Setelah Yong sok selesai membersihkan tubuhnya dari kotoran ia segera dibawa ke tempat tidur wanita kerajaan, Yong sok sangat heran melihat tempat yang begitu indah yang disediakan oleh raja.
"Ah bagus sekali tempat ini," Yong sok merasa terpukau melihat tempat yang begitu indah, dihiasi permadani bercorak emas.
"Tentu ini adalah tempat yang indah, Raja sangat senang berada disini!" Ucap wanita itu. Yong sok terkejut sembari memikirkan apa yang akan terjadi.
"Apakah aku akan di pakai oleh Raja?" Ucap Yong sok sembari ketakutan. Wanita itu hanya tersenyum sembari berjalan mendekati Yong sok ia membisiki yong sok dengan suara menakut-nakuti Yong sok.
" jangan kau jadikan malam ini malam neraka untukmu!" Ucap wanita itu. Yong sok mulai tercengang mendengar ucapan wanita itu, ia tak tau apa yang harus ia lakukan.
"Jadi apa yang harus ku lakukan, agar bisa menyenangkan hati Raja," tanya Yong sok, wanita itu tersenyum dan mengambilkan pakaian untuk dikenakan Yong sok, ia lalu memberikan pakaian itu kepada Yong sok.
"Pakailah Raja sangat menyukai wanita yang rapi," Yong sok segera mengambil pakaian itu. Ia segera mengenakan pakaian yang bercorak benang mas. Setelah memakai pakaian itu Yong sok menatap wajahnya.
"Sungguh indah pakaian ini, aku baru pertama kali memakai pakaian ini." Ucap Yong sok.
"Duduk," ucap wanita itu dengan nada tegas.
"Ada apa?" Tanya Yong sok bingung.
Ia mengambil beberapa aksesoris dan membawanya ke hadapan Yong sok, dan meminta Yong sok untuk melihat apa yang ia bawa.
"Lihat apa yang ada di tanganku," ucap wanita itu. Yong sok segera datang untuk memegang satu persatu yang perempuan itu bawa.
"Apa ini, bagaimana aku memakainya," Yong sok sangat heran melihat aksesoris yang wanita itu bawa. Ia pun membawa Yong sok ke depan lemari hias.
"Duduklah!" Yong sok pun berjalan menuju kursi dan duduk, sejujurnya Yong sok sangat bingung melihat dirinya yang harus menyiapkan perlengkapan untuk bertemu sang Raja.
Wanita itu mulai memoles wajah Yong sok dengan hati-hati, setiap lekukan wajah ia poles agar memperoleh keindahan.
"Cantik," ucap wanita itu. Yong sok segera membuka matanya dan ia sangat kaget melihat wajah yang polos itu berubah menjadi sangat cantik.
"Ah ini biasa saja, masih cantik dirimu," ucap Yong sok. Yong sok tak ingin menyombongkan dirinya, ia ingin bersikap biasa saja dihadapan orang lain.
"Kalau kau bisa membuat sang raja puas kau akan menjadi wanita pilihan sang Raja," ucap wanita itu. Namun Yong sok justru tak menginginkanya.
"Tidak, aku tidak mau jadi wanita pilihan sang Raja," ucap Yong sok ketakutan.
"Tapi ketahuilah bahwa jika menjadi wanita pilihan sang Raja, kau akan bisa meminta apapun yang kau minta, kamu juga bisa membantu kami," ucap wanita itu.
"Membantu apa?" Tanya Yong sok, wanita itu memandang bola mata Yong sok, dan memegang kedua tangannya.
"Kami sangat ingin bebas," ucap wanita itu.
"Kami,,, siapa sajakah yang ingin bebas," tanya Yong sok sedikit merasa heran.
"Kami semua disini sangat ingin bebas, ketahuilah kami sudah sangat lama berada disini!" Ucap wanita itu.
"Bebas!" Tanya Yong sok. Merasa heran dengan permohonan yang ia katakan.
"Ia bebas, kami sudah bertahun-tahun disini, kami sangat ingin bisa pulang ke rumah orang tua kami," tegas wanita itu.
"Jadi aku akan menggantikan kalian," tanya Yong sok. Wanita itu tersenyum sembari mengatakan.
"Iya, tolonglah kami, agar kami bisa keluar dari sini," ucap wanita itu.
"Lalu bagaimana dengan diriku," tanya Yong sok memikirkan nasibnya.
"Kau disini akan baik-baik saja, berperilaku yang baik, agar Raja bisa menyayangi dirimu," ucap wanita itu.
"Apa menyayangi, ah yang benar saja aku harus menjadi wanita pemuas Raja," rengek Yong sok. Yong sok memikirkan dirinya saat berada di satu kamar dengan raja. Ia pun mulai merasakan malu, saat melihat nanti sang Raja bersama dirinya.
"Ah yang benar saja," ucap Yong sok.
"Apa, kau berbicara apa?" Tanya wanita itu.
"Tidak," jawab Yong sok singkat.
Wanita itu memakaikan Yong sok pernak pernik indah di kepalanya, Yong sok mulai memandangi wajahnya. Ia tersenyum melihat dirinya bisa menjadi wanita yang sangat cantik.
"Berjalan dengan rapi, jangan membuat raja Suho kesal," ucap wanita itu.
"Iya," jawab Yong sok sembari melihat keindahan yang ia miliki. ia nampak sangat cantik. Wanita itu mengambilkan Yong sok sepatu kaca yang sangat indah menyelimuti jari kaki Yong sok.
Sekitar satu jam Yong sok mempersiapkan dirinya untuk duduk di samping Raja.
Raja tak ingin melihat wanitanya berada sangat kucel dan lungset, ia sangat ingin ditemani wanita cantik seperti Yong sok.
Sebelum menghadap Raja Yong sook belajar melangkahkan kakinya. Ia sangat kaku, dan sangat sulit untuk berjalan. Wanita itu sangat sabar mengajari Yong sok.
"Kamu harus bisa, tuan raja tak ingin kau terlihat seperti wanita kampungan," tegas wanita itu.
"Ah aku kan memang wanita kampung," Jawab Yong sok.
"Namun sang Raja sudah mengambil dirimu untuk berada disini, jadi kamu harus mempersiapkan diri untuk esok hari?'' wanita itu memberi tahu Yong sok apa saja yang harus ia persiapkan.
"Apa yang harus aku persiapkan," tanya Yong sok. Ia tak tau apa saja yang harus ia persiapkan. Tuan Raja adalah orang nomor satu di negara ini, tak ada orang yang berani membantah kehendaknya.
"Kamu harus bisa berjalan layaknya dayang istana, dan kamu tidak diperbolehkan berlaku kasar kepada Raja," tegas wanita itu.
"Ah mana berani aku berbuat kasar kepada sang Raja," jawab Yong sok. Yong sok tak berani berbuat apa-apa di hadapan sang Raja, ia harus bersikap baik kepada sang Raja.
"Ayo ikuti aku, kamu harus menemani Baginda Raja," ucap wanita itu. Yong sok menganggukan kepalanya sambil berjalan menuju keluar kamarnya menuju tempat Raja duduk.
"Duduklah di belakang sang Raja," perintah wanita itu, Yong sok dengan sangat kaku berjalan untuk duduk di kursi itu.
"Baik," jawab Yong sok. Raja mulai tertawa melihat cara berjalan Yong sok, ia merasa Yong sok seperti kepiting berjalan.
"Benar-benar memalukan, akankah aku bisa berjalan seperti ini setiap hari," keluh Yong sok.
"Tapi memang ini sudah takdir yang harus kutelan pahit-pahit," gumam Yong sok.