Selama berhari-hari Marie terus saja melamun, memikirkan kembali apa yang sudah terjadi dan Jonathan lakukan kepadanya. Rasanya sakit sekali melihat dia bersama dengan Gianna setiap harinya walaupun Jonathan sendiri tergganggu dengan sikap Gianna yang terus saja menempel kepadanya.
Marie sudah tidak lagi selera makan, seakan-akan ini adalah fase patah hatinya untuk kesekian kalinya. Tubuhnya sudah mulai kurus dan berat badannya mulai turun. Hatinya sudah terpatah sebelumnya dan seharusnya ia sudah biasa dengan hal ini namun ternyata tidak. Di tengah seru-serunya Nirmala dan Nicky berbicara bersama, Marie hanya bisa melamun.
Ia mempertimbangkan segalanya, apakah ia memang harus merelakan Jonathan dengan takdirnya yang akan mengenaskan atau kembali memperjuangkan Jonathan? Jika ia ingin,