Aluna memutuskan menolak bertemu dengan Kendric walau Mamanya mengatur berbagai pertemuan untuk mereka...
Luna sudah memikirkan semuanya... Di masa lalu Luna dengan mudah menyetujui pertemuan itu agar ia bisa segera bertemu dengan Kendric. Luna ingin Kendric tahu kalau ia menolak perjodohan di antara mereka dan tidak ada pertemuan lain lagi di antara mereka berdua.
Namun di kesempatan kedua ini Luna ingin mengubah pilihannya...
Kali ini, Luna memilih menghindari pertemuan antara dirinya dan Kendric. Wanita itu memilih menolak untuk pergi. Namun... menolak bertemu bukan berarti Aluna tidak jadi bertemu dengan pria itu. Dewi tidak kehabisan akal untuk mempertemukan putrinya dengan Kendric. Dewi mengatur sebuah pertemuan dimana Kendric dan kedua orang tuanya datang ke rumah Aluna. Pada akhirnya, hari dimana Aluna seharusnya bertemu dengan Kendric pun terjadi juga.
“Sebelumnya saya minta maaf. Saya datang ke rumah kamu seperti ini dengan kedua orang tua saya bukan karena saya setuju untuk dijodohkan dengan kamu, Aluna. Saya datang karena ingin menjalankan permintaan kedua orang tua saya untuk bertemu dulu dengan kamu.” Kendric menarik napas panjang sebelum melanjutkan. “Saya ingin kamu tahu kalau saya menolak perjodohan ini. Saya juga tidak bisa mengikuti rencana kedua orang tua kita karena saya sudah memiliki pasangan dan Mama saya tahu itu, tapi kami tidak mendapat restu karena alasan klise. Dia tidak berasal dari keluarga yang sederajat dengan kita.”
Luna ingat ucapan Kendric barusan. Di masa lalu, Luna langsung tersenyum lebar mendengar penolakan Kendric. Dia merasa lega karena tidak perlu susah-susah menolak perjodohan mereka.
Namun isi kepala Luna di masa lalu berbanding terbalik dengan saat ini. Sekarang Luna sudah mengetahui cerita hidupnya yang mengenaskan. Menikah dengan Kendric mungkin bisa menghindarkan Luna dari perselingkuhan Albert yang pada akhirnya membawa hidupnya berakhir dengan tragis.
Mungkin... Jika Luna menikah dengan Kendric, dia tidak akan pernah bertemu Albert sebagai suaminya. Mungkin... Luna tidak akan pernah bertemu Belinda. Mungkin juga... Luna tidak akan mati.
Namun kejadian hari ini membuat Luna mulai berpikir kalau mungkin tidak semua cerita kehidupannya bisa ia ubah. Luna sudah mencoba menolak bertemu dengan Kendric. Dia bahkan memilih diam di kamarnya agar tidak bertemu dengan pria itu. Namun... pada akhirnya mereka tetap bertemu. Pertemuan itu tetap terjadi.
Luna tidak tahu apakah ini benar-benar karena garis takdir yang tidak bisa ia hindari atau hanya karena kedua keluarga mereka memang sudah merencanakan semuanya sejak awal.
Jika di masa lalu Aluna dan Kendric berbicara di sebuah restoran dalam hotel bintang lima, kini dengan kalimat yang sama Kendric mengucapkannya di dalam rumah Aluna.
Kalimat yang sama... orang yang sama... hanya waktu dan tempatnya yang berbeda.
“Apa kamu tidak ingin menanggapi?”
Luna masih diam. Otaknya berpikir keras karena Luna merasa ini adalah kesempatan keduanya. Dia yakin kalau semesta memberikannya kesempatan bukan tanpa alasan. Aluna hampir saja mati... Namun kematian seakan masih enggan memeluknya sehingga semesta memberikannya satu kesempatan... Satu kesempatan yang harus ia pikirkan baik-baik.
“Aku sebenarnya bingung mau mulai dari mana untuk membahas mengenai perjodohan kita ini.” Luna menarik napas panjang.
“Aku paham dengan kondisi kamu, tapi aku juga tidak mau mengecewakan kedua orang tua aku, Ken...”
Luna mengepalkan tangannya.... Luna sudah mengambil keputusan pada kesempatan kedua ini Luna mencoba mengubah pilihannya.
“Lun...”
Luna terkesiap. Kendric menatapnya dengan tatapan bingung dan Luna sadar bahwa ia barusan terlalu tenggelam dengan apa yang ia pikirkan. “Maaf...”
Kendric menghela napas panjang. “Kita sama-sama dipaksa sama orang tua kita masing-masing.”
Luna menganggukkan kepalanya. “Bagaimana kalau kita tetap menikah mengikuti keinginan kedua orang tua kita tapi satu atau dua tahun kemudian kita bercerai?”
Kendric langsung menatap Luna.
“Maksudku... kita tetap mengikuti keinginan kedua orang tua kita tapi hanya sementara. Selama kita menikah kamu tetap bisa bersama dengan pasangan kamu dan aku pun begitu.”
Kendric terlihat semakin bingung dan Luna melanjutkan, “Kita tidak perlu saling mencintai. Kita hanya menjalankan pernikahan ini untuk sementara.”
Daripada Luna terjebak dalam pernikahan dengan Albert yang akhirnya membuatnya mati, lebih baik ia terjebak dalam pernikahan dengan Kendric. Luna tidak peduli Kendric mencintai wanita lain. Yang penting Luna tidak menikah dengan Albert dan tetap hidup.
Di sisi lain, Kendric jelas kaget dengan ide gila Luna. “Kamu yakin dengan ide kamu itu? Itu gila... Kamu mau kita menikah lalu bercerai yang membuat kamu akhirnya malah memiliki status janda?”
Luna tersenyum getir. Lebih baik memiliki status janda daripada mati, kan?
“Kita tidak punya jalan lain, Ken... Kedua orang tua kita masing-masing memaksa kita untuk bersama dan bahkan ketika aku menolak bertemu dengan kamu, nyatanya kedua orang tua kita mempertemukan kita di sini...”
Kendric menghela napas panjang lalu menggeleng perlahan. “Kita punya jalan lain dengan menolak. Kamu membuat perjodohan ini menjadi rumit padahal dengan cukup sepakat untuk menolak.”
Kendric menatap Luna dengan serius. “Melakukan ide yang kamu ungkapkan tadi jelas akan merugikan kamu, Lun. Saya tidak mau jadi pria berengsek yang mempermainkan pernikahan.”
Namun Luna tidak mau menyerah. “Kalau begitu ayo menikah sungguhan... Orang bilang cinta bisa hadir karena terbiasa dan aku rasa kita bisa mewujudkan itu asal kita mau mencoba mengenal satu sama lain, Ken.”
Luna sebenarnya sadar dia tidak menginginkan Kendric. Luna hanya ingin hidup. Dia sedang mencoba menghindari akhir yang sama. Dia ingin keluar dari jalan yang pernah membawanya kepada kematian.
Kendric menghela napas panjang. “Maaf, Luna. Saya tidak bisa... Seperti yang saya bilang sejak awal, saya mau bertemu kamu sekadar memenuhi permintaan kedua orang tua saya. Saya sudah memiliki wanita yang saya cintai.”
Luna menundukkan kepalanya. Rasa putus asa merambati hatinya sedemikian rupa. Luna sudah berusaha menjadikan perjodohan mereka berhasil, namun... hasilnya tetap sama. Pertemuan berakhir dengan Kendric yang tetap menolaknya...
Mungkin memang tidak ada takdir antara dirinya dan Kendric... atau mungkinkah... Luna memang belum menemukan cara yang tepat untuk mengubah cerita hidupnya?
Tetapi untuk saat ini Luna hanya bisa melihat satu hal... Kendric tetap menolaknya. Pertemuan berakhir dan perasaan Luna semakin memburuk. Luna sudah berusaha mengubah pilihan yang pernah ia ambil. Namun hasilnya tetap sama.
Jika Luna tidak bisa mengubah bagian ini... Bagaimana dengan pernikahannya dengan Albert?
Apakah semuanya juga akan kembali seperti sebelumnya? Apakah Luna akan tetap bertemu dengan Albert dan menikahi pria itu? Apakah Belinda akan tetap masuk ke dalam kehidupan mereka?
Dan apakah pada akhirnya... Luna akan kembali mati dengan cara yang sama?
Luna ketakutan... Semakin lama Luna memikirkan semuanya, semakin besar rasa takut yang muncul di dalam dirinya.
Untuk apa ia kembali ke masa lalu jika memang tidak ada yang bisa ia ubah? Toh pada akhirnya Luna mungkin akan tetap menikah dengan Albert yang berselingkuh dengan Belinda. Lalu... Belinda akan membunuhnya.
Luna memejamkan matanya. Apa dia benar-benar tidak bisa mengubah apa pun? Apa semuanya memang sudah ditentukan?
“ALUNA BAGASKARA! PAPA PINGSAN, LUN!”