Sejak hari itu, Luna mulai memperhatikan Albert lebih dari biasanya. Bukan karena Luna ingin mencurigai suaminya, setidaknya... itu yang terus Luna katakan kepada dirinya sendiri.
Luna hanya ingin tahu kenapa Albert berbohong kepadanya. Albert mengatakan bahwa dia pergi ke rumah sakit tetapi ketika Luna datang ke Global Hospital, ternyata Albert bahkan tidak masuk hari itu.
Satu kebohongan kecil.
Namun bagi Luna, kebohongan itu cukup untuk membuat pikirannya dipenuhi banyak pertanyaan. Beberapa hari setelah kejadian itu, Luna mulai memperhatikan kebiasaan Albert.
Ponselnya selalu berada di dekatnya, ketika ada pesan masuk, Albert terkadang langsung melihatnya dan mematikan layar ketika Luna mendekat.
Kalau Luna bertanya, Albert selalu memiliki alasan. Pekerjaan, pasien, urusan rumah sakit. Luna tidak pernah benar-benar tahu apakah semua alasan itu benar tetapi Luna juga tidak ingin menjadi istri yang terus bertanya ke mana suaminya pergi.
Jadi, Luna memilih... diam.
Sementara itu, Albert semakin sering bertemu dengan Belinda. Hubungan mereka yang awalnya hanya sebatas tempat bercerita kini sudah jauh lebih dalam. Albert tahu dirinya sudah melakukan kesalahan besar. Dia tahu seharusnya dia berhenti.
Namun setiap kali Belinda menghubunginya... Albert tetap datang. Bahkan... terkadang Albert sendiri yang mencari Belinda lebih dulu.
Mereka mulai bertemu lebih sering. Tidak hanya di rumah sakit dan hanya untuk membicarakan pekerjaan. Belinda sudah menjadi seseorang yang dicari Albert ketika dia merasa lelah atau memiliki masalah dan Albert semakin sulit membedakan mana yang hanya rasa nyaman dan mana yang sudah menjadi sesuatu yang lebih dari itu.
Padahal setiap kali Albert pulang dan melihat Luna, rasa bersalah itu selalu muncul. Luna masih menyambutnya.
Luna masih memberikan perhatiannya. Istrinya masih menunggunya pulang dan setiap kali Luna tersenyum kepadanya, Albert tahu bahwa wanita itu masih percaya kepadanya.
Tetapi... Albert tetap menyimpan rahasia itu.
Sampai suatu sore, Luna menerima sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenalnya. Luna sedang duduk di ruang kerjanya ketika ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk.
Kalau kamu ingin tahu ke mana suamimu pergi selama ini, datang ke alamat ini.
Luna mengerutkan kening. Tidak ada nama. Tidak ada penjelasan. Hanya sebuah alamat. Luna membaca pesan itu beberapa kali.
Tangannya masih memegang ponsel ketika pesan kedua masuk.
Datang sendiri. Kamu akan menemukan jawabannya.
Jantung Luna berdetak lebih cepat. Entah kenapa, perasaan tidak enak langsung muncul. Luna sebenarnya bisa saja mengabaikan pesan itu. Tetapi setelah apa yang terjadi beberapa hari terakhir, Luna tidak bisa begitu saja melupakannya. Terutama... setelah Albert berbohong tentang rumah sakit.
Akhirnya Luna pergi ke alamat tersebut. Sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan. Bisa saja seseorang ingin menjebaknya, mungkin saja ini hanya lelucon atau mungkin... Luna tidak berani melanjutkan pikirannya sendiri.
Ketika mobil berhenti di depan sebuah apartemen, Luna menatap bangunan itu dari balik kaca. Tempat itu terlihat tidak asing. Rasanya Luna pernah melihat alamat tersebut sebelumnya.
Belinda.
Luna terdiam. Untuk beberapa saat, dia hanya duduk di dalam mobil. Tangannya terasa dingin. Mungkinkah selama ini... Tidak... Luna menggeleng pelan. Dia tidak ingin berpikir terlalu jauh. Luna turun dari mobil dan masuk ke dalam apartemen.
Pintu unit yang dituju ternyata tidak tertutup rapat. Ada suara dari dalam. Luna masuk ke dalam dan tubuhnya menegang sempurna. Luna mendengar suara yang sangat Luna kenal.
Suara Albert.
Dengan tangan bergetar, Luna mendorong pintu itu perlahan dan saat itulah semuanya berubah.
Luna melihat Albert... Bersama Belinda...
Keduanya berada dalam keadaan yang tidak mungkin lagi dijelaskan sebagai hubungan antara dua orang teman... Albert sedang bersama wanita lain... Wanita yang selama ini sering disebutnya sebagai... teman. Wanita yang selama ini Luna percaya tidak lebih dari rekan kerja suaminya.
Luna membeku. Tubuhnya terasa kaku. Napasnya seperti berhenti.
Luna melihat sendiri bagaimana Albert mencium Belinda penuh hasrat dan mereka berdua melucuti pakaian mereka satu per satu. Albert memuja tubuh Belinda. Apa yang dilakukan Albert jelas sudah jauh melewati batas yang dilakukan seorang teman.
Tiba-tiba semua hal yang selama ini Luna coba abaikan muncul bersamaan di kepalanya. Pesan-pesan yang disembunyikan, telepon yang dijawab jauh darinya, pulang terlambat, alasan tentang rumah sakit dan kebohongan Albert beberapa hari lalu.
Semuanya sekarang memiliki jawaban. Luna tersenyum getir.
Luna memilih pergi dari tempat yang menjijikan itu.
Sepanjang perjalanan pulang, Luna menangis dalam diam. Air mata mengalir di wajah Luna bak anak sungai. Luna tersenyum getir. Dulu Albert adalah pria yang membuatnya merasa bahwa keputusannya menerima pernikahan mereka adalah keputusan terbaik dalam hidupnya. Pria yang pernah merawatnya ketika dia sakit. Albert juga yang selalu memeluknya sebelum tidur. Albert yang membuat Luna percaya bahwa dirinya akhirnya dicintai... Ternyata... pria yang sama juga yang menghancurkan semua kepercayaan itu.
Ketika sampai di apartemen, Luna tidak langsung masuk ke kamar. Dia hanya duduk di sofa ruang tengah.
Diam... Pandangannya kosong. Apartemen itu masih sama. Foto mereka masih ada. Barang-barang Albert masih tersusun rapi. Bahkan jaket yang sering dipakai Albert masih tergantung di tempat biasanya. Semuanya terlihat normal...
Hanya Luna yang sudah tidak sama lagi... Luna duduk sambil menatap jam dinding. Albert belum pulang. Entah kenapa, Luna memilih menunggunya. Bukan untuk berteriak... Bukan untuk menangis di hadapannya.
Luna hanya ingin bertanya satu hal. Ke mana Albert pergi sore ini?
Luna sangat ingin mendengar sendiri jawaban dari suaminya.
Malam semakin larut dan Luna tetap duduk di sofa. Menunggu suara pintu terbuka yang menandakan Albert pulang.
Ketika akhirnya terdengar suara seseorang memasukkan password pintu dan handle diputar dari luar... Luna mengangkat wajahnya. Air matanya sudah tidak lagi mengalir namun hatinya terasa jauh lebih sakit daripada sebelumnya.
Karena malam ini... Luna akan bertanya langsung kepada Albert ke mana dia pergi. Luna ingin tahu... Kebohongan apa lagi yang akan diberikan suaminya setelah ini