Rama pov
Aku tak boleh memikirkan hal yang tidak-tidak saat ini. Tak mungkin Shinta pergi diam-diam bersama dokter Galih dan sampai membawa pulang jas dokternya.
“Hhhh... tapi- lalu... itu milik siapa???”
Dalam guyuran shower kini kepalaku tak hanya terus di hujani oleh air, tapi juga dengan banyak sekali pikiran negative soal apa yang sudah istriku lakukan seharian tadi.
‘Dia hanya pergi seminar, itu saja...’
Inginku mengikuti apa kata hatiku untuk selalu percaya padanya, tapi kepalaku sungguh tak bisa berhenti membayangkan apa yang mungkin saja Shinta lakukan bersama laki-laki lain.
“Arrghhh...”
Kuusapi kasar wajahku, berharap bisa menghentikan semua bayang burukku tentang dirinya.
Hingga akhirnya kusudahi acara mandiku dan segera kubalut tubuh basahku dengan handuk.
“M