Langit Jenewa terlihat seperti kanvas biru tua dengan beberapa awan putih yang menggantung. Sudah pukul 17.30 tapi nyatanya matahari musim panas enggan untuk tenggelam. Cahayanya langsung menyorot mata saat Maham keluar dari gedung UNHCR. Hari pertamanya di kantor baru sudah berakhir dan tubuhnya lumayan penat meski wajahnya tetap tenang.
Ponselnya berdering. Nama Luca muncul di layar. Maham mengangkatnya, “Halo?”
“Lihat ke arah kanan. Yang dekat tiang bendera.”
Maham menoleh ke arah yang ditunjukkan Luca. Di dekat tiang bendera, tubuh Luca menjulang. Pria itu sudah tak lagi mengenakan seragam militernya, hanya kaos putih polos dan celana jeans hitam. Senyum khasnya langsung muncul begitu mata mereka bertemu.
Maham berjalan mendekat. “Kenapa kau ke mari?”
“Aku sudah bilang akan menjem