Rama Pov
Sudah lama aku tak bertemu dengannya, rasanya ia tak berbeda sama sekali. Meski pun kini ia sudah bukan bagian dari perusahaan lagi, dan sudah dari 4 tahun lalu di tarik ke kantor besar, yang menjadi investor terbesar perusahaan yang sekarang ini kupimpin.
‘Karina dia gak berubah...’
.
.
“Kenapa liatin aku gitu?”
Tanyanya begitu padaku, aku terkehkeh saja jadinya.
Entahlah, rasanya seperti mimpi saja bisa kembali duduk bersamanya. Atau mungkin karena memang sudah lama juga aku tak mengabiskan waktu berdua dengan sahabatku yang satu ini.
Dan lagi saat memandangi dirinya, membuatku jadi bernostalgia, cukup untuk mengingatkanku akan semua hal indah hinga hal buruk sekalipun, saat kubangun perusahaan yang saat ini sudah berdiri dengan kokohnya.
“Aku tambah cantik kan?”