Jonathan menghabiskan hari-hari suntuknya bersama dengan Gianna yang selalu mengikutinya kemana-mana. Ia sangat risih dengan perilaku gadis itu namun, bahkan ia sudah meminta Gianna untuk meninggalkannya sendiri, namun gadis itu menolak dan tampaknya perkataannya tidak didengarkan oleh Gianna.
Jonathan menahan rasa sabarnya ketika mulut perempuan itu selalu menyeloteh banyak hal, ia berbicara banyak, dimulai dari kesehariannya hingga terkadang hal-hal yang tidak penting untuk diketahui oleh Jonathan. Jonathan tidak punya pilihan lain selain membiarkan perempuan itu dan membiarkan apapun yang ia perbuat terhadapnya asal tidak kelewat batas.
Kebersamaan mereka sebenarnya membuat sekitar mereka salah paham, mereka mengira jika keduanya berkencan padahal tidak sama sekali. Jonathan sendiri