BAB 33
“Apa kau baik-baik saja?” lirih Valerio.
Valerio menatap Briana dengan khawatir. Namun, Briana hanya diam saja. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Bahkan posisi mereka yang menempel pun seolah bukan masalah baginya. Briana hanya memandangi Valerio dengan wajah datarnya. Seketika Valerio mengernyit. Lalu, tiba-tiba Valerio menampilkan senyum tipis penuh arti di wajahnya.
“Kau boleh memandangiku sepuas hatimu. Aku tidak akan menolak, sungguh,” ucap Valerio.
Mendengar ucapan itu, Briana langsung tersadar akan posisinya. Bahkan dia berdecak cukup keras, karena wajahnya dengan wajah Valerio hanya berjarak kurang lebih satu jengkal.
“Minggir!” peringat Briana agar Valerio menyingkirkan tangannya di sisi bahu Briana, yang kini hendak berusaha mengangkat tubuhnya.
Val