“Maaf...”
Ucap Shinta sambil tertunduk canggung kini, ia benar-benar di rundungi perasaan tak nyamannya atas apa yang baru saja terjadi padanya.
“Gak ada yang perlu di mintai maaf...”
Balas Galih terdengar begitu santai padanya.
“Tapi Jas dokter... jadi harus kotor kena darah saya...”
Ucap Shinta, dengan tangannya yang kini tengah mengelusi jas putih dokter milik Galih, sangat menyayangkannya karena jadi ikut ternodai, karena malah jadi di pakainya untuk menutupi noda darah pada dressnya itu.
Galih yang sedang menyetir jadi sedikit melirik pada Shinta yang sepertinya benar-benar merasa bersalah padanya.
“Sudah sepantasnya seorang dokter melakukan pertolongan pada pasiennya”
“Dan kalau soal jas saya itu, anggap saja kini giliran saya yang harus memberikan pakaian saya untuk