Ratu Hwang in pun takbtega saat melihat Namjoo mendapatkan hukuman dari sang Raja. Ia pun tak berani menghentikan titah sang Raja.
"Baginda…" Namjoo pun pingsan. Ia tak bisa menahan rasa sakit yang Baginda cambukan ke tubuh Namjoo.
Baginda terkejut saat melihat Namjoo pingsan, ia segera menghampiri Putra Mahkota untuk melihat keadaan Namjoo.
"Pingsan!" Baginda Raja memegang urat nadi Namjoo. Ia pun meninggalkan Putra Mahkota Kerajaan Sun Flowers di halaman istana. Ratu Hwang in segera menghampiri Namjoo, ia segera memberikan pertolongan kepada Namjoo.
"Pengawal bawa Putra Mahkota menuju ke kamarnya!" Perintah Ibu Ratu. Pengawal itu pun segera menghampiri Namjoo untuk memberikan pertolongan.
"Tuan saya bantu tuan ke kamar!" Pengawal itu membawa Namjoo menuju ke kamarnya. Ia tak ingin terjadi sesuatu pada Namjoo. Mereka segera memberi tahu tabib untuk mengobati Namjoo.
"Jonghu kamu pergi menuju tabib todu!" Perintah Pengawal Kerajaan.
"Baik tuan." Jonghu segera berjalan menuju ke tempat ruangan tabib todu. Mereka melihat tabib todu sedang beristirahat di atas galar bambu yang berada di dalam ruangannya.
Huhuhu h. SD mode beranjak dari tidurnya menghampiri Jong hu.
"Ada apa?" Tanya tabib Todu. Ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada orang dalam istana.
"Tuan Namjoo sedang pingsan!" Jong hu memberi tahu kepada tabib Todu ke adaan Putra Mahkota. Tabib Todu segera menutup pintu ruangannya dan mengikuti langkah kaki Jong hu dan beberapa pengawal Kerajaan yang lainya.
"Aku bingung dengan apa yang sedang menimpa Tuan Namjoo?" Tabib Todu penasaran dengan apa yang terjadi pada tuan Namjoo. Ia baru saja bertemu dengan tuan Namjoo dalam keadaan baik-baik saja.
"Nanti tabib juga tahu apa yang terjadi pada tuan Namjoo!" jawab Pengawal Kerajaan. Namjoo tak tahu jika dirinya akan separah ini. Ia harus menahan semua rasa sakitnya yang ada pada tubuhnya. Raja Suho melupakan satu hal yang tak pernah ia lakukan. Ia dilarang mencambuk Putra Mahkota meskipun ia bersalah.
"Ibu Ratu… tabib sudah datang." Pelayan kerajaan bernama Jong Hyun memberitahu kepada Ibu Ratu bahwa tabib Todu sudah sampai.
"Baik saya akan menemui tabib Todu." Ibu Ratu berjalan menuju ke ruangan Namjoo beristirahat. Ia melihat tabib Todu sedang memeriksa keadaan Namjoo.
"Apa yang terjadi pada putra Mahkota?" Tanya ibu Ratu kepada tabib Todu.
"Tuan Namjoo merasa syok saat ia mendapatkan hukuman Sang Raja." Jawab tabib Todu. Ia pun segera mengecek keadaan Putra Mahkota dan membubuhkan ramuan di tubuh Putra Mahkota.
"Baginda Raja keterlaluan, mengapa ia harus menghukum Putra Mahkota?" Ibu Ratu sangat bingung saat dirinya harus berhadapan dengan Baginda Raja untuk memperjuangkan nasib Putra Mahkota.
"Aku tak tega saat melihat Namjoo harus merasakan semua penderitaan ini." Ibu Ratu meneteskan air matanya ketika melihat satu-satunya Putra yang ia miliki harus merasakan kesakitan karena hukuman yang di berikan Raja Suho.
"Aku pun tak bisa menahan Raja saat ia menginginkan sesuatu!" Ibu Ratu membersihkan air matanya. Ia berjalan menuju ke tempat istirahat Baginda Raja.
"Baginda Raja." Ibu Ratu menundukkan kepalanya memberikan rasa hormatnya.
"Masuk!" Baginda memerintahkan ibu Ratu untuk masuk ke dalam Ruangan Raja Suho. Ibu Ratu pun masuk ke dalam Ruangan Raja Suho. Ia melihat Raja Suho nampak khawatir dengan keadaan Namjoo.
"Ratu apakah Namjoo baik-baik saja?" Tanya Baginda raja. Saat ibu Ratu mendengar pertanyaan vRaja Suho rasanya ia sangat ingin memarahi Raja Suho. Namun ia harus tetap menahan semua emosi yang berada dalam hatinya.
"Namjoo belum juga sadar?" Jawab bunda Ratu dengan meneteskan air matanya. Raja merasa bersalah ia segera beranjak dari duduknya menuju kamar Namjoo.
Pengawal mengikuti langkah kaki Raja Suho untuk mengawal Sang Raja. Saat sampai di depan pintu Kamar Namjoo ia melihat Namjoo terbaring kemah tak berdaya, menahan segala rasa sakit yang menimpa dirinya.
"Tuan Putra Mahkota sangat parah!" Ucap tabib Todu. Raja mengangkat tangannya mengisyaratkan bahwa ia tak ingin dengar hal yang buruk.
"Tolong selamatkan Putra Mahkota!" Raja Suho Meminta untuk menyelamatkan Putra mahkota. Tabib Todu menundukkan kepalanya. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk bisa membantu Putra Mahkota yang sedang mengalami kritis.
"Tuan hamba terus mencoba untuk membantu Tuan Namjoo sepenuh jiwa saya tuan, Namun?" Tabib Todu tak yakin jika tuan Namjoo akan baik-baik saja.
"Namun apa?" Raja pun penasaran dengan apa yang ingin Tabib Todu katakan.
"Tuan Namjoo sangat parah!" Jawab tabib Todu. Raja pun sangat bersalah ia pun pergi meninggalkan Putra Mahkota. Rasa khawatir pun bertambah saat ia harus mendengar ucapan Tabib Todu.
"Bantu dia!" Raja berjalan meninggalkan tabib Todu. Air matanya yang tadi ia tahan mulai menjadi genangan yang siap untuk meneteskan air matanya. Raja Suho menahan kesedihannya, ia tak ingin dirinya mengeluarkan air matanya.
"Tuan mau kemana?" Tanya pelayan yang berdiri di samping Raja Suho. Ia menatap tajam wajah pelayan itu.
"Kembali ke Ruangan ku." Raja Suho berjalan menuju ke Ruangannya. Namun pelayan itu ingin memberi tahu bahwa ibu Ratu sedang sakit dan mencari Raja. Ia tak berani memanggil Raja Suho.
"Aku harus berkata apa?" Pelayan itu sangat bingung. Raja Suho segera masuk ke dalam ruangannya. Ia segera meneteskan air matanya. Ada rasa penyesalan yang ada dalam hatinya.
"Aku menyesal telah membuat Putra ku seperti itu!" Tetesan air matanya pun keluar. Raja Suho yang bersikap acuh itu pun mulai meneteskan air matanya. Rasanya sangat sulit jika sampai Putra mahkota meninggalkan dirinya.
"Aku harus segera bertindak!" Raja Suho segera mencari cara untuk bisa mendapatkan tabib yang bisa mengobati Putra Mahkota.
"Aku menyesal sudah menghukum Putra Mahkota!" Raja Suho sangat menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan. Mengingat Putra Mahkota adalah pewaris tunggal yang via miliki.
Ibu Ratu pun mencoba untuk menguatkan dirinya, namun ia justru merasa sakit setelah melihat Putra kesayangannya sedang mengalami kritis.
"Aku nggak sanggup melihat Namjoo…" hiks hiks hiks hati seorang ibu tak akan pernah bisa menahan kesedihannya jika melihat anaknya terbaring tak berdaya. Ia sangat ingin melihat Raja Suho meneteskan air matanya menyesali perbuatannya. Namun itu tidak mungkin rasanya sangat sulit bisa melihat Raja Suho menangis.
"Aku harus mencari Raja Suho!" Ibu Ratu beranjak dari duduknya. Ia mencoba untuk menemui Raja Suho. Namun saat ia berada di depan Ruangan Raja Suho ia terkejut saat melihat Raja Suho meneteskan air matanya. Ini baru pertama kali ia melihat Raja Suho meneteskan air matanya.
"Raja menangis?" Bunda Ratu merasa heran mengapa Raja bisa meneteskan air matanya. Ibu Ratu pun datang untuk menghampiri sang Raja.
"Baginda…" panggil ibu Ratu. Baginda Raja segera menghapus air matanya.
"Masuk!" Baginda memerintahkan Ibu Ratu untuk masuk ke dalam ruangannya. Ibu Ratu pun menundukkan kepalanya memberikan rasa hormatnya.
"Baginda apakah Baginda sudah mengetahui keadaan Namjoo? Tanya ibu Ratu. Baginda Raja pun mulai merasa sedih dengan kesalahan yang ia buat.
"Ia sudah." Baginda Raja mulai memikirkan keadaan pewaris Kerajaan.
Bunda Ratu merasa puas saat melihat Baginda merasa sedih saat melihat Putra Mahkota dalam keadaan pingsan.
"Ratu saya sudah kerahkan beberapa tabib terbaik untuk membantu Putra Mahkota." Raja Suho ingin melihat putranya kembali sehat ia segera mencari tabib yang cerdas yang bisa menyelamatkan Putra Mahkota.
"Saya permisi Baginda." Ibu Ratu menundukkan kepalanya memberikan hormat sebelum keluar ruangan.
"Ibu Ratu jagalah Namjoo!" Baginda Raja meminta ibu Ratu untuk mengawasi proses penyembuhan Namjoo.
Beberapa tabib datang untuk menyelamatkan Namjoo. Setelah beberapa ramuan dibubuhkan di tubuh Namjoo ia mulai terbatuk. Karena efek dari ramuan yang dibubuhkan.
Ramuan herbal yang diracik beberapa tabib untuk menyembuhkan Tuan Namjoo yang sedang tak sadarkan diri.
Setelah 10 jam, Namjoo pun mulai sadar dari pingsannya. Ia tampak sangat pucat saat harus merasakan semua rasa sakit yang ada pada tubuhnya.
"Apa ini?" Namjoo bertanya kepada para tabib yang menjaganya. Tabib itu pun mendekati Namjoo dan menjelaskan semua yang terjadi.
"Tuan baru saja siuman jadi kami menjaga tuan?" Ucap Todu tabib Kerajaan.
"Apa yang sebenarnya Terjadi?" Namjoo khawatir apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
"Aku e tahu tuan, aku hanya merawat tuan saja!" Namjoo tak mengingat apa yang sudah terjadi pada dirinya.
"Sakit…" Namjoo merasa kesakitan saat ia harus memegang tubuhnya yang terdapat luka.
"Tuan harus hati-hati, tuan baru saja siuman?" Todu pun meminta Namjoo untuk hati-hati karena ia baru saja siuman dari pingsannya.
"Aku hanya bisa menahan rasa sakit ini?" Namjoo merasa kesakitan di tubuhnya yang terkena beberapa cambukan.
"Aku akan memberitahu Ibu Ratu keadaan tuan?" Todu pun berjalan keluar untuk memberi tahu pengawal kerajaan untuk memberi tahu ibu Ratu apa yang sudah terjadi.
"Pengawal Putra Mahkota sudah siuman, bisakah kalian untuk memberi tahu ibu Ratu?" Ucap tabib Todu.
"Baik tuan kami akan memberitahu Ibu Ratu." Mereka pun berjalan memberi memberi tahu ibu Ratu apa yang tabib sampaikan. Ia melihat Ibu Ratu sedang berada di Ruangannya. Mereka pun segera mengetuk pintunya.
"Ibu Ratu?" Panggil pengawal Kerajaan. Ibu Ratu segera berdiri dari duduknya.
"Ada apa?" Tanya ibu Ratu kepada seorang pelayan yang sudah memanggil dirinya.
"Tuan Namjoo sudah siuman!" Pengawal kerajaan itu memberi tahu keadaan Namjoo yang sudah siuman.
"Baik," bunda Ratu segera berjalan menuju ke salah satu ruangan tempat pangeran Namjoo beristirahat.
"Namjoo…" ibu Ratu bahagia saat melihat putranya sudah siuman. Namjoo pun segera menghampiri ibu Ratu dengan senyuman di pipinya.
"Kamu sudah siuman?" Tanya ibu Ratu saat melihat anaknya.
"Sudah Ibu Ratu, namun hanya saja aku masih lemah karena ada beberapa luka yang membuat ku masih belum sepenuhnya pulih," Jawab Putra Mahkota. Ibu Ratu merasa lega ketika melihat anaknya baik-baik saja. Awalnya ia sangat takut terjadi sesuatu pada Putra Mahkota.
"Ibu Ratu senang mendengar kamu sudah membaik." Ibu Ratu tak ingin terjadi sesuatu pada putra yang ia sayangi. Namjoo adalah satu-satunya pewaris Kerajaan Sun Flowers.
"Aku ingin bertemu Baginda Raja?" Ibu Ratu terkejut saat mendengar putranya ingin menemui Baginda Raja.
"Baginda Raja sedang sibuk!" Ibu Ratu tak menginginkan Namjoo bertemu dengan Baginda. Ia takut jika Namjoo akan marah kepada Baginda Raja.
"Oh iya sudah jika memang Baginda sibuk, padahal aku sangat ingin menemui Baginda Raja." Namjoo tak bisa bertemu dengan Baginda Raja. Baginda pun tak tahu jika Putranya sudah siuman.
Mungkinkah Namjoo akan marah ketika mendengar bahwa dirinya dihukum oleh Baginda Raja???