--- episode selanjutnya
seminggu setelah diumumkan pengelompokan PKL saat yang dinanti pun tiba. sarah dan teman seangkatannya pergi ke jogja untuk PKL.
"mimpi apa gue semalem bisa sekelompok sama si miss perfect nycta yang super remponngggg brrrrrrr". kata sarah dalam hati. nycta yang dari tadi caper sana sini langsung duduk disamping sarah yang pura-pura tidur dengan kupluk di wajahnya.
"heiiii sarah, uhhh teteup ya kumuh in the kumel, jadi cewek tu resik dikit kenapa. heran dari semester 1 sampe sekarang gayanya tetep sama iyuuuh". kata nycta sambil merapihkan makeupnya.
mendengar itu sarah membuka kupluk yang diwajahnya lalu duduk menghadap nycta. "haiii miss perfect, gak ada yang minta lo komenin fashion gw dan gw gak minta juga lo duduk di samping gw, sini kaca lo, nih ya gw masih tampang imut-imut, coba ni liat muka lo tebel sama pondasi bata murah yang bisa ancur keterjang banjir". kata sarah sambil mengembalikan kaca nycta dan kembali ke posisinya.
nycta yang kesal langsung pindah tempat duduk, dan sarah tersenyum geli dibalik kupluknya.
-- sesampainya di jogja, sarah dan abizar langsung bergegas ke rumah pak lurah untuk izin PKL sedangkan nycta ditinggal sendirian di bus travel.
"eh ada anak mahasiswa dari mana ya?". sambut pak lurah hangat. "saya abizar dan ini sarah kami dari universitas satu bangsa mau izin untuk mengadakan pkl disini boleh pak?".
" oh boleh - boleh silahkan". belum pak lurah selesai tiba-tiba nycta teriak sambil berlari ketakutan. "ihhhh tungguiiin aku abiiiiii". - Gubrakkkkk nycta terjatuh karena sepatu highheels yang tersangkut di batu jalan.
sarah tertawa geli melihat tingkah nycta yang repot sendiri. mereka bertiga akhirnya menginap di rumah pak lurah untuk 1 minggu kedepan.
"sar, sementara gw sama lo akur dulu ya. nanti kalau udah pulang lo jauuuuuhh jauh dr gw okey". "apaan si lo, ribet". kata sarah sambil pergi menyusul abizar.
malam hari pun tiba saat pak lurah dan sekeluarga sudah tertidur. sarah pergi ke teras untuk mencari angin. tiba-tiba abizar mengikutinya dari belakang. "hei sar, belum tidur?". "hehe belum ni, suka susah tidur gw kalo ditempat baru, nah lo sendiri belum tidur?". "hehe sama, btw lo mau pop mie? gw buatin ya?". "ummm boleh, thank you ya".
abizar menyukai sarah dari semester 1, tapi sarah saat itu hanya mengganggapnya sebagai teman saja. tak lama abizar kembali dan membawakan pop mie hangat untuk sarah. "wooww makasih ya bi". kata sarah. abizar tersenyum dan menatap sarah. "umm sar, sorry ya waktu dulu gw sering ganggu lo, sampe maksa lo buat jadi cewek gw". kata abizar membuka percakapan dimana malam itu angin sangat dingin menerpa keduanya.
"yaelah bi, woless si udah lama juga kan, hehe inget dulu ya lo cupuuu kocak deh tapi nyebelin gak kaya sekarang". kata sarah sambil meniup mie yang panas. "haha iya sampe-sampe orang cantik pertama yang mendaratkan tangannya dipipi gw ya cuma lo sar". kata abi sambil tertawa. dan mereka berdua larut dalam pembicaraan hangat.
keesokan harinya mereka pergi ke pemda setempat untuk wawancara dan menyelesaikan tugas tugas kuliah mereka. nycta pun mulai mengakrabkan diri dengan sarah meskipun seperti anak-anak yang ada sebel-sebelnya dan abizar hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka berdua.
di tempat yang lain, ada yang diam-diam memikirkan sarah siapalagi selain bara. "duh, tuh cewek kemana ya kok gw jarang liat". kata bara pelan. "hah siapa bro? vanesa si pinggul yahudd?". tanya leo. "ck..bukannn, lo ngeres aje..eh lo pernah liat gak sih cewek bule cantik di fakultas hukum semester 7?".
"buleee??? setau gw yg bulee itu madam sarina yang nempatin lantai 7 fakultas hukum". jawab leo bingung
" yeeee bahlul itu mah syaitoooon!! masa gw nanyain setan, yang gw tanyain itu cewek bentuk nyata, ah ngomong sama lo gak jelas deh ah". kata bara sambil pergi ke kantin tempat biasa sarah minum coffee. "ehh den bara, mau minum kopi apa teh?". tanya pak tedjo ramah. "umm gak pak tedjo, mau tanya donk kalau cewek bule anak fakultas hukum yang suka ngopi disini siapa ya namanya?". kata bara penasaran. "cewek bulee?? ooohhhh neng sarah ya?". jawab pak tedjo kencang. "psssttt pak tedjo jangan keras-keras, ohh namanya sarah tapi kok jarang keliatan lagi ya pak?". "laahh kan neng sarah lagi pkl den di jogja 1 mingguan lah". "hoooo gitu pantes jarang keliatan". "kenapa gitu den? cantik ya?". goda pak tedjo. "ahh pak tedjo bisa aja nih, ok deh pak nanti kita ngobrol lagi ya, saya masuk kelas dulu". kata bara senang.
"yess akhirnya gue dapet juga namanya, nyesel cepet banget waktu itu ketemunya. next sar, kita ketemu lagi". ucap bara dalam hati.
Bersambung