“Ehmm...”
Pria yang berbalutkan selimut putih nan tebal itu kini terlihat bergerak-gerak gelisah, karena cahaya matahari yang mulai naik dan masuk dari jendela besar, ingin menyapa wajah pria yang nampaknya masih betah untuk terlelap itu.
“Ehmm... sayang...”
Gumamnya sambil mencari wanitanya yang biasanya tepat berbaring di sampingnya.
Dengan matanya yang masih terlalu berat untuk di bukanya, tangan Rama terlihat mulai bergerak, mencari sosok yang sayangnya kini tak bisa di temukannya.
“Sayang...”
Sekali lagi ia mamanggil, dan kali ini Rama sampai sedikit mengangkat kepalanya, karena kebingungan tak bisa menemukan istrinya di pagi hari ini.
“Sayang-“
Saat akhirnya ia terpaksa harus membuka matanya, di lihatnya tak ada siapa pun di ranjang tempat semalaman ia tertidur.
“Ah