“…I’m sad that I gave you up, gave up love. Gave up dream and take the pain…”
Wo Nan Guo - 5566
Timur memarkirkan mobilnya di sudut terjauh parkiran kantor UNHCR. Matahari musim panas sudah meninggi, menyinari lapisan debu tipis di permukaan kap mobilnya. Udara panas bercampur dengan aroma aspal yang memanas, membuat napas terasa berat.
Dia tidak langsung turun. Tangannya merogoh saku celananya, mengeluarkan bungkus rokok yang sudah penyok. Satu batang dia selipkan di bibir, lalu menyalakannya. Isapan pertama dia tahan cukup lama, lalu dihembuskan pelan. Asap tipis melayang keluar lewat jendela mobil yang terbuka, bergabung dengan udara kering yang menyengat.
Itu batang ketiga pagi ini. Dan jam belum juga menunjukkan pukul sembilan.
Kepalanya dia sandarkan ke jok, mata terpejam sejena