BAB 22
Setelah beberapa waktu absen, akhirnya Briana kembali ke arena untuk berlatih dan membuat riuh seperti biasanya. Kesibukannya sebagai seorang CEO cukup banyak menyita waktu. Setelah cukup lama di nanti, akhirnya Briana berduel dengan Rey. Senyum sarkas terus terpampang di wajah Briana.
“Aku sudah menunggu lama momen ini. Apa kau yakin akan menyerah?” ucap Briana saat melihat Rey yang masih berjongkok dengan satu kakinya, sambil berusaha mengatur napasnya yang sudah memburu.
Rey hanya diam sambil terus menatap Briana yang berdiri dengan percaya diri di hadapannya, “Bangun! Aku tahu, kemampuanmu tidak hanya sampai sini. Aku pernah melihatmu bertarung dengan musuh. Kuakui kau cukup mampu bertahan meski kau sering terluka, seperti sekarang.”
Bahu kiri Rey mengalami cedera akibat ger