“Maaf karena nunggu lama.”
Seorang lelaki pertengahan umur 30 tahun menarik kursi kosong tepat di samping Athala. Matahari siang itu bersinar dengan terik. Melalui kaca selebar dinding terlihat pemandangan jalan yang sibuk di Bulaksumur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Harsa dan Athala sudah tiba di kota ini sejak pukul 10 pagi. Mereka baru bisa bertemu dengan saksi kunci menjelang makan siang.
Harsa yang duduk di seberangnya menampilkan senyum maklum. “Justru saya yang harus minta maaf karena sudah menganggu di tengah kesibukan Mas Sekala.”
“Saya justru senang karena pada akhirnya ada yang penasaran terhadap masalalu Noah,” kata Sekala santai. “Momentum hari ini benar-benar saya tunggu.”
Sekala Nara merupakan salah satu alumnus di kampus Noah. Melalui temannya di Universitas Indonesia,