BAB 32
“Lawan aku!” seru Briana.
Mata Briana menajam menatap Valerio yang hanya diam sambil menegakkan tubuhnya. Dia membuka sepatu hak tingginya, lalu melepar ke arah sisi arena sesuka hati. Dia pun membuka kemeja yang sedari tadi dia pakai tanpa mengancingkannya, hingga menyisakan baju hitam tanpa lengan beserta jeans panjang hitam.
Tanpa Briana sadari setiap apa yang dia lakukan di bawah lampu yang hanya fokus padanya, membuat darah Valerio berdesir. Peluh yang sudah membasahi tubuhnya pun semakin menjadi. Apalagi saat Briana mulai mengangkat rambut lalu mengikatnya menjadi sebuah cepolan, hingga menyisakan beberapa helai rambut di sisi wajahnya dan itu terlihat sangat seksi di mata Valerio.
Ah, Briana, batin Valerio.
Tanpa Valerio sadari kakinya melangkah mendekati Briana yang sud