Layla menepuk pelan bahu Khairina sambil berkata, “Duluan ya.”
Setelah Khairina mengangguk Layla dan Athala menyusul pelayat lain yang berjalan meninggalkan kawasan pemakaman umum. Malam tadi Layla mendapatkan telepon dari Khairina. Gadis itu berkata bahwa jasad ayahnya tertahan di RS karena mereka tak mampu membayar uang administrasi.
Satu-satu yang Khairina pikirkan hanyalah Layla. Beruntungnya tak butuh waktu lama sampai Layla datang. Malam itu juga Layla bersama Harsa membantu mengurus masalah administrasi RS sampai dengan jasad ayahnya masuk ke liang lahat.
“Ayo pulang.” Harsa mengajak.
Khairina patuh. Mereka berdua berjalan berdampingan keluar dari area pemakaman yang sunyi.
Harsa mencuri pandang ke arah Khairina. Sejak di RS Khairina sama sekali tidak menangis. Gadis itu hanya