Istanbul, Turki, 3 tahun lalu
Hari kelulusan Maham. Timur berdiri di depan sebuah toko bunga mungil yang berdiri tenang di antara deretan kafe. Jendela kacanya dihiasi tulisan tangan melingkar kecil: ‘Floravita – Bunga untuk Segala Rasa’. Di balik kaca, bunga aneka warna ditata rapi di ember-ember putih, menyemburkan aroma segar yang seolah menggoda siapa pun yang melintas.
Timur menarik napas pelan sebelum mendorong pintu masuk. Bel pintu berbunyi nyaring.
“Selamat datang!” sambut seorang wanita paruh baya yang sedang menyiram rak bunga di sisi kiri toko.
“Terima kasih,” jawab Timur. Dia berdiri sebentar, matanya menyapu seluruh ruangan yang dipenuhi wangi bunga yang kuat namun menenangkan.
“Bisa saya bantu, Tuan?” tanya si pemilik toko, mendekat sambil menyeka tangannya dengan handu