pertama telah selesai, kelas Kimia ini benar - benar terasa sangat lama. Guru yang biasanya mengajar mereka sedang ada seminar sehingga digantikan guru kelas 10 yang sangat membosankan.
Tiba - tiba suara laki - laki menginterupsi mereka semua
"Selamat pagi seluruh siswa Harapan Bangsa. Saya Carel Ketua OSIS mengumumkan bahwa siswa terpilih sebagai panita projek tahunan Bangsa telah dapat diakses"
Itu suara Carel, ketua OSIS Harapan Bangsa.
Kalian harusnya tau apa yang akan diumumkannya bukan. Seketika seluruh sekolah terdiam, seperti mereka sedang di freeze .
"Silahkan cek laman siswa menggunakan ID masing - masing kemudian klik bagian keaktifan siswa"
Kan ketebak
"Bagi siswa yang terpilih wajib mengikuti rapat perdana dengan OSIS pada pukul 18.00 WIB. Kami tidak menerima keterlambatan, jika ada keberatan silahkan menemui Pak Joko selaku kepala sekolah"
Web sekolah mendadak down, semua orang berlomba mengunduh lampiran itu demi memastikan nama mereka tidak terdaftar dalam lampiran itu.
"Oh iya, pengumuman tambahan. Siapapun yang terpilih diharap untuk tidak memberitahukan kepada orang lain. Silahkan menjaga kerahasiaan ini"
"Sekian pengumuman dari kami. Semoga beruntung" tutup ketua OSIS itu ceria
Ruang kelas Alula kemudian dipenuhi helaan nafas dengan berbagai arti, ada yang berteriak girang karena mereka dapat jatah tampil jadi panitia mungkin, ada yang sedih karena mereka jadi panitia, semua jadi satu. Alula kemudian mengunduh lampiran itu. Hatinya dag dig dug
"Lun gimana??!" ucap Bagas mengagetkannya
"Lo???!!"
"Masuk Concept & Decoration" ucapnya pelan
"Itu sibuk banget Gas" ucap alula prihatin
"GUE -" tiba - tiba Rene memasuki ruang kelasnya dengan perasaan dongkol
"Mau makan rawon" lanjutnya tiba - tiba
"Keterima lo?" tanya Bagas pelan
"Acara" ucapnya pelan
"ALULA, -!" disusul Elva yang merengek
"Pulang bareng yuk" lanjutnya Elva aneh
"Hmm?" tanya Alula
"Acara" ucapnya hampir tak terdengar
Ketiga orang itu saling pandang menunggu Alula bereaksi
"Ini kenapa segeng masuk semua sihhh!!!" ucap Alula pelan sewot
"Lo masuk?!!" ucap Rene dan Elva bersamaan
"Iya masuk ke kamar Zie" acuhnya
Alula kemudian menggelengkan kepalanya menandakan ia tak tau
"Nggak tau nih baru mau buka" ucapnya santai
"Cepet buka"
Alula kemudian me-klik notification kotak surat.
Daftar Kepanitian Bangsa Collaboration
Secret Commite
Alula Carrelia Dewanta - XI MIPA 4
Wajah Alula yang semula santai tidak dapat menutupi keterkejutannya
"Guys, mau makan cilok" ucapnya menunjukan layar handphonenya
"Ini lebih horror ketimbang Annabelle" - Bagas
"Beneran horor ketimbang ujian Fisika" - Rene
" Never never want you
Really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu " - Elva random menyanyikan lagu
"AKU TENGGELEM AKU NGGAK PAKE BH" ucap Alula Kesal
Mereka bertiga menertawai nasib sahabatnya itu, menjadi Secret Commite bisa saja membuat mereka berada di posisi yang lebih menyulitkan, yah walaupun semua kepanitian memiliki tingkat kesulitan masing - masing, namun mereka juga dapat menjadi panitia inti bersama OSIS.
Menakutkan bukan.
***
Jam sudah menunjukan pukul 15.00 menandakan bel pulang. Ia kemudian beranjak memilih pulang lebih dahulu sebelum mengikuti rapat. Sepertinya bulan - bulan kedepan ia akan jarang rebahan dirumah.
Alula memasuki rumah dengan lemas, melihat pengumuman tadi siang rasanya membuat eneginya habis. Benar - benar menyebalkan.
"Tumben udah pulang?" tanya Alula yang melihat Kezie baru saja turun dari ojol
"Ada pertemuan perdana, pulang awal" ucapnya singkat sambil mengembalikan helm ojol
"Napa muka lo lemes kek kurang makan" tanya Kezie
"GUE JADI PANITIA COLLAB" ucap Alula frustasi
"Dih alay" ejek Kezie
"Ih Kezie" Alula mengejar kembarannya itu yang lebih dulu masuk
"Rapat jam berapa?" tanya Kezie lagi
"Jam 6"
"Bareng aja. Ntar pake mobil mama" putus Kezie
"Lah lo juga ikut??" tanya Alula heran
"Gue PJ acara" ucap Kezie santai meninggalkannya menuju kamar
"Kembaran gue berguna juga ternyata di sekolahnnya"
"LA GUE DENGER YA!" teriak Kezie dari dalam kamarnya
***
Bagas Gntng
Bareng aja. Pake mobil mama. Jam 16.30 sini
Y
"Tungguin Bagas sekalian" ucap Luna menginterupsi Kezie yang sedang meinkmati s**u strawberry kesukaannya
"Bakal lama nggak ya?" dumalnya yang masih terdengar oleh Alula
"Kenapa emang?"
"Mau bawa s**u lah. Gabut asli paling ntar disana" ucap Kezie ngagas dong
"Huft. Males gue" ucap Luna tiba - tiba
"WOE KELUAR. AYOK BERANGKAT" teriak bagas dari luar
"Ayok" ucap Kezie menyemangati saudaranya itu sambil mendorong ALula yang ogah - ogahan
"Hmm" Alula kemudian mengekor dibelakang
***
Merek bertiga-Kezie, Alula, dan Bagas terkejut melihat aula Harapan Bangsa yang didekor sedemikian rupa untuk sekedar rapat panitia. Ruangan itu berubah seperti gala dinner dengan meja yang dihias buang ditengahnya dan tertutup kain warna soft. Padahal mereka hanya mengenakan sweter dan kemeja, hah membuat mereka seperti gembel ditengah pesta. Mereka benar - benar takjub hingga suara Carel-Ketua OSIS sekaligus ketua panitia itu menginterupsi mereka. Ah jangan lupakan lelaki itu memakai sweter yang sangat cocok dengannya.
"Terimakasih untuk kehadiran seluruh panitia collab tahun ini. Silahkan untuk menempati tempat duduk sesuai divisi yang telah ditentukan"
"Untuk secret committe silahkan duduk di meja yang berada paling depan"
Ucapan Carel membuat mereka semua orang yang semula duduk sembarangan berpindah untuk menyesuaikan tempat duduk mereka.
Alula kemudian menuju meja yang disebutkan Carel itu. Disana ada 2 kursi kosong dan 4 lainnya telah terisi.
"Permisi" ucap Alula sopan
"Oh kamu juga secret commite. Gue Yessara, dari Nusa Bangsa" ucap perempuan itu ceria
"Ah, Alula. Harapan Bangsa"
"Hai Alula, gue Nadine, sama kaya elu. XI IPS 4"
"Harssa, sama gue Harapan Bangsa, X IPS 2"
"Malik. Nusa Bangsa X Music"
"Kayaknya kurang ya? Ini masih ada sisa satu kursi" saut Yessa
"Iya deh, coba tunggu aja"
"Palingan juga telat" ceplos Harssa
"Sorry telat" suara lelaki itu mengintrupsi mereka berlima
"Maraka. Nusa Bangsa, XI Mus-"
.
.
"MILKSHAKE STRWABERRY" teriak Maraka kaget
***