Episode Selanjutnya
seminggu telah berlaku sarah, nycta dan abizar kembali ke kotanya setelah pkl di jogja.
"ibuuu...ibuuuu" teriak sarah dari luar pagar
" ehh anak ibu sudah pulang". sambut ibu dengan rindu dan sudah mempersiapkan menu masakan kesukaan sarah.
"ayah mana bu?"
"ayahmu sudah 2 hari pergi ke subang ada urusan proyek katanya".
"perasaan ayah sibuk mulu, dari sarah berangkat sampe sarah pulang belum ketemu ayah".
"mungkin besok ayahmu pulang, yowes nduk kamu makan dulu ya, ibu mau siap-siap pergi dulu sama bu RT".
"Ok deh bu".
sarah menikmati masakan ibunya sambil sesekali membuka hp dan tiba-tiba sarah tersedak melihat chat dari Bara.
"Bara?? bara yang waktu itu ketemu gw dikantin kampus?". gumam sarah
sarah pun merespon chatingan bara, bara yang sedang dikelas pun sangat terkejut chatnya dibalas oleh sarah.
"sar, aku dengar kamu baru pulang pkl ya? maaf aku tau nomor kamu dari temen kamu.
"ooh iya, gpp. btw ada apa nih chat aku?".
"gk ada apa-apa, cuma semenjak aku senggol kamu di kantin jadi kepikiran aja, btw besok free gak?".
"kalau free kenapa?"
"jalan yuk?"
"kemana?"
"ya kemana aja, enaknya kemana?".
"kebetulan aku mau beli buku lama anter yah besok".
"ok siapppp sarah, sampe ketemu besok ya".
"ok".
-------- keesokan harinya
sarah siap-siap ke kampus untuk bertemu dengan bara, dia mengenakan kaos polos, jaket biru belel, celana jeans bolong dan sepatu vansnya tak lupa ikatan rambut yang jadi ciri khasnya.
"hai bar?" sapa sarah
"ehh sar, mau pergi sekarang?"
"lusaaaa, ya sekarang lah". jawab sarah ketus
bara hanya tersenyum dan langsung membukakan pintu mobilnya
"gilaa ni cewek cuek banget, cantik-cantik galak juga". kata bara dalam hati
sarah merasa diperhatikan mulai membuka pembicaraan.
"kenapa bar? aneh ya liat cewek cuek kaya aku?".
"oohh gak kok, keren malah".
"hahahaha baru denger ada yg bilang aku keren, padahal banyak yang bilang aku galak, kutu buku dll".
"ahhh mereka iri aja kali sama kamu, btw kamu suka banget ya beli buku? buku apa sih kalau boleh tau?"
"adaaa deh, nanti juga tau".
"kamu udah punya pacar?"
"pacar gak ada!".
"ohh alhamdulillah". ucap bara pelan
"tapi suami ada!"
seketika bara menghentikan laju mobilnya
*jedak*
"adooooooohhhh bara pala aku kepentok, kamu ni kenapa siiiii"
"ups sorry-sorry abis aku kaget pas kamu bilang udah punya suami".
"yakaliiiiiiiiii kalau aku udah punya suami mana maooo minta anter kamu..aduuuuhhh"
"yaaaahh maap, maap yaa". kata bara polos sambil mengusap kepala sarah
sarah menepis tangan bara
"hiiiii..gak usah pegang-pegang, udah ah aku mau turun disini aja".
sarah pun langsung turun dari mobil dan menghentikan taxi di depannya, bara pun lari keluar menyusul sara tapi kalah cepat.
"anjiiirrrr....sial, g****k g****k goblok...goblok bgt gue". teriak bara kesal.
disisi lain sarah tertawa melihat bara yang menendang-nendang mobilnya seperti merasa bersalah.
"hehehe, ini baru permulaan bar. sabar yaaaa". kata sarah dalam hati
tak lelah buat bara berusaha mendekati sarah. berkali-kali pula sarah mengerjai bara. sampai akhirnya bara menyerah dan tidak lagi berkirim pesan kepada sarah. sarah yang terbiasa saat itu dengan kehadiran bara mulai kehilangan. tak jarang sarah mengintip dari perpustakaan fakultasnya hanya untuk melihat keberadaan bara di tempat favoritnya, tapi sarah tak juga melihat batang hidungnya.
"sar, itu bakso lo makan bukan lo liatin doank, kalau gak mau sini buat gue". kata niko.
"psst niko, laper mulu lo yee udah 2 mangkok juga, sana minggir dulu". kata sinta
"sar, lo kenapa si gw perhatiin diem mulu seharian?".
"tau ni hati gw gak jelas, kenapa ya?".
"lo ditanya malah balik nanya, lo pikir gw cenayang apa?".
"haha, yah bukan gitu. tapi emang banyak sih yang gue pikirin namanya juga manusia, btw gw bingung aja bokap gw belum balik-balik dari subang, dan ada orang rese yang menuhin otak gw".
"orang rese?? siapa sar sini hadepin gw". kata genta kesal
"alah genta badan lo doank gede, liat kecoa terbang di wc lo ngibrit sampe lupa ngancingin celana, lagu-laguan lo mau ngadepin orang". ledek niko
"yeee itu kan hewan, bikin geli kalo ini kan manusia kan? ya bikin enak lah"
"najiss lo gen, lo homo?". teriak sarah
"yeee si sarah kagak bisa dibecandain yeee". kata genta lemas
"sar, kalo genta jadi homo itu g***o pada tutup warung, bangkruttttt pada cabut klien-kliennya". ledek niko sambil tertawa.puas
"ihhh udah-udah pada ngelantur lu pada". kata sinta, dan sarah terus melanjutkan ceritanya.
"gw kenalan sama cowok sin, anak fakultas ekonomi semester 6, namanya Bara. awalnya gw biasa aja si, baek anaknya cuma ya lo tau gw kan iseng juga. berkali-kali gw isengin abis tu anak eeh sekarang tu anak malah ngilang".
"ngoahahaha jadinya temen kita ini udah mulai suka sama cowoj guyzz". kata sinta senang
"si..siapa namanya? bara? lah itumah temen gw, dia emang gak masuk karena kalau gak salah dia dirawat deh, bentar-bentar gw liat dari status wa nya kemarin".
dan benar saja Bara hilang karena dia sakit dan di rawat di rumah sakit.
"guyzz ini kayaknya salah gw deh".
"kok salah lo, emang lo apain dia?".
"gue tantangin dia makan mie abang adek kalau mau ketemu lagi sama gw".
"terus dia mau?"
sarah mengangguk, kontan semua tertawa
"anjirr BUCINNNNN si bara". kata niko
"ya udah sore ini kita jenguk aja rame-rame gimana?".
sarah menggelengkan kepala
"loh kenapa sar?" tanya sinta bingung
"maluuuuu". kata sarah lemas
"gak apa-apa, justru ini bentuk peduli lo, tanggung jawab anak orang sampe begitu sar". kata genta
akhirnya atas bujukan teman-temannya sarah pun mau untuk menjenguk bara.
Bersambung