Malam itu Albert akhirnya pulang. Luna masih duduk di sofa ruang tengah ketika pintu apartemen terbuka.
Albert masuk seperti biasanya. Pria itu meletakkan tasnya di dekat sofa lalu menatap Luna yang masih duduk diam. “Kamu belum tidur?”
Luna menggeleng pelan. “Belum.”
Albert berjalan mendekat. “Kenapa masih di sini?”
Luna menatap suaminya beberapa saat. Ada banyak hal yang ingin Luna tanyakan... Ada banyak hal yang ingin Luna katakan. Tetapi.. untuk saat ini Luna hanya ingin mendengar satu jawaban dari Albert.
“Kamu dari mana sore ini?”
Albert terdiam sebentar. Kemudian dia menjawab dengan tenang. “Rumah sakit. Ada operasi mendadak sore ini.”
"Operasi mendadak?"
Albert mengangguk. “Ada pasien yang kondisinya tiba-tiba memburuk. Saya harus ikut menangani operasinya.”
Luna hanya menatap wajah Albert. Operasi... Sebuah alasan yang terdengar sangat masuk akal. Apalagi Albert memang seorang dokter. Namun Luna tahu... Albert sedang berbohong lagi. Karena beberapa jam sebelumnya, Luna melihat sendiri pria itu berada di apartemen Belinda.
Luna melihat apa yang dilakukan Albert... Luna melihat sendiri bagaimana suaminya mengkhianatinya. Tetapi sekarang pria itu masih bisa berdiri di depannya dan berbohong seolah tidak terjadi apa-apa.
“Oh...” Luna hanya mengangguk. “Kamu sudah makan?”
Albert terlihat sedikit terkejut. “Belum.”
“Aku sudah menyiapkan makanan.”
Albert tersenyum kecil. “Terima kasih.”
Luna ikut tersenyum. Namun senyum itu terasa sangat berat.
Malam itu Luna tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia tidak bertanya tentang Belinda. Tidak bertanya tentang apartemen itu. Tidak mengatakan bahwa dia sudah tahu semuanya. Luna memilih... diam.
Karena sekarang Luna ingin tahu... Seberapa jauh Albert akan berbohong kepadanya.
Beberapa hari setelah malam itu, hubungan Albert dan Belinda semakin dekat. Albert semakin sering menemui Belinda. Mereka tidak lagi hanya bertemu ketika ada pekerjaan di rumah sakit. Terkadang mereka makan bersama dan terkadang Albert dan Belinda menghabiskan waktu berdua di apartemen Belinda... Mereka tidak hanya duduk berdua sambil berbicara tapi keduanya melakukan kegiatan yang tidak seharusnya mereka lakukan sebagai teman.
Sampai suatu malam, Belinda bertanya tentang Luna...
“Kamu sebenarnya menikah dengan Luna karena cinta?”
Albert terdiam. Dia menatap Belinda yang duduk di sampingnya. “Tidak.” Jawaban itu keluar begitu saja. “Pernikahan kami berawal karena perjodohan.”
Belinda tidak mengatakan apa-apa.
Albert melanjutkan. “Awalnya kami sama-sama tidak menginginkan pernikahan itu.” Albert menarik napas panjang dan mulai menceritakan bagaimana awal pernikahannya dengan Luna. Bagaimana pernikahannya berjalan... Padahal semua cerita itu tidak seharusnya ia bagi dengan Belinda.
Belinda hanya diam mendengarkan cerita Albert. Albert memang sedang bingung dengan perasaannya sendiri. Namun ketika melihat ekspresi Belinda yang berubah sendu, Albert langsung berucap, “Tapi saya lebih mencintai kamu.”
Belinda mengangkat wajahnya. “Benarkah?”
Albert mengangguk. “Saya tidak tahu kapan semuanya berubah... Perasaan saya kepada kamu sekarang... lebih besar daripada perasaan saya kepada Luna.”
Belinda tersenyum. Dia kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Albert.
Albert tidak menjauh. Justru tangannya merangkul Belinda.
Hubungan mereka semakin terang-terangan. Di rumah sakit pun mereka mulai tidak terlalu berhati-hati. Belinda sering masuk ke ruang kerja Albert. Mereka makan siang bersama. Terkadang Belinda membawa kopi untuk Albert. Terkadang Albert yang menghampiri ruangan Belinda hanya untuk mengajaknya makan.
Beberapa orang di rumah sakit mulai memperhatikan kedekatan mereka. Namun karena mereka sama-sama bekerja di rumah sakit, tidak banyak yang menganggapnya aneh.
Sementara itu, Luna juga mulai memperhatikan semuanya. Bukan dengan bertanya atau mencari-cari alasan untuk bertengkar. Luna hanya diam dan melihat. Luna melihat bagaimana Albert semakin sering memegang ponselnya. Luna melihat nama Belinda yang semakin sering muncul dan Luna melihat bagaimana wajah Albert berubah setiap kali wanita itu berada di dekatnya.
Luna sudah tahu semuanya. Namun setiap kali melihat Albert dan Belinda bersama... hatinya tetap terasa sakit.
Suatu siang, Luna datang ke Global Hospital. Dia ingin memberikan beberapa makanan kepada Albert. Luna hanya melakukan apa yang biasanya ia lakukan. Ia tidak berniat mencari tahu apa pun.
Namun ketika sampai di depan ruang kerja Albert, langkah Luna berhenti. Pintu ruangan itu tidak tertutup sepenuhnya. Ada suara tawa dari dalam dan Luna mengenal suara itu... Suara Belinda.
Luna mendekat perlahan. Dari celah pintu, Luna bisa melihat Albert duduk di kursinya dengan Belinda berada di pangkuannya.
Luna membeku. Tangannya yang memegang tas makanan langsung terasa lemas.
Belinda tertawa kecil sebelum memeluk leher Albert lalu Albert mencium wanita itu. Tepat di bibirnya...
Luna berdiri di sana... Diam... tidak mengatakan apapun. Air matanya bahkan tidak keluar. Hanya rasa sakit yang kembali memenuhi dadanya.
Jadi... Bukan hanya di apartemen Belinda. Sekarang mereka bahkan berani melakukan ini di rumah sakit. Di ruang kerja Albert. Tempat yang selama ini Luna anggap sebagai bagian dari kehidupan suaminya.
Luna menatap keduanya beberapa saat lalu dia mundur perlahan.
Luna berjalan menuju lorong rumah sakit dan duduk di salah satu kursi yang tidak jauh dari ruang kerja Albert. Setelah beberapa saat, Luna akhirnya memilih pulang ke apartemen.
Sesampainya di apartemen, Luna meletakkan tempat makan yang ia bawa ke rumah sakit tadi di atas meja lalu duduk diam di sofa.
Air mata yang tadi tidak muncul saat melihat bagaimana Albert mengkhianatinya kini tanpa diduga mengalir.
Langit sudah berubah gelap ketika suara pintu apartemen terdengar. Suaminya pulang.
Pria itu masih terlihat tenang. "Kenapa belum tidur?"
Luna hanya diam.
"Tidurlah ini sudah malam. Aku mau mandi dulu."
Dingin. Albert mulai bersikap dingin dan Luna menyadari itu.
Albert mengerutkan alisnya melihat sikap istrinya dan tubuhnya membeku melihat tempat makan yang biasa istrinya bawa untuknya ke rumah sakit. Wajahnya berubah. Karena untuk pertama kalinya... Albert menyadari bahwa Luna datang ke rumah sakit.
"Apa kamu datang ke rumah sakit hari ini?"