Membuka mata perlahan, pandangan menyusur ruangan yang ia tempati, gadis itu Anna, dengan perban yang melilit dari belakang kepala hingga terlihat di dahi gadis itu.
Anna tersenyum pedih, melihat tidak ada satu orang pun menemaninya disini.
Anna tidak mengira bahwa Irene akan sekejam itu, ia juga tidak tahu mengapa Irene memaksanya mengakui perbuatan yang tidak ia perbuat.
Awal mula ia terjebak dalam situasi ini adalah karena ibunya, Desi.
Dulu saat ia yang sedang makan di kantin sendirian tiba-tiba didatangi oleh sekumpulan siswi populer di sekolahannya, itu adalah Xaviora dengan teman-temannya.
Mereka tiba-tiba menyiram es teh yang ia beli ke nasi yang tengah ia makan, mengaduk-aduk dan memaksanya untuk memakannya.
Anna memberontak dan tidak terima, tapi semuanya sia-sia tidak ada