Yong sook duduk dekat dengan sang Raja, ia mencoba duduk dengan manis seperti yang diajarkan wanita itu.
"Ah benar-benar lelah duduk seperti ini," iya menahan pegal-pegal yang menyerang tubuhnya.
"Aku bisa mati jika harus duduk seperti ini," Yong sok mulai merasakan kelelahan, sang Raja masih menikmati wanita simpanan sedang menari.
"Kenapa wanita itu, merasa tidak nyaman," ucap seo yin pemimpin para wanita. Yong sok yang merasa lelah dengan tidak sadar merubah posisi duduknya, ia mulai membuka kaki yang tadi duduk secara rapat, mengangkat tangannya untuk menghilangkan lelahnya.
"Ah benar-benar memalukan, bagaimana bisa dia duduk seperti itu," keluh soo yin. Namun Yong sok mulai menguap dengan asyik.
Hah hah hah
"Ah ngantuk sekali," ucap Yong sok. Ia tak menyadari kalau soo yin memandangi tingkah lakunya.
"Dasar wanita bodoh," keluh soo yin. Ia sangat takut Raja melihat tingkah laku yang tak seperti biasanya.
Raja menoleh ke arah Yong sok, ia tak menyadari kalau Raja memperhatikan sikapnya. Raja mulai memanggil Soo yin. Ia mengisyaratkan kepada Soo yin untuk membawa Yong sok keluar.
Soo yin menganggukkan kepalanya ia berjalan menuju Yong sok. Ia memberi tahu Yong sok untuk pergi.
"Ayo pergi," ucap Soo yin.
"Pergi?" Tanya Yong sok bingung. Ia tetap duduk tak mempedulikan Soo yin. Soo yin terus mengajak Yong sok untuk pergi.
"Ayo pergi," ucap Soo yin. Yong sok hanya melihat wajah Soo yin, ia malah menikmati tarian yang berada di depannya.
"Ah benar-benar tidak bisa mengerti bahasa yang sopan,"gumam soo yin. "Apakah perlu aku berbuat kasar dan Baginda marah!" Soo yin marah melihat tingkah laku Yong sok
Yong sok justru tertawa saat melihat penari terjatuh karena terpeleset.
Bruk
Penari terjatuh, ia nampak sangat malu, Baginda menatapnya.
Ha ha ha
Yong sok tertawa terbahak-bahak, semua orang justru mengalihkan pandangannya, mereka mulai menatap Yong sok, namun Yong sok tak mempedulikan tatapan mereka, justru ia berdiri dan menunjuk penari yang jatuh sembari tertawa.
"Ah bodoh sekali, kenapa harus berdiri dan tertawa, Raja pasti akan marah," ucap Soo yin. Ia tak berani menatap Yong sok ia segera mundur.
"Bawa dia," ucap Baginda Raja Yong sok dibawa oleh pengawal, ke penjara bawah tanah. Raja merasa sangat kesal, ia segera pergi meninggalkan Yong sok.
Yong sok justru tertawa, ia merasa lega sang Raja tidak memakai dirinya untuk menemani Raja di ranjang.
"Tak apa, kali ini aku sudah bisa lolos, dari sang Raja, aku benar-benar tak ingin Raja menyentuhku," gumam Yong sok.
Yong sok dibawa ke penjara bawah tanah, ia mulai merasa agak ketakutan.
"Ah tempat apa ini, gelap sekali," gumam Yong sok.
Ayo cepat, pengawal itu menyeret tubuh Yong sok dan ia dilemparkan kedalam ruangan itu.
"Takut, jangan biarkan aku disini!" ucap Yong sok ketakutan.
Ia melihat banyak tikus dan tempat yang sangat kotor, ah kalau tau begini aku tidak mau membuat ulah.
Soo yin mulai tersenyum melihat Yong sok dimasukan ke dalam penjara,
"biar tau rasa dia, memang dia kira dia bisa melawan kami," ucap Soo yin sembari pergi menuju Ruangan Raja. Ia membersihkan tempat yang kotor, mereka tak berani melawan titah Raja. Karena Raja bisa saja berbuat kasar dengan mereka.
"Lihat itu salah satu wanita yang berbuat bodoh, jangan kamu contoh dia, kalau kau masih ingin hidup bahagia," ucap Soo yin menasehati wanita yang lain.
Mereka hanya menundukkan kepalanya sembari membantu Soo yin membersihkan ruangan Raja.
Tolong
Tolong
Tolong
Teriak Yong sok meminta tolong, ia sangat takut melihat tikus yang mendekati dirinya.
Mereka tak bisa mendengar teriakan Yong sok, di penjara bawah tanah, penjara bawah tanah sangat jauh dari dunia keramaian, di sana hampir tak pernah dilintasi orang.
"Ah akankah aku menjadi bangkai disini," keluh Yong sok. Ia pun mulai meneteskan air matanya.
Soo min datang untuk menemui Yong sok. Ia berjalan dengan wajah sedikit sombong, ia memberi tahu Yong sook cara untuk keluar dari tempat itu.
"Hai kau," panggil Soo min. Yong sok segera berdiri mendekati Soo min.
"Ada apa?" Tanya Yong sok kepada Soo min. Soo min tersenyum sembari menatap wajah Yong sook.
"Kalau kau ingin keluar dari sini, kau harus melakukan sesuatu," ucap Soo min. Yong sok tak berpikir apapun ia hanya ingin keluar dari lubang neraka itu.
"Apa? Katakan lah aku akan menuruti semuanya, aku sangat ingin keluar dari sini," ucap Yong sook.
"Ketahui bahwa dirimu tak akan bisa keluar sebelum kau merelakan hidupmu untuk Raja," ucap Soo yin memberi tau Yong sok. Yong sok tak berpikir lama Yong sook segera menyetujui perintah Soo yin.
"Baiklah, aku setuju," ucap Yong sok.
Soyin meminta pengawalnya mengeluarkan Yong sook.
"Keluarkan dia, aku akan membersihkan tubuhnya untuk dipersembahkan kepada Raja," ucap Soo min. Yong sok tidak tahu apa yang harus ia lakukan ia hanya bisa menangis merenungi nasibnya.
"Ah malangnya diriku aku harus merelakan hidupku untuk melayani laki-laki tua itu," keluh Yong sok dalam hati. ia tak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, hidupnya benar-benar berada dalam kesedihan.
Ia mulai meneteskan air matanya. Dengan demikian ia mulai merasa lega, meskipun nasib buruk seperti apa yang akan menemuinya esok.
Ia mulai dikeluarkan dari penjara, dan ia dibawa ke dalam danau untuk dibersihkan tubuhnya dari kotoran, yang menyelimuti tubuhnya.
"hari ini, aku harus benar-benar membersihkan tubuhku, aku seperti tuan putri yang harus bersikap rapi dan sopan, benar-benar sulit," gumam Yong sok.
Saat ia sedang mandi Yong sok tiba-tiba terjatuh dan terpeleset.
Byur
Glop glop glop
Yong sok naik turun dalam air ia tak bisa berenang. Soo min segera mencari bantuan. Ia berlari menuju pengawal kerajaan.
"Tolong, Yong sok tenggelam," suara yang diiringi dengan ke gugupan.
"Baik saya akan segera menyelamatkannya," pengawal itu berlari menuju danau.
Yong sok sudah tenggelam pengawal segera meraih tubuh Yong sok untuk dibawa ke pinggir daratan. Tubuh Yong sook sangat pucat, pengawal mencoba untuk menyelamatkan Yong sook.
"Cari tabib," ucap Soo yin memerintahkan pengawal yang berdiri di sampingnya.
"Baik nyonya," pengawal berlari menuju ruang tabib. Yong sook belum juga sadar, ia masih memejamkan matanya.
Pengawal menekan-nekan perut Yong sok namun dia tidak ada respon, tubuhnya masih tertidur dan belum menunjukkan tanda-tanda sadar.
"Apa dia meninggal?" Tanya Soo yin, ia merasa khawatir melihat keadaan Yong sok. Yong sok belum juga sadar, bibirnya semakin pucat.
Soo min berjalan kesana kemari memikirkan keadaan Yong sok, ia sangat takut kalau Yong sok meninggal dunia, ia takut Raja murka padanya.
"Ayo tolong, jangan biarkan dia mati," ucap Soo min memerintahkan pengawalnya untuk menyelamatkan Yong sook.