Hup hup hup
Pengawal memberikan nafas buatan untuk menyelamatkan Yong sook.
Uhuk uhuk uhuk
Yong sok mulai terbatuk dan mengeluarkan air, pengawal segera menekan perut Yong sok. Yong sok kembali mengeluarkan air dari dalam perutnya. Awalnya Yong sok marah ketika ia diberi nafas buatan.
"Siapa, siapa yang berani mencium bibirku," teriak Yong sok.
Soo min mendatangi Yong sok dan berkata.
"Hey kau hampir saja mati tenggelam, kenapa harus marah saat kami menolongmu," ucap Soo min memarahi Yong sok.
"Apa! Apa katamu?" Tanya Yong sok dengan suara tinggi.
Soo min segera berkata.
"Hey Yong sook, apakah kau tidak bisa berterima kasih pada kami," ucap Soo min.
"Apa berterima kasih, setelah membuatku seperti tak berharga," ucap Yong sok.
"Hey dasar, wanita tak tau malu." Ucap Soo min, Soo min tak ingin ia banyak berdebat ildengan Yong sok, ia segera pergi meninggalkan Yong sok.
"Ah dasar wanita keras kepala," ucap Soo min, Yong sok berdiri sendirian di pinggir danau, pengawal meninggalkan dia sendiri di pinggir danau.
"Pergi! Pergi! Pergi!" Usir Yong sok, Yong sok sangat kesal melihat mereka meninggalkan dirinya duduk sendiri. Tibalah seorang tabib ditemani oleh pengawalnya.
"Lo kemana perginya mereka, bukankah disini ada wanita yang tenggelam," ucap tabib. Sembari melihat kekanan dan kiri, ia tak juga melihat ada orang berkerumun ia melihat Yong sook sedang duduk sendiri.
"Hey nyonya!" Panggil tabib.
"Apa!" Jawab Yong sok singkat. Wajahnya masih diselimuti rasa marah dan kesal ia merasa pengawal itu mengganggu pandangan matanya.
Tabib dan pengawal mendatangi Yong sok sembari berkata.
"Tahukah nyonya, dimana orang yang tenggelam?" Tanya pengawal. Yong sok pun menjawab dengan nada kesal.
"Apa kau tidak melihat pakaianku yang basah?" Tanya Yong sok kepada pengawal. Pengawal pun mulai melihat tubuh Yong sok yang basah.
"Iya aku melihat pakaian Noona basah!" Jawab pengawal. Yong sok pun menjawab.
"Jadi tak perlu aku beri tau siapa yang sudah tenggelam!" Tegas Yong sok. Pengawal pun menundukkan kepalanya.
"Iya nona saya paham!" Pengawal pun pergi meninggalkan Yong sok, ia tak ingin melihat Yong sook semakin kesal.
"Ah dasar pengawal yang sama bodohnya," ucap Yong sok. Yong sok kembali ke istana untuk mengganti pakaiannya.
Soo yin melihat Yong sok berjalan dengan pakaian basah dan segera bertanya kepada Yong sok.
"Lo kenapa dengan pakaian mu?" Tanya Soo yin.
"Ah biasa, hari ini memang hari yang menyebalkan untukku," jawab Yong sok dengan nada kesal.
"Ah kamu saja memang orang yang tidak berhati-hati," tegas Soo yin. Ia pun berjalan menuju ruangan ganti baju.
"Mau kemana nyonya?" Tanya Yong sok. Ia tak tau kemana Soo yin berjalan.
"Bukankah kau perlu mengganti pakaian mu, pakaianmu basah, bukan!" Tegas Soo yin. Yong sok pun tersenyum mendengar ucapan Soo yin.
"Kau memang baik," Yong sok memuji Soo yin. Soo yin tersenyum mendengar pujian Yong sok. Ia Pun memilih pakaian untuk di pergunakan Yong sok.
"Ini pakaian yang harus kau pakai," Soo yin memberi pakaian kepada Yong sok. Yong sok pun melihat detail pakaiannya,ia sangat senang dengan motif pakaian yang Soo yin berikan.
"Terimakasih nyonya," ucap Yong sok. Ia pun segera mengganti pakaiannya yang basah dengan pakaian yang bersih.
"Ini sangat bagus dan pas di tubuhku," ucap Yong sok. Ia pun mulai merapikan rambutnya dibantu oleh Soo yin.
"Sini biar aku bantu membuat gelungan di rambutmu," ucap Soo yin. Soo yin lalu mengambil sisir dan ikat rambut ia mulai menata rambut Yong sok.
"Taat lah pada peraturan," ucap Soo yin. Yong sok hanya tersenyum. Ia benar-benar ingin hidup bebas.
"Aku ingin bebas," jawab Yong sok. Soo yin tersenyum mendengar ucapan Yong sok. Soo yin tak ingin terjadi sesuatu pada Yong sok, ia tak ingin melihat Yong sok berada dalam bahaya.
"Kau tidak bisa keluar dari sini, sebelum Raja mengeluarkan dirimu, kalau kau memaksa Raja akan membunuhmu," tegas Soo yin. Yong sok tercengang mendengar ucapan Soo yin ia mulai ingat apa yang terjadi pada dirinya dan keluarganya sebelum ia sampai disini.
"Baik, aku akan mencoba untuk berbuat baik disini, aku tak ingin membuat keluargaku dalam bahaya," ucap Yong sok.
"Bagus kalau kau memikirkan nasibnya keluarga dirumah," jawab Soo yin. Soo yin melihat Yong sok nampak cantik di usia yang masih muda, wajar saja kalau ia ingin merubah nasibnya.
"Disini kamulah wanita yang paling cantik dan muda, Raja pasti akan menyayangimu melebihi kami," ucap Soo yin. Yong sok memutar kepalanya dan menatap Soo yin.
"Ah apa kamu gila," jawab Yong sok. Yong sok tak ingin dirinya menjadi wanita yang diperlakukan untuk memberikan kepuasan kepada sang Raja, ia sangat ingin menikah dengan seorang pria yang ia cintai.
"Lupakan impianmu untuk menikah dengan pria lain, karena itu semua tidak mungkin terjadi pada dirimu," tegas Soo yin.
"Benarkah?" tanya Yong sok. Yong sok belum mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi pada dirinya.
"Disini tuan Raja menjadikan wanita simpanannya sebagai istri simpanan, namun kita hanya simpanan saja tidak lebih dari itu, bahkan kita dilarang untuk hamil," jawab Soo yin. Yong sok mulai merasakan sedih. Karena ia harus menjadi selir kerajaan.
"Apakah kami bisa keluar," tanya Yong sook. Soo yin pun menjelaskan.
"Kita bisa keluar setelah usia 29 tahun, Raja tidak menginginkan wanita tua datang untuk melayaninya," ucap Soo yin.
Yong sook mulai paham dengan apa yang dimaksud oleh Soo yin, ia pun mulai menguap dan merasa tubuhnya sangat lelah, insiden hari ini sudah membuat Yong sok lelah.
"Aku lelah sekali," Yong sook menguap sembari menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
"Ayo ikuti aku, akan aku tunjukkan tempat untukmu beristirahat," jawab Soo yin. Soo yin pun keluar menuju kamar yang akan di tinggali Yong sok.
Krek,,,
Soo yin membuka pintu kamarnya. Yong sok berjalan mengikuti Soo yin masuk kedalam kamar itu.
Ia melihat tempat tidur yang sangat indah dan megah, ia melihat banyak hiasan bercorak emas menyelimuti dinding dan dipan yang akan dipergunakan oleh Yong sook.
"Ini tempatnya, kamu bisa beristirahat disini," ucap Soo yin.
Yong sok lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Enak sekali, tubuhku sangat rileks," ucap Yong sok. Yong sok adalah wanita yang memiliki sikap ceroboh, dirinya sering muncul untuk membuat keributan. Umur yang masih muda membuat ia masih ingin berpetualangan menikmati indahnya hidup di Dunia. namun sikap yang ia perbuat merugikan. orang lain, yang tidak tahu apa-apa.