“Apa kau sudah lama menunggu?” tanya Marie yang baru saja masuk ke dalam mobil hitam milik Jonathan. Jonathan menawarkan dirinya untuk mengantar-jemput Marie ke sekolah dan pulang nantinya ke rumahnya. Awalnya Marie menolak karena ia merasa hal itu merepotkan Jonathan. Sebenarnya Marie bisa saja berangkat sendiri, terlebih pria itu harus berjalan sedikit lebih jauh hanya untuk menjemputnya padahal rumah Jonathan lebih dekat ke sekolah jika ia langsung berangkat sendiri.
Pria itu menggelengkan kepalanya dengan santai, ia menoleh kepada Marie yang masih menatapnya saat ini,“Tidak juga. Sampai kapanpun aku akan menunggumu,” ujarnya dengan senyum usilnya. Marie tertawa kecil melihat tingkah Jonathan yang begitu manis untuknya,
“Berhenti gombal-gombalan deh, kamu ini doyan kali gombalin aku