Namjoo pun tidur untuk memulihkan staminanya, ia tak ingin dirinya semakin lemah. Namun saat ia tertidur ia pun mulai teringat masa-masa yang terjadi.
"Ah sakit!" Namjoo berteriak karena kepalanya mulai terasa sakit. Tabib Todu pun datang untuk memeriksa keadaan Namjoo ia khawatir terjadi sesuatu pada Namjoo.
"Aku periksa dulu tuan?" Tabib Todu segera memeriksa keadaan Namjoo. Namjoo pun keluar keringat panas dingin dan membuat dirinya semakin gelisah untuk mengahadapi rasa sakitnya.
"Pengawal..." Panggil tabib Todu kepada pengawal kerajaan. Ia tak ingin terjadi sesuatu pada Namjoo, ia segera meminta pengawal untuk membantu tabib.
"Ada apa tabib?" Pengawal itu menghadap kepada tabib kerajaan.
"Ambilkan aku ramuan ini!" Tabib meminta pengawal untuk mengambilkan segera beberapa ramuan untuk bisa mengobati keadaan Namjoo.
"Baik tuan." Pengawal itu segera berlari menuju gudang ramuan dan memberikan resep-resep yang di berikan tabib kepada salah satu penjaga gudang ramuan.
"Ini tolong segera Carikan ramuan ini!" Pengawal kerajaan memberikan penjaga gedung ramuan untuk bisa mendapatkan obat-obatan yang sudah di tulis oleh tabib.
"Baik tuan!" Ia segera mengambil ramuan-ramuan yang sudah di tulis.
"Ini tuan." Penjaga gedung ramuan memberikan kantong yang berisi ramuan yang akan di berikan oleh Putra Mahkota.
"Terimakasih!" Ia segera bergegas menuju ke ruangan Namjoo untuk memberikan semua ramuan kepada tabib kerajaan.
"Terimakasih." Tabib itu segera mengobati Namjoo yang sedang kesakitan setelah beberapa ramuan di rebus dan di berikan kepada Namjoo. Rasa sakitnya pun mulai berkurang.
"Apakah sudah membaik?" Tanya tabib Todu. Namjoo pun mulai keluar keringat. Ia pun memuntahkan cairan dari mulutnya. Tak disangka ada gumpalan darah yang keluar dari mulutnya.
"Ini dia darah yang menyumbat sudah keluar!" Tabib Todu tersenyum saat melihat darah kotor keluar dari mulut Namjoo.
"Apakah aku baik-baik saja?" Namjoo sangat takut terjadi sesuatu pada dirinya. Tabib itu pun tersenyum melihat Namjoo.
"Esok kamu akan sembuh. Ucap tabib. Namjoo pun merasa lega dirinya akan baik-baik saja. Padahal awalnya ia sudah takut jika terjadi sesuatu pada dirinya.
"Tabib aku berterima kasih kamu sudah membantuku!" Namjoo pun berterima kasih kepada tabib yang sudah menyelamatkan nyawanya.
"Ada apa ini?" Tanya Ratu Hwang in saat melihat ada darah di dekat putra mahkota.
"Darah yang menyumbat sudah keluar Ratu, Putra Mahkota akan baik-baik saja!" Jawab tabib Todu.
"Aku senang mendengar ucapan mu!" Ratu sudah merasa tenang saat mendengar Putra mahkota akan baik-baik saja.
"Namun akan ada darah yang keluar lagi saat masa penyembuhan!" Ucap tabib Todu. Ratu Hwang in terkejut dan menatap Tabib kerajaan.
"Apakah itu akan baik-baik saja?* Ratu khawatir akan terjadi sesuatu pada Putra mahkota.
"Tidak apa-apa Ratu, justru jika gumpalan tidak keluar akan membahayakan nyawa Putra Mahkota." Jelas tabib kerajaan. Namjoo pun memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa sakitnya. Ia begitu kesakitan saat ia harus menahan rasa sakit yang ada pada tubuhnya.
"Sayang apakah kamu baik-baik saja?" Tanya ibu Ratu kepada Namjoo.
"Aku baik-baik saja ibu Ratu!" Namjoo merasa dirinya baik-baik saja dan tak terasa hal yang menyakitkan.
"Baiklah ibu akan kembali ke ruangan ibu Ratu." Ibu Ratu berjalan menuju ke Ruangan kamarnya. Ia tak ingin membuat Raja menunggu dirinya.
Sesampainya di dalam ruangan tempat istirahat, Baginda segera menanyakan keadaan Namjoo.
"Ratu bagaimana keadaan Namjoo?" Baginda mulai mengkhawatirkan keadaan Namjoo.
"Namjoo baik-baik saja, ia barusan mengeluarkan darah dari mulutnya." Ratu Hwang in memberi tahu suaminya.
"Apa darah?" Raja khawatir akan terjadi sesuatu pada putra mahkota.
"Iya darah!" Raja rasanya tak percaya jika Putra mahkota baik-baik saja.
"Seharusnya aku tak menghukum Putra ku!" Raja mulai menyesal. Sebenarnya Ratu Hwang in marah ketika melihat Raja menghukum putra mahkota namun ia tak berani melawan titah sang Raja.
"Kita harus mencari obat agar putra mahkota Segera baik-baik saja!" Ratu Hwang in tak ingin terjadi sesuatu pada putra mahkota. Ia takut putra mahkota mengalami penurunan daya tahan tubuh.
"Sang Raja harus menjadi kuat, tapi tak harus menghukum Putra Mahkota, aku berharap Sang Raja tak menghukum Putra Mahkota lagi." Ibu Ratu memberanikan untuk menasehati Baginda Raja. Baginda Raja pun mulai menyadari sikap arogannya membuat putranya terluka.
"Tak seharusnya aku bersikap seperti itu pada Putra Mahkota." Raja menyesal. Mereka pun mulai naik ke atas ranjang seperti permadani yang indah di kelilingi oleh mas berkilauan.
"Ratu..." Panggil sang Raja. Ratu pun menatap ke arah wajah sang Raja.
"Saya Baginda." Jawab ibu Ratu dengan rasa penuh hormat kepada Sang Raja.
"Aku mau putra kita dirawat dengan baik sampai sembuh!" Perintah sang raja. Raja tak ingin terjadi sesuatu pada Putra Mahkota.
"Baik Raja." Ibu Ratu mengikuti setiap saran yang di berikan oleh Baginda Raja. Ia tak berani melawan titah sang Raja. Sang Raja adalah pemimpin kerajaan besar Sun Flowers.
"Ibu Ratu, Namjoo harus mendapatkan perawatan secara disiplin, kerahkan semua tabib untuk mengobati Putra mahkota!" Raja meminta untuk memberikan perawatan yang terbaik untuk putranya.
"Baik Raja." Ibu Ratu pun keluar dari ruangan untuk memerintahkan kepada para pengawal untuk menghubungi tabib hebat di luar istana untuk mengobati Namjoo.
"Pengawal kamu harus membawa tabib dari luar istana untuk menjaga Namjoo agar ia bisa segera pulih!" Perintah ibu Ratu.
"Baik, Ibu Ratu." Pengawal itu segera memerintahkan prajuritnya untuk mencari tabib di luar kerajaan.
"Prajurit ayo kita cari tabib dari luar kerajaan untuk mengobati Putra Mahkota." Mereka pun segera mencari tabib di luar kerajaan. Saat mereka sudah menemukan tabib dari luar kerajaan. Mereka segera membawanya ke dalam Istana.
"Ini tabib yang Ibu Ratu minta." Tabib itu pun masuk ke dalam ruangan Putra Mahkota. Saat mereka mencoba untuk memeriksa keadaan Putra Mahkota. Putra mahkota kembali mengeluarkan Darah dari mulutnya.
"Tuan apakah baik-baik saja?" Tanya tabib kepada Namjoo. Namjoo nampak lemas dan pucat.
"Todu ayo kita segera meracik ramuan!" Dua tabib itu pun segera meracik ramuan untuk mengobati keadaan Namjoo. Namjoo sangat lemas dan membuat dirinya tak berdaya.
Namjoo kembali pingsan, Ibu Ratu semakin bingung saat melihat Putra Mahkota pingsan, ia sangat takut terjadi sesuatu pada Putra Mahkota.
"Namjoo bangun?" Ibu Ratu meminta putra mahkota untuk bangun. Tabib itu pun dengan segera memeriksa keadaan Namjoo. Dan memberikan ramuan itu kepada Namjoo agar Namjoo segera pulih dan siuman. Ibu Ratu meneteskan air matanya ia tak sanggup melihat ke adaan Putra mahkota. Putra satu-satunya yang ia miliki dan yang sangat ia sayangi. namun harus merasakan rasa sakit.