PART 98
“APA YANG AKAN kau lakukan jika salah satu dari kita sedang ada dalam masalah?” tanya kau suatu saat ketika aku dan Angelo sedang duduk di kursi santai, di balkoni lantai tiga rumah mereka. Kala itu senja sudah menyapa bumi, memperlihatkan kecantikan dirinya yang tidak punya lawan. Aku menatap langit seolah itu adalah lukisan alam yang harganya sangat mahal.
Mentari sudah mulai malu, menutup sinar ultraviolet dari banyak pasang mata. Dia mulai meredupkan eksistensinya, seperti mencoba untuk bersembunyi dari hadapan aku dan Angelo. Sinarnya mulai beradu dengan kumpulan kapas kolosan yang mulai gelap, beradu dengan langit yang tidak lagi biru dan cerah. Mentari itu mulai melambaikan tangannya, dan merubah langit yang biru menjadi oranye, merah, dan kuning. Kumpulan warna yang sela