Sekarang sudah seperempat jam sejak aku tiba di halte ini tapi belum juga ada tanda-tanda bus yang akan datang menjemputku, suasana sekitar begitu sunyi tidak ada satupun kendaraan yang terlihat melintas, hanya suara daun pisang dari kebun di seberangku yang terdengar saling beradu karena tertiup angin, sebetulnya itu bukanlah sebuah masalah, Andai saja aku tidak sendirian di tempat ini karena Setidaknya kalau ada orang lain bersamaku bisa membuat begal lebih ragu untuk beraksi. seakan semesta mendengar apa yang aku keluhkan tiba-tiba dari seberang jalan Kulihat ada seorang perempuan yang sepertinya hendak menyeberang kemari, aku tidak tahu dia datang dari mana mungkin karena tadi aku sedang asik dengan ponselku tapi jika kutebak dari outfit yang dia kenakan Sepertinya dia karyawan dari perusahaan di sekitar sini. Dia masih diam di sana padahal Jalan sangat sepi, Apa yang membuatnya tidak segera menyeberang Apakah dia punya trauma, tapi kan kondisinya sedang aman untuk menyeberang bahkan untuk lansia sekalipun, firasatku mengatakan trauma yang dideritanya cukup parah yang akhirnya membuatku berdiri dan berniat untuk membantunya. sepertinya yang aku lakukan adalah hal yang sangat tepat Karena setelah kulangkahkan langkah Pertamaku wanita di seberang langsung tersenyum, senyumannya seakan mengartikan rasa syukur karena mendapat bantuan melihat respon Positif itu membuatku tambah yakin untuk membantunya. semakin dekat jarakku dengan dia semakin lebar senyum di wajahnya, tapi sesuatu yang janggal menghentikan langkahku apa yang sekarang aku lihat membuat tubuhku mematung dan bergidik sejadinya. bagaimana tidak senyum perempuan itu terus melebar saat kami semakin dekat, begitu lebar hingga kedua ujung bibirnya mendekati telinganya matanya yang tadinya ramah kini melotot seakan ingin keluar dari kelopaknya pupilnya mengecil sampai menjadi titik yang amat kecil, situasi ini membuatku sadar kalau alasan mengapa aku tidak takut hantu adalah karena aku belum pernah melihat sosok mereka sebelumnya