Sekarang adalah hari Jumat, adzkiya sekolah dengan lemas , karena mengingat dua Minggu lagi ia akan menikah , niatnya hari ini ia akan memberi tahu sahabatnya , btw yang di undang cuman orang terdekat saja .
"Assalamualaikum, pagi semuaa" sapa adzkiya dengan tidak semangat
" Walaikumsalam, tumben kamu ngucap salam kiya " jawab Khairunnisa
" Iya tumben banget " ucap zanaya dan Diana
"Gpp , nanti kita kumpul di kantin ya istirahat ada yang mau gw omongin ini penting banget " jawab adzkiya sambil duduk di bangkunya
"Eh sekarangkan mapel mtk , lu pada udah ngerjain pr belum" tanya zanaya
"Gw sih udah " jawab Diana
"2in" ucap Khairunnisa berbarengan dengan adzkiya...
Setelah selesai pelajaran , sekarang lebih tepatnya Waktu istirahat seperti yang dibilang adzkiya tadi , teman-teman j*****m pun pada kumpul di kantin sekolah .
"Woii lu pada mau pesen apa " tanya Diana
"Santai dong , ntar jantung gw pindah ke lutut kan gak lucuu"ucap zanaya
"Udah-udah,kalo aku mau pesen bakso sama es teh aja " ucap Nisa
"Gw juga sama " ucap adzkiya
Setelah itu Diana pun langsung memesan makanan nya
sekitar 5menit bakso dan es teh nya pun sampai, sambil menikmati makanannya adzkiya pun berbicara soalnya yang tadi ......
"Gw mau ngomong penting ke kalian , kalo gw dijodohin dan bakal nikah 2 minggu lagi "
Sontak yang lain pun kaget , bahkan zanaya sampai tersedak saat makan bakso
"Uhukk....hah lu yang bener Kiya " tanya zanaya sambil memegang lehernya yang terasa sakit
" Iya yang bener Kiya " tanya penasaran dari Khairunnisa
" Iya yang bener , kaget banget gw " tanya Diana lagi
" Iya , gw dijodohin sama temen bokap gw ,dan gw nikah dalam waktu 2 minggu lagi " jawab adzkiya
"Yaudah selamat bestie, jangan lupa kalo udah sah ponakan gw " celetuk zanaya
"anjirr lu , bukannya sedih gitu temennya mau nikah ini malah seneng " ucap adzkiya
" iya gpp dong berarti lu udah gak jomblo " ucap zanaya sambil tertawa
Mendengar itu adzkiya pun langsung menggeplak kepala zanaya...
Tidak lama membahas itu bel masuk kembali pun terbunyi , danereka pun kembali ke kelas untuk belajar...
Setelah melewati 2 mata pelajaran di akhir adzkiya pun pulang ke rumah di antar dengan para sahabatnya
"Dadah kita kita pulang dulu " teriak Diana di depan pagar rumah adzkiya
"Iya hati-hati" jawab adzkiya
Setelah itu adzkiya pun masuk ke dalam rumah dan lanjut ke kamarnya membersihkan diri sambil menunggu waktu magrib...
Sekarang sudah memasuki waktu magrib adzkiya sudah selesai mandi dan langsung sholat , mengaji sedikit dan langsung turun ke bawah untuk makan malam....
"Ayah mau menyampaikan ke kamu , bahwa besok malam ada pertemuan keluarga , besok kamu harus berdandan yang tertutup dan harus menggunakan hijab " ucap ayah
" Iya yah , tapi adzkiya belum siap " ucap adzkiya lesu
"Mau siap atau enggak , kamu harus siap , ayah yakin kamu bisa menjalankan kewajiban sebagai seorang istri " ucap ayah
" Iya yah " ucap adzkiya
Setelah itu makan malam pun dimulai dengan adzkiya yang badmood
......
Sekarang sudah pagi kembali , seperti biasa adzkiya melaksakan kegiatan paginya dan langsung sekolah...
" Ciee yang dikit lagi mau jadi istri orang " celetuk zanaya
"Hahaha, dikit lagi jadi bini orang guys " ucap Diana
"Shutt jangan berisik nanti ada yang denger " kini sekarang ucap Nisa
"Tau tuh , gw yang mau nikah aja biasa aja " jawab adzkiya
Adzkiya dan temannya pun berjalan memasuki kelas seperti biasanya , sekarang ada 4 mapel 2 mapel sebelum istirahat dan 2 lagi sesudah istirahat
"Kita punya pulpen gak ? , Pulpen gw habis lupa bawa cadangan " ucap zanaya yang duduk disamping adzkiya
"Ada nih , pake aja " jawab adzkiya dan memberi pulpen berwarna pink
"Makasih , gw pinjem dulu ya " ucap zanaya
"Yoii santaii" jawab adzkiya
Tidak terasa waktu sudah sore dan itu lah saatnya adzkiya pulang ke rumahnya , dan ia juga harus mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan calon suaminya
Setelah sampai rumah adzkiya langsung mandi dan langsung menonton tv...
"Adzkiya siap-siap, kamu dandan jangan yang terlalu menor , bunda sudah siapkan bajunya diatas kasur " ucap bunda yang melihat anaknya masih santai di ruang tv
" Iya bun , nanti bentar lagi adzkiya siap-siap" ucap santai adzkiya
"Hm...serterah yang penting pas waktunya udah tiba , kamu sudah siap " jawab bunda kembali
Lima menit dari bundanya adzkiya mengomel adzkiya pun langsung berjalan kearah kamar , untuk mandi dan make up tipis
" Whattt? gw pake gamis nih? " tanya adzkiya sendiri
" Ah bunda mah gerah tau pake kaya ginian segala " omel adzkiya
Setelah memakai gamis akhirnya adzkiya make up tipis-tipis.....
"Segini cukup lah , gw gak make up juga udah cantik " ucap adzkiya dengan pede
Akhirnya adzkiya turun kebawah , saat berjalan di tangga ia berjalan layaknya seorang ratu , sangat cantik dan kalem padahal aslinya bar-bar ....
"MasyaAllah anak ayah cantik sekali " ucap ayah yang melihat anaknya baru turun
" Jadi bunda gak cantik yah?" tanya bunda yang iri
" MasyaAllah sayang kamu cantik sekali " ucap ayah yang mengetahui bunda ingin di puji juga sambil memegang pipi bunda
" Ehemmm , nyamuk banyak nyamuk banyak " ucap adzkiya yang panas melihat keromantisan bunda dan ayahnya
" Orang gak ada nyamuk gini , kok ada nyamuk kamu bilang " ucap bunda dengan senyum penuh arti
" Tau ah ayo jadi berangkat gak " ucap malas adzkiya
" Jadi dong ayo Bun " ucap ayah sambil menggandeng tangan bunda
"Huh....gini nih anaknya di tinggal Mulu awas aja kalo adzkiya udah nikah adzkiya pamerin keromantisan adzkiya ke bunda dan ayah " ucap adzkiya tidak terima ditinggal
Karena dari rumah adzkiya restorannya tidak terlalu jauh akhirnya mereka sampai dengan cepat
Sekarang keluarga adzkiya sudah sampai di restoran yang ayahnya pesan , ayah adzkiya sudah mendapatkan pesan bahwa keluarga Zian susah sampe dari 10 menit yang lalu
" Assalamualaikum, maafkan kami datang terlambat , ada ada sedikit kendala di jalan " ucap ayah
" Walaikumsalam, tidak apa-apa mari duduk " ucap abba Zian
Disisi lain Zian tidak berani menatap perempuan yang berada di belakang seseorang, sedangkan adzkiya sedang menunduk dan tidak mengetahui kalau itu Zian
Saat sudah mengetahui bahwa yang di jodohkannnya Zian adzkiya merasa kesal , karena masalah di malam kajian
"Lu ? Ngapain lu disini " ucap adzkiya kaget
"Anda ? Ngapain anda kesini " ucap Zian yang tidak kalah kaget
" Abba tolong jelaskan kepada Zian , apakah Zian akan dijodohkan dengan dia " ucap Zian yang tidak mengerti
" Iya nak kamu akan dijodohkan dengan dia dan akan menikah seminggu lagi " ucap ayah Zian
" Kamu siap kan nak " ucap ayah memastikan
" Zian insyaallah siap ayah, tapi Zian tidak tau kalau dia sikap atau tidak " jawab Zian
" Kamu gimana adzkiya apa kamu siap " tanya ayah
" Adzkiya butuh waktu sebentar yah " ucap adzkiya dan langsung berlari menuju taman yang ada di sekitar restoran tersebut
"Hiks....kenapa harus sama dia , gw belum siap , dia paham agama sedangkan gw enggak , kalau nanti di poligami gimana , gw belum siap jadi janda muda hiks" ucap adzkiya sendiri
Disisi lain
" Susul adzkiya nak , buat dia tenang dulu tapi inget tetap jaga jarak apalagi kalian belum sah " ucap umma
" Baik umma " ucap Zian dan langsung menuju adzkiya
Setelah sampai dibelakang adzkiya
" Ngapain lu kesini , gw butuh waktu buat sendiri " ucap adzkiya yang menyadari kedatangan Zian
" Ya sudah saya bakal tunggu kamu disini sampai kamu tenang " ucap Zian , tetapi diabaikan dengan adzkiya
Setelah membaik dan adzkiya sudah tenang , Zian pun meminta izin kepada adzkiya untuk duduk di sebelahnya dengan menjaga jarak
" Kenapa lu mau sama gw , kan lu tau kalo gw gak paham agama , gak cantik , bukan ukhti tapi gw Kunti " ucap adzkiya .
" Saya tidak mencari yang cantik , bercadar , kalo masalah agama insyaallah setelah kamu nikah sana saya , saya akan tuntun kamu ke jannah Allah bersama " ucap Zian
" Tapi...." Ucap adzkiya yang terselak oleh Zian
" Gausah tapi-tapian , insyaallah saya gak bakal poligami dan akan selalu menjaga kamu "
Setelah itu Zian menanyakan kembali
" Apakah kamu menerima perjodohan ini " ucap Zian yang dibalas anggukan kecil dari adzkiya , setelah itu Zian pun tersenyum
Skipp setelah itu Zian dan adzkiya kembali ke meja yang dimana umma, ayah Zian, bunda , serta ayah Kiya sudah menunggu
" Gimana adzkiya, apakah kamu mau dengan anak abba " ucap ayah Zian
" Insyaallah adzkiya menerima perjodohan ini " ucap adzkiya yang membuat semua tersenyum senang
" Baik untuk acara pernikahan , resepsi , serta yang lainya sudah di urus dengan asisten saya " ucap ayah Zian
Setelah acara selesai bunda ,ayah dan adzkiya pun pulang kerumah.
*jangan lupa like and follow akun author yaa *