Pagi itu aku mendatangi sebuah pameran mobil, seperti biasanya disana orang orang miskin sepertiku lebih fokus ke SPG dari pada mobil yang dipemerkan. Ya memang cantik cantik, selain tinggi mereka mempunyai paras yang menawan. Sungguh sempurna jika bisa mendapatkan salah satu dari mereka.
“wih, cantik cantiknya.”
“Ada yang kekorea koreaan juga,kok bisa sampai disini ya hahaa, nyasar kali ya".
Diantara mereka aku fokus kepada seorang SPG cantik bername tag kim. Mungkin dia orang korea, tapi sangat aneh jika orang korea hanya menjadi SPG disini. Masa bodo tentang itu aku ikut dalam sesi photo dengannya, dia dengan menggunakan heelnya tampak lebih tinggi dariku. Mungkin kalau tidak menggunakan sepatu heelnya kita memiliki tinggi yang sama.
Setelah selesai kulihat dan betapa ingin tertawanya aku. Difoto itu aku kelihatan item dan dekil sekali jika dibandingkan dengan kim yang putih bersih. Diibaratkan seperti majikan dan tukang kebunnya. Tak lupa aku juga ikut memfoto kim saat dirinya berfoto bergaya dengan mobil mewah. Tampak sangat serasi antara kemewahan mobil dengan kecantikan kim.
“alamak, capek juga rasanya padahal Cuma foto foto aja, tapi puas banget dapet banyak foto hari ini”
Setelah beberapa jam akhirnya pameran itu selesai, satu persatu pergi keluar gedung. Sementara itu aku malah sibuk dengan hilangnya dompetku. Sepuluh menitan aku mencari tak kunjung ketemu. Sudah kutanyakan dengan teman securityku tapi juga mereka tidak mendapatkan laporan mengenai penemuan dompet. Didompet itu ada kartu kredit, Ktp dan Sim, tentu aku harus menemukannya. bahkan Sampai aku masuk wc wanita.
brakk...
ada suara seseorang memukil pintu, dan sayup sayup aku mendengar orang ngobrol disana, sesekali ada bentakan juga. Aku mendengar suara wanita menangis juga. Karena kepo kuintip dan kulihat ada 2 cowo tampak sepertiku membawa kamera dan tas ransel. Sementara itu ada wanita yang sangat aku kenali, dia adalah kim.
“woi, kalau kamu nggak nurut kami bakal maksa, gimana mau?” kata seorang pria itu.
"nggak aku nggak mau, dasar jelek".
"wkwk" mendengar itu aku sedikit kasian pada kedua pria itu.
Aku mencari kesempatan untuk menolong kim.
Brett...
Baju kim tiba tiba dirobeknya oleh pria pria itu, tampak bra merah kim terlihat jelas dengan buah dadanya.
"tidak, jangan" teriak kim.
“Tenang kami cuma grepe grepe aja kok” kata pria itu. sedangkan pria satunya memfoto foto kim.
Diam diam aku panggil teman security lewat WA. Kuberitahu mereka tentang kejadian sekarang di wc. Kulihat dari jendela mereka tampaknya langsung ketempatku. Kucoba untuk memberanikan diri.
“Jangan perkosa aku, tolong” kata kim sambil sedikit menangis, tampaknya dia fasih sekali berbahasa indonesia.
Pria itu dengan kasarnya menjambak rambut kim dan berusaha meremas dadanya, tapi aku tidak telat kulemparkannya tempat sampah yang masih ada isinya ke badan pria pria itu. Mereka tampak terkejut, dan kulihat kim tampak sangat lega melihatku.
“woi kalian apain cewekku” kataku
“hehh cewek, nggak pantes banget kamu itu” kata pria itu.
“bilang aja iri hahah” ejekku.
“Ya udah, mending lo pergi dari sini kalo nggak ingin terluka, biar kamu pakai cewekmu sebentar.” Kata pria satunya.
“apa kalian pikir aku akan pergi, jangan mimpi” aku lemparkan kembali sampah sampah kewajah mereka.
Kim nampak tersenyum kecil dengan ejekanku kepada kedua pria itu.
“Gua bakal tusuk lo, abis itu bakal gue perkosa pacarmu ini didepanmu biar kamu tau rasa” kata pria itu.
Seorang pria mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan berusaha menyerangku. Karena pada dasarnya aku tak bisa bela diri, aku terkena pisaunya ditanganku. Kucoba melakukan perlawanan untuk menunggu security datang. Tampaknya pria satunya lagi juga membawa pisau. Aku benar benar terkena banyak luka sobekan pisau. Sampai akhirnya security datang dan menyelamatkanku. Mereka berdua juga diringkus dengan alat kejut listrik yang dibawa security. Mereka berdua tampak pingsan terkena sengatan listrik dari security.
“mas bangun, mas... Mas....” teriak kim.
Sementara itu aku terjatuh dan tak sadarkan diri, karena tusukan kecil sudah mengarah ke perutku. Dan membuatku berdarah hebat. Security tampak panik begitu pula kim. Dan itu ingatan terakhirku sampai akhirnya aku terbangun diranjang rumah sakit. Dan kulihat juga orang tua ku menungguku disana. Mereka tampak khawatir dengan ku. Tentu mereka juga menceramahiku dengan kelakuanku yang melawan orang bersenjata dengan tangan kosong. Yang membuatku hampir terbunuh. Tangan kakiku sudah diperban. Begitu perutku juga sudah dijahit. Tampaknya aku memang bener bener parah waktu itu. Aku sedikit membayangkan kenapa aku bisa melawan mereka, tak seperti biasanya. Sifat yang cuek bebek sepertiku bisa melakukan tindakan seperti itu.
“sekarang kamu sudah boleh pulang nak, jangan lupa makan yang teratur. Kata mamaku.
“dan jangan main cewek” kata ayahku.
“Dia jomblo yah” kata mamaku mengejek.
Beberapa hari berlalu tampaknya aku sudah sembuh kembali, walau masih terasa sakit sekujur tubuhku. Ketika pulang aku merasa seperti ada yang mengikutiku dari belakang, dia tampak seperti pria berjaket dengan topi hitamnya nampak sangat misterius. Karena bersama orang banyak aku tak khawatir. Sampainya dirumah kulihat orang itu masih mengikutiku. Baru setelah aku masuk rumah orang itu tampak pergi.
Aku merinding jika orang itu berusaha menyakiti keluargaku. Aku tentu tak mau itu terjadi. Dan esoknya aku mencoba memancing orang itu keluar kembali. Aku berpura pura berlari lari disekitar desa. Karena itu hari minggu, banyak orang yang ikut berlari bersamaku. Teman temanku tampak sangat terkejut melihatku dibalut perban Ditanganku. Mereka menyarankanku untuk berdiam diri dirumah dari pada olahraga yang mana bisa membuatku kelelahan. Tentu tujuanku untuk memancing orang itu keluar, maka resiko apapun aku harus terima itu.
“ayo ikuti aku terus” kataku dalam hati.
Dan akhirnya penantianku itu tiba, orang itu tampak mengikutiku dari belakang. Orang itu tampak membawa sesuatu dari balik tangannya. Orang itu sekarang menggunakan jaket pink. Tentu prasangkaku kalau itu laki laki sedikit buyar. Tapi yang namanya penyamaran bisa saja dia menyamar menjadi perempuan. Itu bisa saja terjadi. Aku memancing dia untuk memasuki gang sepi. Dia tampak tetap mengikutiku. Aku bersembunyi dengan masuk ke gudang kosong. Orang itu tampak melewatiku begitu saja. Langsung saja kusergap dia. Kucoba untuk menyerangnya dengan langsung mencekiknya dari belakang. Di sergap dia dari belakang. Tanganku satunya memeluk sambil tangan satunya mencekik lehernya.