“Mas Athala, bisa kita bicara sebentar di dalam mobil?”
Athala yang baru saja duduk di kursi depan mini market mendapatkan permintaan tersebut dari Harsa. Melihat dari gerak-gerik pemuda itu yang menujukkan keresahan Athala merasa bahwa obrolan mereka akan bersifat pribadi. Athala melihat sekitar. Suasana di mini market malam itu memang cukup ramai.
Athala mengangguk sambil menekan remote key fob demi mengaktifkan sistem unlock pintu mobil dari jarak jauh. “Mari.”
Tepat di jok penumpang yang Harsa duduki masih tertinggal aroma parfum Layla. Parfum yang meninggalkan aroma hangat dan lembut bunga itu semakin menyadarkan Harsa bahwa dia harus melindungi tantenya. Sudah cukup bagi Harsa untuk berjauhan dengan Liliana. Tak ingin lagi Harsa berjauhan dengan Layla.
Harsa membasahi bibirnya t