Lagi dan lagi Marie menggantikan orang lain untuk piket hari ini. Kali ini ia bersama dengan seorang pria yang dikenal dengan keramahannya, pria yang kerap disapa Timin itu sedang sibuk menyapu kelas. Sedari tadi ia mencuri-curi pandang kepada Marie yang sedang merapikan kursi dan meja yang berantakan,
“Aku tidak menyangka kalau kamu sama seperti apa yang dikatakan anak-anak kelas lainnya,” ujar Timin kepada Marie. Marie mengernyitkan dahinya sembari tetap merapikan bangku-bangku yang ada,
“Memangnya anak kelas lainnya bicara apa tentang aku?”
Pria itu kali ini menatap Marie,”Mereka bilang kamu itu sebaik malaikat, kamu mau gantiin piket orang lain tanpa imbalan apa-apa,” ujarnya yang kemudian lanjut menyapu lantai sekolah. Marie tersenyum kecil mendengarnya, ia senang jika anak kelas