Keluarga Bangsa (53)
14.30 p.m
Joana a invite you to a group
Carel S
Selamat atas diterimanya kalian semua, sebagai panitia. Gue Carel selaku ketua panita salam kenal semuanya | 15.20 Read (52)
Tendra P.S
Hello guys, kenalin Ten PJ humas. Salam kenal |15.20 Read (52)
-330 unread message-
“Tuhan, beneran masuk jadi panitia aku” gerutu Alula masih tidak percaya melihat notifikasi
Ia kemudian sibuk men-scroll isi room chat group barunya itu, sebagian besar berisi perkenalan anggota dan jokes anak bernama Tendra dan Renjana hingga drama pengeluaran guru PJ acara dari group oleh Tendra.
"Gila juga nih anak" geli Luna
Keluarga Bangsa (53)
Tendra P.S
Btw ini yang ngasih nama group siapa sih?! Kek nama group arisan aja. Anjir | 22.30 Read by 51
Renjana Dio
Masih mending dikasih nama, dari pada dikasih harapan | 22.30 Read by 51
Jojo Joana
Nging nging | 22.31 Read by 51
Harssa Gntng
Nging nging (2) | 22.31 Read by 51
22.31 p.m
Tendra P.S removed Dormakus Chandra
Tendra P.S removed Satria Bumitala
Harssa Gntng
Astagfirullah minta dirukyah banget. PJ b**o ITU | 22.32 Read by 51
Renjana Dio
GILA LO TEN PARAH SIH. BENERAN GA LULUS NIH LO | 22.32 Read by 51
Tendra P.S
aNJIR Gue NgGak sADar ada PJ | 22.33 Read by 51
Carel S
Bukan anggota gue | 22.33 Read (52)
Arawindy Tirta
Bukan dari divisi gue!! | 22.33 Read by 51
***
"MILKSHAKE STRAWBERRY" teriak Maraka memecah keheningan
"Astagfirullah. Selo bosquee" saut Harssa
"Mulut" Yessara ikut emosi
"Bunda kaget" Malik reflek
Alula kemudian mendongak melihat lelaki yang berdiri di samping tempat duduknya itu
"LO?!!!" Alula tak kalah berteriak
"Anjing" ucap mereka bertiga serempak kaget - Harssa, Yessara, Malik
"Sstttt!!!"
Umpatan ketiga manusia itu membuat beberapa pasang mata menatap mereka, membuat meja paling pojok itu terdiam seketika. Maraka yang datang terlambat dan tak memiliki pilihan tempat duduk akhirnya mendudukan dirinya disebelah Alula. Suasana meja itu sungguh canggung dan sedikit kaku - seolah kedatangan Maraka membuat suasana yang tadinya hangat menjadi mencekam.
Ah ini sebenarnya karena efek mereka duduk bersebalahan. Harssa yang melihat pemandangan didepanya -kebetulan ia duduk di seberang mereka- menggambarkan mungkin ada aura hitam dibelakang mereka berdua. Menakutkan. Harssa dengan segala kecerewetannya pun bergidik melihat mereka, takut membangunkan macan yang sedang tidur.
"Yaudah kenalan lagi yuk" bukanya pelan
Itu suara Liana yang mencoba mencairkan suasana antara kedua anak itu
"Gu- gue Harssa" ucap Harssa cepat
"Yessa"
"Liana, panggil Lian aja" ucapnya ceria
"Malik" saut lelaki itu canggung
"Alula" ucapnya datar
"Salam kenal, gue Maraka. Biasa dipanggil Mark, sorry telat" ucapnya mencoba sopan
Pertemun itu kemudian dimulai, membuat manusia di meja itu fokus pada penyampaian di depan namun tidak dengan lelaki yang satu ini. Maraka. Lelaki itu selalu mencuri pandang melihat perempuan yang duduk di sebelahnya itu, mengamati dalam diam sosoknya dari samping.
"Cantik" batinnya tanpa sadar
Merasa ditatap perempuan itu menoleh mendadak membuat Maraka salty melihat sekeliling. Tatapannya sungguh seperti ingin mencakar orang -Sama seperti pertama mereka bertemu, menyebalkan
"lucu banget sih" monolog Maraka
Katakan Maraka sedikit gila. Dia bahkan tidak mengenal benar perempuan disampingnya itu. Dia baru tau namanya saja baru hari ini. Setelah kegiatannya memata matai gerbang Harapan Bangsa selama 2 minggu ini tanpa hasil dan sekarang secara tiba - tiba mereka dapat menghirup udara yang sama.
Stop jangan berpikir ini cinta pandangan pertama akibat acara air numpah kaya drama. Maraka hanya ingin minta maaf dengan benar. Ia bahkan hanya berkata "maaf" tanpa membantu perempuan itu bangun ketika ia tidak sengaja menabaraknya -ya bukan sepenuhnya salahnya sih, salah siapa cerobah-. "Ah pasti sakit terjatuh dan masih mendapat siraman milkshake" sesalnya
***
"Selamat malam. Sekali lagi terimakasih atas kehadiran teman - teman semua dalam rapat perdana Bangsa Collaboration 2020. Saya Carel Sinatira selaku ketua panitia mengucapkan selamat atas terpilihnya teman - teman semua menjadi bagian dalam acara ini"
Pembukaan acara yang dibuka oleh Carel disambut riuh tepuk tangan orang - orang yang hadir malam ini. Acara kemudian dilanjut dengan perkenalan panitia inti yang berdiri di panggung.
"Carel Sinatria, panggil aja Carel. XI MIPA 1 Harapan Bangsa sebagai Ketua Panitia. Mohon bantuannya" ucap Carel semangat
"Renjana Damario, biasa dipanggil Renjana tapi kalo bawa perasaan bisa dipanggil sayang" ucapnya membuat riuh satu ruangan
"Nusa Bangsa. XI Musik 4, wakil ketua" lanjutnya
"Hallo semua!!!" ucap perempuan itu semangat
"Jawab hai cantik kek" ucapnya sewot karena tidak mendapat respon
"Haii" ucap dalam ruangan serempak patuh
"Nah gitu dong! Biar semangat! Oke. Kenalin nama aku Bittar Langit Joana sebagai sekre kalian nantinya. Panggil aja Joana soalnya belom pada kenal banget. Kalo yang udah kenal biasanya manggil njing juga ada. Semangat 6 bulan kedepan!!!" ucapnya membuat gelak tawa dalam ruangan.
"Sumpah ini baru pembukaan. Terus kenapa gue mesti ketemu dia sih" batin Alula
“Dave Athabaligh Pawana, XI MIPA 2 Harapan Bangsa. Sebagai sekre.Mari kerja rodi!! Eh makssud gue kerja keras” ucap lelaki berwajah kelinci itu semangat sambil mengepalkan tangannya menimbulkan gelak tawa seisi ruangan
“Hallo semua a-
“Haiii” ucap semua serempak
“Eh nggak dijawab nggak papa sih” ucapnya malu
“Perkenalkan, Sarasya Megatira, panggil tira aja. Kelas X IPS 4 Harapan Bangsa,sebagai bendahara. Mohon bantuan kakak sekalian. Terima kasih” ucapnya anggun
“Selamat malam semua. Perkenalkan Damira Sutan, XI Seni Nusa Bangsa sebagai bendahara. Mohon kerja samanya. Terima kasih” tutupnya ceria
Merasa ditatap, Alula kemudian melihat lelaki disampingnya menatap seolah berkata "ngapaiin lo lihat - liat". Seperti terpergok lelaki itu menampilkan gelagat aneh yang menyebalkan tentunya baginya
"Aneh" ucapnya pelan
***
Acara kemudian berlanjut dengan penjelasan teknis masing - masing divisi dan jenis perlombaan serta berbagai kriteria lainnya. Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 20.04 menandakan bahwa mereka telah terjebak dalam ruangan itu selama 2 jam.
Namun disisi lain anak perempuan Harapan Bangsa masih menahan kesalnya. Ia masih menyemangati dirinya sendiri bahwa semua akan baik - baik saja.
"Calm down Alula, kita nanti nyebar gaada sedivisi. Sabar" tenangnya
Secret Committe
Tiba - tiba layar presentasi menampakan slide yang membuat orang - orang bingung.
"kalian pasti bingung kan kenapa ada sesi special ini" ucap Joana usil -dia merangkap MC-
Meja pojokan itu -markas anak SC- mendadak bingung dan memfokuskan diri dengan slide didepan mereka. Perasaan Alula makin kacau. Firasatnya mengatakan ini adalah hal buruk.
"Ayolah gue emang aktif kegiatan luar sekolah, cuma ya kalo ikut kek ginian kan ribet. Udah masuk kepakasa, ini nambah - nambahin sok pake tebak tebak zonk" batin Alula gemas
"Setelah evaluasi dan pertimbangan berbagai pihak. Kami memutuskan untuk memisahkan divisi SC tanpa ada penyebaran anggota seperti tahun - tahun sebelumnya"
Gledekkkk
Terdengar suara gemuruh guntur dikepala Alula tiba - tiba setelah mendengar kalimat yang dilontarkan ketua mereka.
Diam sejenak. Hingga Joana mengintupsikan untuk bertepuk tangan dan mengucapak kata selamat.
Alula masih mencerna kalimat itu baik baik, dia harap dia salah dengar. Ayolah dia baru saja berdoa jika dia akan terpisah dengan lelaki sialan ini. Namun seperti ini hanya angan - angannya, hingga suara Carel kembali menginterupsi
"SC akan bekerja dengan PJ dan panitia inti. Kemungkinan SC akan ikut terjun langsung dalam seleksi yang akan berlangsung nanti"
"Alasan keputusan ini, karena anggota SC dipilih berdasarkan pengalaman selama ini, selain itu terpilihnya SC dilakukan dengan pengamatan selama satu tahun terakhir sehingga SC bisa disebut pilar kedua. Mereka juga akan menajadi pengawas dalam tiap divisi"
"Divisi sendiri??!"
"Sendiri!?"
"Pengawas??"
"Gue???!!!"
"SC??!!"
"Ketemu dia??!!"
Alula masih sibuk dengan pikirannya mengabaikan Carel yang masih menjelaskan tentang divisi mereka. Sepertinya dia terlalu durhaka hingga Tuhan mengabaikan harapannya beberapa menit lalu itu.
"Untuk lebih jelasnya, silahakan koor masing - masing untuk tinggal sebentar setelah acara ini dan silahkan pelajari handout yang telah diterima"
Maraka Jatayu Pramadhita (Koordinator)
Baris pertama nama yang Alula lihat dalam daftar nama itu
***
21.15 WIB
Pertemuan itu akhirnya berakhir. Pertemuan yang cukup melelahkan. Alula kemudian berjalan menuju parkiran menunggu Kezie yang masih harus breifing. Tak lama setelah itu Bagas menyusulnya.
"Capek!!!" ucap Bagas sambil meregangkan tubuhnya, terdengar suara tulang yang salih beradu
Alula mengabaikan tingkah tetangganya itu, dia masih meratapi hari ini.
"Hari yang sial" batinnya
15 menit berlalu dan Kezie belum menunjukan tanda - tanda kemunculannya. Alula sudah mulai bosan, parkiran juga sudah mulai sepi.
"Lun katanya disini ada yang nunggu" ucap Bagas tiba - tiba
"Diem" Alula datar
"Katanya tuh"
"BAGAS DIEM NGGAK" sewot Alula
"Kaget lun" ucap Bagas kaget
"Lun"
"Bagas diem"
"Apasih gue diem nih dari tadi"
"Lun"
"BAGASSSSSS!!! DIEM NGGA!!"
Parkiran itu hening seketika, Bagas bahkan tidak menyautnya. Ayolah Alula benci perhoroan ini
"AAAAAAAAAAAAAAAArghhhhhhhh"
***