“Apa yang kau inginkan,” tanya Jonathan blak-blakkan. Charlie mulai melipat tangannya, tampaknya Jonathan enggan untuk menghabiskan banyak waktu untuknya sehingga ia langsung minta pria itu menjelaskan keinginannya dan maksudnya sesegera mungkin.
“Aku mendengar semuanya dari Marie…” Jonathan membuang mukanya, sudah ia duga, Charlie akan membahas mengenai Marie,
“Kalau kau sudah mendengar semuanya dari Marie, lalu untuk apa kau datang kemari? Apa urusanmu denganku?” jawabnya dengan ketus. Charlie masih terlihat santai, ia tidak terpancing emosi apapun karena ia sadar semua ini salahnya,
“Kau bilang kau muak berteman dengannya, apa benar?” tanya Charlie dengan santai. Ia masih mengamati Jonathan yang tidak berkutik apapun. Ia tidak menyangkalnya maupun mengiyakan apa yang sebenarnya sud