“Lo kenapa nggak boleh main keluar sama bapak lo, sih?” satu kali Ayla pernah bertanya padanya. Mereka yang secara diam-diam bertemu di kebun belakang rumah Ayla yang terhalang balong, saat itu menikmati puding s**u yang dibuat oleh Ibu Ayla.
Ros yang menikmati puding s**u itu dalam diam hanya menggelengkan kepala. “Gue juga nggak tahu. Tiap nanya gue udah dipandang lurus-lurus, serem gue. Maka dari itu gue males nanya lagi,” jelas Ros dan melanjutkan menyendok puding miliknya.
Ayla ikut menyendok pudingnya namun kedua matanya menerawang jauh. “Gue menduga kayaknya bokap lo memang nggak pengin lo main sama anak desa sini, Ros. Tapi kenapa coba? Masak karena anak desa? Ya bukannya lo juga sama, terus kenapa dilarang main coba?” Ayla mengunyah lagi pudingnya sambil terus berpikir. “Apa bap