“O-oh... sayang....”
“Ehm?”
“I-itu...”
Dengan tergagap-gagap bahkan tak mampu dirinya sampai mengungkapkan pertanyaan di kepalanya, di buat amat kaget dirinya dengan apa yang ada di tangan istrinya itu kini.
“Apa Mas?”
“Itu... kamu bra siapa??”
Tanyanya, dengan mata yang tak di alihkannya sekejap pun dari pakaian dalam yang nampaknya tak begitu asing baginya, bahkan sangat-sangat lekat, membandel, meski ia ingin mengusirnya karena mengusik kepalanya itu.
“Ehmm... ini dapet aku kiriman dari official ehmm... apa itu namanya aku lupa”
Mendengar itu Rama sedikit lega, karena semula ia pikir mungkin saja istrinya itu sempat mengacak-acak mobilnya dan menemukan bra merah yang ada bersamanya dan menjadi jejak wanita di hotel pagi tadi. Meski begitu, Rama di buatnya heran, entah it