“Gue berharap makhluk kayak lo langsung dipanggang di neraka tanpa adanya pengadilan terlebih dahulu!” pekik Ros sepenuh hati. “Lo udah bikin hidup gue, orang tua gue dan mungkin hidup banyak orang lain tersiksa. Gue benci makhluk kayak lo!” lanjut Ros menyumpah serapahi Azil yang mulai tak dapat menyeimbangi serangannya.
Ketika Ros sedang mengerahkan segala kemampuan yang ia bisa saat ini untuk bisa mengalahkan Azil, Ayla dan Gagah sudah mulai mengkhawatirkan posisi sahabat mereka itu. Sebab lama kelamaan tenaga Ros akan habis juga dan ia akan kelelahan.
“Gue nggak mau sahabat gue yang lagi susah payah bertarung di sana kalah, Gah. Nggak sampai hati gue. Tapi gue pun nggak tahu harus menolong Ros dengan cara apa,” ungkap Ayla lalu menoleh pada Gagah. “Kita musti ngapain sekarang, Gah?”