Marie terbangun di sebuah ruangan yang serba putih, ruangan ini mengingatkannya pada sosok yang ia jumpai di mimpinya. Gadis itu mulai bangkit berdiri dan melihat ke sana kemari untuk mencari sebuah pintu yang bisa ia gunakan untuk pergi dari ruangan ini.
Namun secara ajaib, tiba-tiba sosok bercahaya itu muncul di hadapannya begitu saja. Hal itu membuat gadis itu tersentak akan kehadirannya.
“Aku tidak ingin mati! Tidak untuk saat ini!” pekik Marie yang ingin mengusir sosok itu menjauh darinya. Diluar ekspektasinya, sosok itu malah tertawa padanya,
“Ini bukan pertama kalinya kamu berkata hal yang serupa...” ucapnya dengan begitu ramah.
“Kali ini, apa yang kamu inginkan sehingga kita bisa bertemu sampai kedua kalinya seperti ini? Aku sama sekali tidak mengenalmu dan bagaimana kamu bis