Sekarang adalah hari yang dinantikan oleh keluarga adzakiya dan zian , tepat di hari ini adzkiya dan zian akan menjadi seorang pasangan suami istri
"Selamat datang pak " ucap ayah yang teman kantornya datang
semua orang sekarang sudah duduk di tempatnya untuk menyaksikan ijab qobul
"Mas Zian, apakah anda sudah siap " tanya pak penghulu
" Sudah pak " jawab Zian
" Baik ,sekarang kita mulai ijab qobulnya " ucap pak penghulu
"Sekarang Jabat tangan saya " ucap penghulu sambil mengulurkan tangannya dan di terima oleh Zian
"Bismillahirrahmanirrahim, Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka binti adzkiya Aulia taleetha alal mahri hallan"ucap penghulu lantang
"Bismillahirrahmanirrahim,Qobiltu nikahaha watazwijaha bil mahril madzkur haalan" ucap zian dengan lantang
" Bagaimana para saksi? Sah ? "
"SAH " ucap para tamu undangan dengan lantang
" Alhamdulillah, selamat mas Zian dan mbak adzkiya " ucap pak penghulu
"Alhamdulillah, terimakasih pak " ucap Zian lega
" Sekarang kamu boleh jemput istrimu nak " ucap bunda
Disisi lain Adzkia menangis setelah mendengar ayah yang mengucapkan kata sah
" Sekarang aku udah dewasa banget ya , udah punya suami " ucap adzkiya
" Iya dong , selamat ya bestie " ucap zanaya
" Iya bestie makin tua aja " ucap Diana
"Selamat ya adzkiya jangan lupa Ponakan " ucap Nissa
" Huaaa takut jangan ngomongin itu " ucap adzkiya mewek
" Hhh iya² gak kok gak" ucap Nissa
Setelah itu ada suara ketukan pintu...
Tok...Tok...Tok
"Buka aja gak dikunci " ucap adzkiya sedikit teriak
" Assalamualaikum zaujati " ucap Zian
"W-walaikumsalam " ucap adzkiya kaku
" Pamit dulu ya " ucap zanaya dan temannya
Setelah itu Zian menutup pintunya dan jalan menuju adzkiya yang masih duduk diam di tempatnya
Zian mengulurkan tangannya , tetapi adzkiya hanya melihat dan tidak mengerti
"Salim sayangg " ucap Zian yang membuat pipi adzkiya merah
Setelah itu Zian memegang ubun-ubun adzkiya dan mengucapkan
" Allahumma baarikli fi ahli wa baarik li-ahli fiyya warzuqhum minni warzuqniy minhum" dan mengecup dahi istrinya
"U-udah kan , ayo kebawah " ucap adzkiya
" Sebentar sayang kita berduaan dulu disini " ucap Zian , menarik tangan adzkiya , dan mendudukan adzkiya dipangkuannya
Adzkiya yang menerima perlakuan kaya gitu pun langsung diam di tempat
Skipp ~ author skipp aja soalnya leaders masih jomblo kasian
Setelah itu mereka pun turun kebawah dan sudah duduk di bangku khusus pengantin
"Nanti malam jangan lupa ya sayang " ucap Zian sambil berbisik
"H-hah ngapain " tanya adzkiya
"Itu loh " ucap Zian sambil mengedipkan sebelah matanya
Setelah itu adzkiya yang mengerti langsung menginjak kaki Zian
"Ahh, sakit sayang " ucap Zian meringis
"Biarin " ucap adzkiya
Bunda dan ayah yang melihat tingkah Zian dan adzkiya pun hanya tertawa bahagia bersama umma dan abi.
.....
Setelah acara selesai , adzkiya dan zian pun ke kamar
"Duh ribet banget ini lepasnya" ucap adzkiya kesal
"Kalo gak bisa minta tolong sayang , sini mas lepasin " ucap Zian yang melihat adzkiya kesusahan
"Awas macem² gw tabok lu " ucap adzkiya waspada
"Hhh enggak sayang , paling cuman buat kamu kesakitan doang" ucap Zian
"Isss udah-udah sana gw mau mandi " ucap adzkiya sambil berjalan ke kamar mandi
"Ikuttt " ucap Zian yang sudah berlari ikut ke kamar mandi tetapi dia balik lagi dengan muka manyun
"Huaaa gak boleh mandi bareng" ucap Zian merengek sambil guling-gulingan di kasur
Lima belas menit berlalu, sekarang adzkiya sudah selesai mandi
"Mandi Sana cepet , gw mau masak dulu nanti bajunya udah gw siapin di kasur " ucap adzkiya
"Iya sayang " ucap Zian
"Sayang sebentar " ucap Zian kembali
" Kenapa " tanya adzkiya yang tidak jadi menutup pintu
Zian mendekat kearah adzkiya dan
CUP
Zian mencium adzkiya dan langsung lari ke kamar mandi sebelum adzkiya mengamuk
" Dasarr suami mesumm " ucap adzkiya kesal
" Kalo kaya gini jantung gw yang gak aman , bundaa adzkiya bisa mati muda kalo kaya gini terus " ucap adzkiya dengan pipi yang sudah merah.
Setelah itu adzkiya pun berjalan ke dapur untuk memasak
Sekarang adzkiya berada di dapur sedang memasak untuk makan malam
Adzkiya sedikit terkaget karena tiba-tiba ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang , siapa lagi kalau bukan Zian pelakunya
"Masak apa sayang " ucap Zian sambil memeluk adzkiya
"Masak ayam goreng sama sayur kangkung " jawab adzkiya
"Udah sana duduk dulu, susah banget ini masak sambil dipeluk " ucap adzkiya yang sudah lelah
"Iya-iya " jawab Zian sambil berjalan ke meja makan
Setelah adzkiya selesai masak adzkiya menyiapkan makanannya
"Segini cukup " tanya adzkiya
"Cukup sayang " jawab Zian
Setelah obrolan itu , kedua pasutri itu pun melanjutkan makannya tanpa ada yang berbicara
Sekarang adzkiya dan zian selesai makan , dan langsung menuju ke kamar
Setelah itu adzkiya merebahkan tubuhnya di ranjang dan mengambil handphone nya untuk menonton Drakor
"Sayangg , masa mas di cuekin " ucap Zian yang bete karna didiamkan istrinya
"Sayang, mas ngomong loh " ucap Zian kesal
" Sayanggggg" panggil Zian sedikit teriak
"Apaan sih berisik banget bisa diem gak , kalo mau apa-apa ambil sendiri jangan manja " ucap adzkiya yang sudah kesal mendengar panggilan Zian
Setelah itu Zian membuang muka , tidak mau melihat adzkiya....
Sudah 5menit Zian tidak ada suara dan pergerakan sama sekali
Adzkiya penasaran dengan orang satu itu lagi ngapain sampai-sampai diam ditempat
Adzkiya berjalan menuju Zian yang berada di sofa
Adzkiya yang sudah dekat mendengar Isak tangis dari Zian
"Duhhh ini gw manggil apa lagi , mana pake acara nangis segala " ucap adzkiya dalam hati
"M-mas ,maaf adzkiya terlalu kasar "ucap adzkiya sambil memegang bahu Zian
"Hiks ...kamu marah-marah Mulu " ucap Zian berbalik badan dan memeluk adzkiya
"Hiks mas gak mau di diemin sama kamu , mas bosen , mas salah apa " ucap Zian sambil terisak
"Maaf mas , adzkiya kesel mas berisik " ucap adzkiya jujur
Setelah 5menit akhirnya Zian sudah tenang
Adzkiya ingin berdiri mengambil minum untuk Zian
" Mau kemana , gak mau mas gak mau di tinggal " ucap Zian masih terisak sedikit
"Adzkiya mau ngambil minum mas di meja situ , sebentar " ucap adzkiya dan di perbolehkan oleh Zian
"Nih mas minum dulu " ucap adzkiya dan diminum oleh Zian , setelah itu adzkiya minum tepat di tempat yang Zian minum dan itu membuat Zian tersenyum tipis
"M-mas ngapain senyum-senyum sendiri, mas udah gila ya " ucap adzkiya takut
"Heh enak aja mas masih sehat , kamu gemes banget , jadi pengen mas makan " ucap Zian sambil menatap adzkiya penuh arti
"M-mas adzkiya masih sekolah jangan macem-macem" ucap adzkiya takut
"Hhhh , enggak sayang mas gak bakalan minta hak mas kalo kamu belum siap " ucap Zian sambil tertawa karna melihat ekspresi wajah adzkiya yang panik
"Isss mass iseng " ucap adzkiya sambil mencubit tangan Zian
"Ahh sakit sayang " ucap Zian sambil memegang tangannya , padahal aslinya tidak sakit
"Tapi jangan lama-lama mas juga laki-laki normal sayang " ucap Zian
"I-iya mas " ucap adzkiya
Zian melihat jam sudah menunjukan pukul 10
Sebelumnya mereka sudah sholat ya guys
"Ayoo tidurr" ucap Zian sambil menggendong adzkiya
"Mass turunin adzkiya bisa jalan sendiri " ucap adzkiya sambil memukul bahu Zian , tetapi tidak di gubris oleh Zian
"Shutt diem sayang , nurut sama mas " ucap Zian
*jangan lupa like and follow akun author yaa*