Kabut tebal menggulung pelabuhan utara seperti selimut bisu yang menyembunyikan rahasia. Cahaya lentera di atas dermaga berpendar temaram, diredam kelembapan dan ketakutan yang menggantung di udara. Di balik kabut itu, suara pelan ombak dan derak kayu kapal terdengar seperti bisikan dunia lain.
Cael melangkah pelan di atas papan dermaga yang basah, jubahnya menyapu lantai kayu. Di hadapannya, berdiri sosok berjubah gelap — pria bertubuh tegap dengan bekas luka memanjang di pipi kirinya. Mata si pria tajam seperti bilah pedang yang baru diasah.
"Nama?" tanya pria itu singkat.
"Cael dari rumah Lyanval," jawab Cael tenang. "Aku membawa pesan dari Lady Alerina."
Pria itu menatapnya sejenak sebelum mengangguk dan memberi isyarat. Dua orang muncul dari balik kabut, membawa peti kecil dan seb