“Kamu pikir bisa membodohiku dengan mudah? Pengeluaran perusahaan sudah cukup besar, Bisma. Dan dua tahun yang lalu kamu justru menambah besar beban pengeluaran kita dengan mempermainkan keuangan perusahaan hanya demi menjadi pengamen dari panggung ke panggung?”
“Aku membeli alat musik itu dengan tabunganku sendiri, Ayah,” bantah Bisma.
“Kamu pikir uang itu kamu dapat dari mana? Sebelum kamu jadi gelandangan dan memilih mengamen dari panggung ke panggung itu, uang sakumu berasal dari siapa, Bisma? Dari Ayah, kan?”
Bisma diam saja. Karena memang benar. Sebelum kartu kreditnya diblokir oleh Pandu, Bisma sempat mengambil sekian puluh juta untuk mendanai terbentuknya Blue Java.
“Jadi, kembalikan seluruh dana itu …” ucap Pandu sembari membuang pandangannya ke luar jendela kaca. “… kalau kam