PART 73
“MUSE, kau benar – benar merusak ego seorang Daniel Bronze?” Lucky muncul dari arah yang tak terduga. Angelo di samping aku memutar dua bola matanya, sembari menarik tangan aku dan memeluknya erat. Aku menahan tawa, sebab rasanya ini bukan suatu hal yang bisa aku tertawakan begitu saja.
Tapi begitu aku melihat wajah Lucky yang sudah lebih dulu memberitahu aku bahwa ini adalah hal yang konyol, aku akhirnya rileks. Melihat arah dia datang, dia pasti baru saja kembali dari studio Daniel juga. Tidak heran. Di situ ada Felix, di sana ada Lucky juga. Laki – laki itu duduk di ujung sofa dengan wajah yang takjub. “Wah . . . aku sedih tidak melihat reaksi Daniel saat kau mempertanyakan keahlian pria itu. Apa kau tahu itu adalah hal yang sangat dia banggakan? Dia seperti hacker yang terke